Breaking News

HKG PKK ke-50 Ini, Rosmaida Yudas Pamit

Foto: Ketua TP PKK Mentawai, Rosmaida Yudas saat Pamit kepada Pengurus TP PKK Mentawai yang diwakili Sekretaris TP PKK Mentawai, Puji Rahayu. Jumat, (13/05/2022).

MENTAWAI. FN- Tepat pada hari kesatuan gerak (HKG) ke-50 Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kepulauan Mentawai, Rosmaida Yudas pamit menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet periode 2017-2022 pada 22 Mei 2022 mendatang.

Rosmaida Yudas pada sambutannya di HKG ke-50 ini menyampaikan kesan dan pesan selama 15 tahun di TP-PKK. 

Berbagai proses telah banyak dilalui. Sepuluh tahun sebelumnya, Rosmaida Yudas memulai karir menjadi pengurus PKK dimasa periode kedua Bupati Definitif Pertama Edison Saleleubaja dengan Wakil Yudas Sabaggalet pada periode 2006-2011. 

Hingga pada tahun 2011, Yudas Sabaggalet terpilih menjadi Bupati Mentawai dan Ketua TP-PKK Mentawai, Rosmaida Yudas Periode 2011-2016. Selanjutnya kembali dipercaya pada periode kedua 2017-2022. 

"Kami secara pribadi sudah mengurus PKK selama 15 tahun, tentu itu waktu yang lama," ujar Rosmaida Yudas pada sambutannya di Aula Bappeda Jl. Raya Km-04, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Jumat, (13/05/2022) 

Ia menambahkan, pertama menjadi pengurus PKK saat itu Rosmaida Yudas Berusia 27 tahun. Pengalaman pertama menjadi pengurus PKK tidak lepas dari usaha dan doa. Tentu hal itu mesti ia jalani dengan keseriusan. 

Pada mulanya dikatakan, PKK Mentawai pernah mengikuti Jambore Souvenir tanpa membawa hasil karya. Maka melalui itu timbul pemikiran agar PKK Mentawai mesti mampu menciptakan Souvenir dari Mentawai. 

Berkat usaha melalui pelatihan, penyuluhan dan pembinaan TP-PKK Mentawai meraih juara III dibidang usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) di HKG PKK ke-47 disektor Souvenir pada tahun 2019. 

Hadiah tersebut diserahkan oleh Ketua PKK Pusat, Istri Menteri Dalam Negeri dan Istri Gubernur Sumatera Barat atau Ketua TP-PKK Sumbar, "Hal itu membuktikan kalau kita bisa, dari yang tidak ada menjadi ada, artinya tidak ada yang mustahil jika kita berjuang," imbuhnya. 

Sebelumnya, TP-PKK Mentawai juga memperoleh juara II terbaik se Sumatera Barat dengan kategori Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Adapun tema Stand Up Comedy pada PHBS itu adalah Rumah Sehat, Penyakit Hilang pada tahun 2018. 

TP PKK Mentawai juga menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Salah satu sosialisasi itu dilakukan di Desa Sikabaluan pada tahun 2020. 

Atas prestasi itu, Ketua TP-PKK Mentawai, Rosmaida Yudas juga diapresiasi Ketua PKK Provinsi Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno pada kunjungannya tahun 2017 ke Mentawai. 

Pada tahun 2021, Mentawai pernah menjadi tuan rumah atas terselenggaranya acara pertemuan Istri Kepala Daerah se Sumbar. 

Hal itu tentu diraih secara bertahap, dengan melakukan berbagai pelatihan dalam pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) Mentawai, baik di sektor Pertanian Maupun Kelautan. 

Keberadaan TP-PKK waktu itu lanjut Rosmaida Yudas mulai dirasakan kelompok masyarakat seperti dasawisma dalam memberi berbagai pelatihan. 

Sebelumnya, setiap kegiatan OPD disertai dengan snack atau cemilan yang berasal dari luar Mentawai. Namun saat ini, kelompok Masyarakat di Mentawai telah mampu untuk mengisi hal itu. 

Kemudian pada tahun 2018, telah berdiri Craf Center Dewan Kerajinan Nasional tingkat Daerah (Deskranasda) sebagai tempat penampungan kerajinan, makanan dan baju Mentawai dari usaha kelompok Masyarakat di halaman Kantor Dinas Koperindag Mentawai. 

Kader PKK Mentawai Sebagai Ujung Tombak 

Pada tahun 2006 itu, lanjutnya kondisi tempat usaha di Mentawai sangat minim. Contohnya saja belum adanya salon kecantikan dimasa itu. 

Maka Ia memulai memperkenalkan produk kosmetik seperti Mustika Ratu dan Sari Ayu. Hal itu dilakukan untuk mendorong inisiatif Ibuk-ibuk untuk membuat usaha salon kecantikan.

"Atas izin Tuhan dengan disertai kepercayaan dan ketekunan maka kita mampu lakukan pada waktu itu, artinya kalau kita berusaha tidak ada yang mustahil," sebut Rosmaida Yudas. 

Kemudian untuk memulai pengembangan, Ketua TP-PKK Periode 2011-2016 dan Periode 2017-2022 itu terus merancang berbagai kegiatan pelatihan di setiap Kecamatan. 

Pelatihan dalam pemanfaatan hasil bumi Mentawai itu dilakukan diberbagai sektor seperti sektor pengolahan hasil pertanian dan Perikanan. 

"Melalui itu sudah ada kelompok dasawisma yang memanfaatkan kehadiran kita sebagai nara sumber untuk memberikan pelatihan, penyuluhan maupun pembinaan," tambahnya. 

TP PKK Mentawai Terus Berupaya Capai 10 Program Pokok 

Terdapat 10 Program Pokok PKK yaitu Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat. 

TP-PKK Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berangota sebangak 30 orang dikatakannya tetap solid. Hal itu dapat dilihat dari mental seluruh pengurus. 

"Jadi kita pernah berangkat melewati jalur pantai barat Siberut, dengan kondisi cuaca pada saat itu badai, hal yang paling terlintas pertama dalam pikiran kita itu adalah ketakutan dan keluarga, namun itu tidak menyuruti semangat kita di dalam doa," kata Rosmaida Yudas. 

TP-PKK Mentawai juga melakukan terobosan terhadap lingkungan. Terobosan lingkungan itu dilakukan guna menjaga kebersihan rumah warga disetiap kecamatan. 

Namun saat ini, ia mengakui Pandemi Covid-19 dua tahun belakang membuat kegiatan kurang maksimal. Baik yang dirasakan oleh PKK Kecamatan maupun PKK Desa. 

"Semoga ada hikmah dibalik itu," tambah Rosmaida Yudas pada sambutannya. 

Ia berharap sudah tingginya angka Vaksinasi Covid-19 di Mentawai ruang gerak dapat normal seperti semula. 

Geografis Mentawai Mesti Dipahami dan Dibiasakan 

Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai wilayah Kepulauan memiliki tantangan yang mesti dipahami dan dibiasakan. 

Untuk menuju satu kecamatan ke kecamatan lainnya, TP-PKK Mentawai mesti melalui jalur laut. 

Terdapat 5 Kecamatan di Pulau Siberut, 2 Kecamatan di Pulau Sipora, 2 Kecamatan di Pulau Pagai Utara dan 1 Kecamatan di Pagai Selatan. Dari 10 Kecamatan tersebut terdapat 43 Desa. 

"Selain di Pulau Sipora, terdapat 8 kecamatan lagi, untuk sampai kesana kita mesti menyeberangi laut," kata Rosmaida Yudas. 

Ia mengapresiasi pengurus TP-PKK Mentawai masih aktif hingga saat ini. Meski banyak rintangan yang telah dilalui hingga sudah terbiasa. 

Rosmaida Yudas Pamit 

Dengan rasa haru Rosmaida Yudas pada acara HKG PKK ke 50 tersebut menyampaikan salam perpisahan hingga berakhirnya Periode 2017-2022 Bupati Yudas Sabaggalet. 

Pengurus TP-PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa turut menyaksikan. Acara disertai dengan pemotongan nasi kuning dan penyerahan hadiah dari Pengurus TP-PKK tersebut. Selanjutnya acara hiburan tarian dari Pengurus TP-PKK dan foto bersama. 

Tampak kesedihan dari masing-masing pengurus saat acara HKG PKK ke-50 itu. Acara itu sekaligus permintaan maaf dan pamit dari Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK tersebut.

Wartawan: E Virmando

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre