Breaking News

Menjelang Event FEKDI, BI Gelar Seminar Bincang Digitalisasi


Palembang, Figurnews.com,-

Menjelang Event Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) , Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar seminar Bincang Digitalisasi mengusung tema "Digital Kito Galo" bertempat di gedung serbaguna lantai 4 kantor Perwakilan BI Sumsel, Kamis (09/06/2022).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel Erwin Soeriadimadja mengatakan bahwa Perekonomian bukan saja Sumatera Selatan tapi juga Indonesia bahkan di dunia efek dari wabah pandemi. Dengan adanya digitalisasi perekonomian mulai membaik.

Kebijakan Bank Indonesia dalam mendukung Inklusi Ekonomi dan Keuangan melalui digitalisasi.

Awal Pandemi tahun 2019 UMKM mengeluh dengan penurunan omzet sehingga UMKM meningkatkan aktivitas digital selama pandemi. Dengan menggunakan digital peningkatan penjualan akibat digitalisasi cenderung terjadi khususnya di sektor tertentu.

UMKM memiliki peran strategis untuk memperbaiki ekonomi akan tetapi tentu tidak luput dari tantangan yakni terbatasnya akses, Kesiapan digital, dan akses pemasaran. Pada saat itu tingkat kepuasan UMKM terhadap kebijakan pemerintah hanya 56 persen sedangkan UMKM yang menggunakan digital hanya 25,5 persen dari 64,2 juta UMKM memanfaatkan marketplace. Karena kesiapan digital UMKM di pengaruhi oleh optimisme dan Kompetensi, saat itu 77,7 Persen UMKM mengalami kendala pemasaran online. Disebabkan kurangnya pengetahuan SDM,dan Keterbatasan Infrastruktur.

Rinciannya tantangan pengembangan ekonomi digital, pertama Infrastruktur yakni penetrasi internet Indonesia 76,8 persen, ketersediaan akses dan kecepatan internet kabel dan mobile masih rendah. Kedua SDM dan Literasi digital yakni baru 21 persen UMKM memanfaatkan digital, index literasi digital skala sedang, kurangnya talenta digital sesuai kebutuhan industri.

Literasi keuangan digital masih perlu ditingkatkan,pesatnya perkembangan inovasi keuangan digital dan inklusi keuangan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan peningkatan literasi dan pemberdayaan konsumen. Berdasarkan survei nasional Keuangan inklusif ternyata masyarakat semakin mahir mengunduh aplikasi namun belum diiringi peningkatan kemampuan melakukan transaksi digital

Sehingga BI melakukan inklusi keuangan, Literasi keuangan dan perlindungan konsumen guna untuk memperkuat ketahanan keuangan yang akhir nya mendukung masyarakat untuk untuk meningkatkan kesejahteraan.

Ahirnya BI mendorong Inklusi keuangan di era digital yang didukung oleh perlindungan konsumen,guna memberikan manfaat yang optimal bagi pengguna jasa keuangan.

Published : Fera



Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre