Breaking News

Katiet Wakili Calon Desa Baru di Pulau Sipora


Foto: Kantor Desa Bosua

MENTAWAI. FN- Katiet merupakan bagian dari Kawasan Destinasi Wisata Muntei, Madobag, Mapaddegat dan Katiet (3M1K). Menjadi salah satu dari 13 Calon Desa Baru di Kepulauan Mentawai.

Memiliki Desa Induk Bosua, Katiet menjadi calon tunggal desa baru yang memenuhi syarat di wilayah Pulau Sipora.

Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terbagi dari 4 Pulau Besar yaitu, 5 Kecamatan di Pulau Siberut, 2 Kecamatan di Pulau Sipora, 2 Kecamatan di Pulau Pagai Utara dan 1 Kecamatan di Pulau Pagai Selatan. 

Saat ini, tercatat sebanyak 43 Desa dari 10 Kecamatan tersebut. Usulan 13 Desa baru itu tersebar di 8 Kecamatan. 

Kepala Dinas Pemberdayaan, Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB) Mentawai, Nikholaus Sorot Ogok menyampaikan Desa Katiet merupakan usulan desa baru dari pemekaran Desa Bosua di Kecamatan Sipora Selatan. 

Terdapat 12 Desa dan 2 Kecamatan di Pulau Sipora tersebut. Namun saat ini, hanya 1 Desa yang memenuhi persyaratan untuk pemekaran wilayah yaitu Desa Bosua. Hasil itu dikatakan Kepala PMDP2KB telah melalui kajian penataan desa dari Universitas Andalas serta Kementrian dan Lembaga (KL) pada tahun 2018 lalu. 

Kajian itu tertulis jelas dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2017 tentang penataan desa. Pada peraturan tersebut dijelaskan tentang prosedur dan tata cara pembentukan desa mulai dari prakarsa masyarakat melalui mekanisme musyawarah desa, pembentukan desa persiapan, evaluasi desa persiapan, penyusunan Peraturan Daerah (Perda), peningkatan status desa persiapan menjadi desa, evaluasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) oleh Gubernur, hingga pemberian kode desa oleh Menteri Dalam Negeri. 

Melalui hasil kajian desa di Mentawai dari Universitas Andalas, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan Kementrian dan Lembaga. 

Hasil pertemuan menetapkan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) untuk memprakasai usulan 13 desa itu ke Kementrian Dalam Negeri. 

Usulan 13 dokumen nama desa baru itu, telah berada di Kemendes PDTT. “Kita berharap usulan itu cepat disampaikan ke Kemendagri, agar Kemendagri dapat membentuk tim untuk melihat kondisi calon desa baru disini,” ujar Nikholaus Sorot Ogok kepada figurnews.com. Jumat, (01/04/2022). 

Desa Bosua saat ini terdiri dari 11 Dusun yaitu, Dusun Bosua Utara, Bosua Selatan, Gobik, Mongan Bosua, Katiet, Sao, Amumunen, Maonai, Tattanen, Kairiggi dan Dusun Pagu’guk. Apabila pemekaran Desa Katiet disetujui, maka Desa Bosua menjadi Desa Induk dengan nama tetap yakni Desa Bosua. 

Sementara itu setelah pemekaran, Desa Bosua terdiri dari 4 dusun yakni, Dusun Bosua Selatan, Bosua Utara, Gobik dan Dusun Masokut. Sedangkan Desa Katiet terdiri dari 6 Dusun yakni, Dusun Katiet, Mongan Bosua, Sao, Sagitsi Timur, Sagitsi Tengah dan Dusun Sagitsi Selatan. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre