Breaking News

Kapolres Solok Pimpin Apel Operasi Ketupat 2022 Jelang lebaran Idul Fitri 1423 . H

 


Solok Kota, Figur news.com-

Dalam rangka melakukan pengamanan menjelang dan sesudah Lebaran Idul Fitri 1423 H / tahun 2022, Polres Solok bersama Instansi terkait menggelar apel Gelar Pasukan Operasi “KETUPAT 2022” pada Jum’at (22/04/2022) bertempat di Halaman Lapangan Polres Solok Kota.

Kapolres Solok AKBP Ferry Suwandi, S.IK saat memimpin Apel menyampaikan amanat dari Kapolri Jenderal Polisi, Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, bahwa, “Apel gelar pasukan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2022 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1443 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait”.

Operasi ketupat 2022 melibatkan personel pengamanan gabungan terdiri dari personel Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan Instansi lainnya, dengan total personil yang diturunkan 120 orang, dengan 2 pos pelayanan vaksinator berada di RTH Syech Kukut dan Dermaga Singkarak, ” ungkapnya.

Pelaksanaan operasi KETUPAT 2022 dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 28 April sampai dengan 9 Mei 2022 dengan fokus pengamanan masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara.

Dalam amanatnya juga menyampaikan masyarakat yang melakukan mudik berdasarkan hasil survey Badan Litbang Kemenhub RI, diprediksi sekitar 85,5 Juta Masyarakat akan melakukan mobilitas/pejalanan selama lebaran. Moda tranportasi lebaran didominasi jalur darat dengan menggunakan kendaraan pribadi 47,7%, kendaraan umum 31%, jalur udara 10%, jalur laut 2% dan lainnya 0,11%,” jelasnya kapolri.

Pandemi Covid 19 saat ini sudah terkendali dimana tingkat penularan berada dibawah 1, dengan positify rate dan BOR rumah sakit berada dibawah standart WHO namun masyakat harus tetap waspada karena pandemi belum sepenuhnya selesai.

“Kita semua harus waspada dengan tingkat mobilitas masayarakat yang sangat tinggi dan sangat rawan terhadap terjadinya transmisi Covid 19 maka diperlukan langkah-langkah sinergis dengan stake holder terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian idul fitri 1443 H/tahun 2022,” imbuhnya

Selain itu juga Polri melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KYRD) dalam rangka cipta kondisi jelang operasi ketupat dengan sasaran distribusi sembako, penyakit masyarakat, miras, judi, prostitusi, narkoba, petasan, dan balon udara yang mengganggu penerbangan kemudian dilanjut operasi untuk mengatasi arus balik yang masih terjadi serta penanganan Covid 19.

“Permasalahan menjelang, pada saat dan pasca idul fitri 1423 H/ tahun 2022 harus diantisipasi dengan bergandengan tangan dan bersinergi dengan seluruh stake holder agar masyarakat khususnya umat muslim dapat melaksanakan ibadah dengan khusuk serta masyarakat yang mudik berjalan lancer, aman dan sehat,” jelasnya Kapolri.

Kelonggaran yang diberikan pemerintah kepada masyarakat harus disikapi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan langkah-langkah sebagai berikut melakukan himbauan dan mengawasi kedisiplinan masyarakat agar taat 3M, mendorong pengelola tempat wisata untuk memastikan aplikasi peduli lindungi terpasang, melaksanakan pengamanan ibadah di masjid atau lapangan, mengawasi persyaratan perjalanan mudik, melakukan testing, tracing, dan treatment terhadap kasus yang terkonfirmasi Covid 19 bersama satgas, melaksanakan random check swab antigen terhadap pelaku perjalan, melakukan melakukan percepatan vaksinasi dan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas.

Diakhir amanat Polri menekankan pelaksanaan operasi ketupat 2022 diantaranya jaga stamina dan kesehatan, lakukan deteksi dini terhadap dinamika dan fenomena yang berkembang, laksanakan pengamanan secara professional dan humanis, gelar kekuatan polri pada pos-pos pengamanan, lakukan kerja sama dengan satgas covid 19, dorong tempat wisata, pusat perbelanjaan untuk menerapkan aplikasi peduli lindungi, satgas pangan harus menjamin ketersediaan bahan-bahan pokok dan pengendalian harga dan terakhir mantapkan kerja sama, sinergi, dan solidaritas pada pihak terlibat,” ungkap Kapolres.


Usai pelaksanaan apel gelar pasukan, Polres Solok juga melakukan pemusnahan barang bukti knalpot racing hasil penindakan selama lebih kurang 6 bulan wilayah hukum Polres Solok sebanyak 216 buah knalpot, sementara masih ada 62 buah lagi yang belum diurus pemilik kendaraan. Karena telah menyalahi spek kendaraan berdasarkan UU. Dalam kesempatan tersebut Kapolres terus menghimbau pada anak-anak remaja maupun masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot racing, selain dilakukan penindakan, juga dilakukan penilangan selama 3 bulan dan penyitaan knalpot untuk memberikan efek jera.

Begitu juga kepada penjual dan bengkel reparasi diminta untuk tidak menjual knalpot racing, karena menimbulkan kebisingan saat pemakaian maupun digunakan balapan liar, juga mencemaskan masyarakat. “Mengenai kebijakan daerah terkait penilangan knalpot racing ini, Pemko sangat mendukung. Karena pemakainya sebagian besar dari luar, bukan dari kota yang bermain ke kota Solok,” jelas Kapolres.(ayu) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre