Breaking News

Tak Terima Lampu Dimatikan, Pedagang dan Pihak Pengelola Pasar Nyaris Bentrok..


Bengkulu Kota, Figurnews.com --
Berawal dari permintaan Ketua Persatuan Pedagang Pasar pagi pagar dewa kota Bengkulu(P4D)Derman Sitorus, kepada kepala perwakilan media Figurnews Bengkulu, via telfon pada hari Selasa malam Rabu,12/4/2022.

Yang mana pada malam itu nyaris terjadi keributan antara pedagang dan karyawan pengelola pasar yaitu koperasi Bangun Wijaya sesampainya perwakilan media Figurnews pada waktu itu,  lebih kurang pukul 19:48.TKP (tempat kejadian perkara), situasi waktu itu dalam keadaan gelap gulita.dan waktu itu belum ada APH (aparat penegak hukum) di TKP, baik dari, Polsek, Polres dan Polda Bengkulu, yang ada hanya beberapa Scurity pasar yang notabene nya karyawan Koperasi Bangun Wijaya. 


Tak selang beberapa lama kemudian pihak dari Polsek Selebar datang ke TKP, karena baru di telfon oleh Ketua P4D Derman Sitorus. Dimana kedatangannya, hampir berbarengan dengan kehadiran Ketua Koperasi Bangun Wijaya Junaidi Sandestio. Sesampainya Ketua Koperasi Bangun Wijaya, Junaidi Sandestio sebagai pengelola pasar pagi Pagar Dewa kota Bengkulu dan anggota dari Polsek Selebar, maka di adakan lah mediasi dan negosiasi yang waktu itu ada pula hadir dari pihak, Polsek Selebar, Polres Bengkulu, Ketua DPW JPKP Bengkulu, Amran, Ketua P4D dan anggota nya.

Dalam mediasi tersebut Derman Sitorus sebagai Ketua P4D menghimbau kepada pengelola pasar supaya menghidupkan lampu pasar pada malam hari, karena mereka mau beraktifitas  dimalam hari, dan takut kehilanagan barang dagangan mereka. Sementara untuk mendapatkan fasilitas lampu tersebut mereka / semua pedang pasar pagi Pagar Dewa membayar Rp 2000 setiap hari.

Namun Junaidi sebagai Ketua koperasi Bangun Wijaya, pihak ketiga yang mengelola pasar merasa keberatan kalau untuk uang lampu hanya Rp 2000, tidak mencukupi biaya bayaran ke PLN setiap bulan kata di waktu mediasi tersebut. Dan besaran pungutan semua setiap hari nya hanya Rp 5000,- (listrik, kebersihan, jaga malam).

Sementara mereka/koperasi Bangun Wijaya sudah koordinasi sama pihak-pihak terkait untuk menaikkan karcis dari 5000 ke 9000. Akan tetapi beberapa waktu yang lalu perwakilan pedagang melalui P4D, berkirim surat ke pihak-pihak terkait bahwa sanya mereka keberatan untuk membayar 9000, dengan alasan karena belum ada landasan hukumnya secara resmi dari dinas terkait dan Wali Kota Bengkulu.

Derman Sitorus, melalui media Figurnews berharap kepada Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan(JPKP)DPW Bengkulu.

Supaya Jpkp bisa mendampingi P4D, dalam mengayomi dan melindungi,serta memperjuangkan hak-hak para pedagang dengan  instansi-instansi terkait, seperti: pengelola pasar, pemda, dinas terkait, bahkan APH,, karena diduga begitu banyaknya permasalahan yang terjadi di pasar pagi Pagar Dewa kota Bengkulu.

Lewat media Figurnews juga Ketua Dpw Jpkp Bengkulu Amran, berharap kepada semua pihak untuk serius memperhatikan, menangani dan menindak lanjuti semua pengaduan pedagang pasar Pagar Dewa. Supaya pasar ini bisa maju dan membuat para pedagangnya sejahtera karena pasar Pagar Dewa terletak d tengah-tengah kota Bengkulu, dan masih sangat banyak butuh pembenahan-pembenahan, sebagai pasar yang di bawah naungan Pemda Kota Bengkulu yaitu Desprindag kota Bengkulu..

Semenjak berita ini ditayangkan, pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi media ini..

Ikuti..liputan tentang pasar Pagar Dewa dan P4D di edisi selanjut nya...Amr

1 komentar:

  1. alhamdulillah,semoga dgn pemberitaan ini pasar pgr dewa mendapat perhatian dari pihak2 terkait,yg bisa menyelesaikan bnyk permasalahan para pedagang dgn pihak pengelola.aamiin

    BalasHapus

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre