Breaking News

Deadlock, Berikut Hal-Hal yang Terjadi di Mediasi PT. ANAM KOTO DAN SPI Basis Aia Gadang Pasbar

 


Pasaman Barat, Figurnews.com

Proses mediasi sengketa lahan antara Pihak Serikat Petani Indonesia (SPI) Basis Aia Gadang, Kabupaten Pasaman Barat dengan pihak PT. Anam Koto, Jumat (24/6/2022) mengalami jalan buntu karena masing-masing pihak bersikukuh mengenai penguasaan lahan perkebunan sawit yang berlokasi di Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat,  Sumbar.

Dalam mediasi ini, Kepolisian Resor Pasaman Barat menginisiasi tindakan persuasif untuk penyelesaian atau penanganan permasalahan kedua pihak. Dengan Mediasi oleh lembaga Kepolisian ini bagian dari restorative justice (keadilan restorasi).

Pada prinsipnya, Mediasi merupakan bagian Restorative Justice atau Keadilan restorasi, yaitu suatu pendekatan yang lebih menitik beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi kedua pihak yang bersengketa.

Mediasi dilaksanakan di Aula Polres Pasaman Barat, dihadiri Pihak PT. Anam Koto, Pihak SPI Basis Aia Gadang. Rapat mediasi dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Iman Khalid Hari Mardono, S. H, didampingi Kasatreskrim AKP. Fetrizal SH, Kasat Intelkam AKP. Zukri Ilham, SH, Kapolsek Pasaman AKP. Rosminarti ,SH, Pemkab Pasbar oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setia bakti dengan Kaban Kesbangpol Yosmar Difia serta Camat Pasaman. 

Dimulai pada pukul 15.00 wib  proses mediasi tersebut berjalan lancar dalam penyampaian keterangan masing-masing pihak yang bersengketa.

Dalam rapat mediasi tersebut  permintaan dari pihak SPI Basis Aia Gadang ada 3 point yaitu:

1. Agar pihak PT. Anam Koto tidak melakukan intimidasi dan provokasi di lapangan lagi terhadap masyarakat di barisan SPI Basis Aia Gadang.

2. Agar pihak PT. Anam Koto mengizinkan masyarakat dr pihak SPI Basis Aia Gadang untuk tetap beraktifitas menanam tumbuhan muda seperti sayur-sayuran di lahan objek sengketa hingga kepastian keputusan aksi mereka didapatkan dari Pemda.

3. Agar pihak PT. Anam Koto dan SPI sama-sama mencabut laporan kepolisian di Polres Pasbar.

Adapun tanggapan dari pihak PT. Anam Koto adalah menyetujui permintaan SPI Basis Aia Gadang poin 1 dan 2, sementara untuk poin 3 terkait pencabutan Laporan di Polres Pasbar tidak dapat disetujui.

Setelah proses yang tarik ulur lagi, pihak PT. Anam Koto menyampaikan siap untuk bersama-sama mencabut laporan, akan tetapi dengan catatan seluruh anggota SPI Basis Aia Gadang hari ini keluar dari HGU PT. Anam Koto.

Dengan tanggapan pihak PT. Anam Koto atas permintaan SPI Basis Aia Gadang tersebut tidak bisa diterima oleh pihak SPI Basis Aia Gadang.

Sekaitan tidak tercapainya kesepakatan dari permintaan tersebut. Walaupun telah diberikan masukan oleh Kabag Ops Polres dan Asisten Pemerintahan, kedua belah pihak bersengketa masih belum bisa menemukan kesepakatan.

Akhirnya, setelah koordinasi pimpinan rapat didapatkan hasil keputusan Kedua belah pihak yang bersengketa diberikan waktu 1 x 24 jam untuk berpikir kembali dan dalam batas waktu tersebut agar masing-masing pihak memberikan secara tertulis kepada pihak Polres Pasbar apakah jawaban final terkait permintaan yang telah dibahas tersebut.

"Dari tiga poin permintaan, SPI tersebut, Pihak PT. Anam Koto hanya dua yang dapat disetujui. Dalam waktu yang ditentukan Kita akan sampaikan tanggapan tertulis " ulas Adma salah seorang perwakilan Pihak SPI saat ditemui usai Mediasi kepada media.

Sementara Jimson Tamba Manajer Legal PT. Anam Koto kepada media ini juga menyampaikan segera mungkin tanggapan tertulis dari perusahaannya, agar penyelesaian sengketa tersebut selesai.

"Semoga dengan adanya waktu tersebut, masing-masing pihak bisa mengkaji kembali apa keputusan terbaik nantinya". harap Kabag Ops Polres Pasbar.

Acara mediasi ditutup sebelum ba'da Isya pukul 19.30 WIB dan masing-masing pihak keluar dari ruang mediasi dengan aman dan tertib.

(Dodi Ifanda

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre