Breaking News

FIFGROUP Dukung Penerapan ESG Melalui Pemakaian Panel Surya

 




PT Federal Interantional Finance (FIFGROUP) menjadikan program pemasangan solar panel sebagai salah satu program keberlanjutan dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan emisi pada operasional bisnisnya.

Dari kiri ke kanan : Information Technology (IT), Business Development (BD), Corporate Planning (Corp Plan), Risk, Customer Relationship Management (CRM), and Digital Director FIFGROUP, Indra Gunawan, Marketing Director FIFGROUP, Antony Sastro Jopoetro, Human Capital, General Support, and Corporate Communication Director FIFGROUP, Esther Sri Harjati, Chief Executive Officer FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, Finance Director FIFGROUP, Hugeng Gozali, dan Operation Director, Setia Budi Tarigan. 

 Semarang, Figurnews.com – Semakin hari perubahan iklim semakin dirasakan bahkan sangat
mengkhawatirkan. Setiap insan diharapkan dapat mewujudkan langkah nyata dalam
kesehariannya untuk bersama-sama menangani isu perubahan iklim tersebut, seperti di
bidang lingkungan yang mendukung ke arah penerapan Environment, Social, and
Governance (ESG). PT Federal International Finance (FIFGROUP) memulai langkah
tersebut dengan menggunakan panel surya yang merupakan perangkat pembangkit listrik di
sejumlah cabang.
ESG sendiri merupakan sebuah standar operasional yang merujuk pada tiga kriteria utama,
yaitu environment (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola institusi) sebagai
instrumen dalam mengukur dampak dan keberlanjutan (sustainability) dari sebuah investasi
pada suatu perusahaan ataupun negara.
Sebagai inisiatif untuk mendukung program dan komitmen ESG tersebut dan juga sebagai
salah satu program keberlanjutan perusahaan, FIFGROUP yang merupakan anak perusahaan
PT Astra International Tbk di bidang jasa pembiayan ritel melakukan instalasi panel surya
sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pada tahun ini, FIFGROUP melakukan instalasi panel surya di tujuh cabang, secara
bersamaan pada bulan April dan Mei, yaitu Cabang Yogyakarta, Semarang, Cirebon,
Bandung, Jakarta, Depok, dan Cabang Padang. Panel surya yang dipasang memiliki kapasitas
masing-masing 10,8 kilowatt-peak (KWp). Untuk tahap pertama pada hari ini Senin, 11 April
2022, instalasi panel surya tersebut mulai dilakukan di Cabang Yogyakarta dan Semarang,
sedangkan sebelumnya FIFGROUP telah melakukan instalasi panel surya di Cabang
Pamulang pada tanggal 31 Juli tahun 2019.
Apabila kita mengasumsikan pemasangan panel surya dengan kapasitas 10,8 KWp ini
ditujukan untuk rumah dengan listrik subsidi pemeritah yang memiliki daya 450 watt, maka
panel surya tersebut mampu menyuplai listrik untuk 24 rumah atau setara juga dengan 12
rumah yang memiliki daya 900 watt.

Sistem On-Grid
Panel surya yang dipasang di kedua cabang di atas menggunakan sistem on-grid, yaitu
rangkaian panel surya yang terhubung dengan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Kelebihan daya yang dihasilkan oleh panel surya pada sistem on-grid ini akan dikirim ke
jaringan PLN yang selanjutnya menjadi daya surplus untuk bisa digunakan. Dengan
demikian, penggunaan sistem tersebut dapat menghemat biaya listrik.
Human Capital, General Support, and Corporate Communication Director FIFGROUP,
Esther Sri Harjati, mengatakan : “Sebagai upaya mendukung program ESG dalam
melestarikan lingkungan, FIFGROUP melakukan instalasi panel surya di sejumlah cabang
untuk mengurangi emisi karbon dioksida dari penggunaan listrik pada operasional bisnis
kami,” kata Esther.
Lebih lanjut, Esther menyebutkan instalasi panel surya ini diharapkan dapat menjadi program
keberlanjutan perusahaan. “Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan kedepannya dan dapat
bermanfaat serta memberikan dampak positif,” tutur Esther.
Seirama dengan Esther, Information Technology (IT), Business Development (BD),
Corporate Planning (Corp Plan), Risk, Customer Relationship Management (CRM), and
Digital Director FIFGROUP, Indra Gunawan, mengatakan bahwa : “Melalui peresmian solar
panel di cabang ini diharapkan mampu memberikan semangat baru dalam pemanfaatan EBT
yang penggunaannya memiliki dampak baik bagi lingkungan,” tutur Indra ketika melakukan
peresmian di Cabang Semarang.
Sementara itu Marketing Director FIFGROUP, Antony Sastro Jopoetro mengatakan bahwa
implementasi program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat di
dalamnya.
“Melalui program instalasi panel surya ini, diharapkan dapat mendorong semangat kolaborasi
yang sinergis guna mendukung ESG untuk pelestarian lingkungan,” kata Anton ketika
peresmian panel Surya di Kantor Cabang FIFGROUP Yogyakarta.
Bumi kian panas
Berdasarkan data World Meteorological Organization, setiap tahunnya bumi kian menjadi
panas ditandai dengan peningkatan suhu global yang sudah mencapai 1,1 derajat Celcius.

Angka tersebut sudah mendekati ambang batas peningkatan suhu global sebesar 1,5 derajat
Celcius yang telah ditetapkan pada Paris Agreement to the United Nations Framework
Convention on Climate Change.
Angka tersebut terlihat sangatlah kecil, namun berdasarkan laporan Intergovernmental Panel
on Climate Change (IPCC) apabila peningkatan suhu global sudah melebih ambang batas 1,5
derajat Celcius terjadi, salah satu dampak buruknya adalah terjadinya kenaikan permukaan
laut akibat mencairnya es di daerah kutub yang berdampak kepada 69 juta manusia yang
harus menghadapi bencana banjir di wilayah pesisir di seluruh dunia.
Kembali tentang isu lingkungan, peningkatan suhu bumi diperkirakan akan menyebabkan
hilangnya spesies tumbuhan, hewan, dan serangga, termasuk kematian hampir semua
terumbu karang. Keadaan ini tentunya dapat meninggalkan sejarah buruk bagi generasi masa
depan yang akan datang.
Perubahan iklim tidaklah terjadi secara tiba-tiba, peristiwa ini terjadi oleh berbagai sebab.
Sebagian besar sebab tersebut terjadi didorong oleh peningkatan emisi karbon dioksida ke
atmosfer melalui aktivitas manusia yang dapat menimbulkan Efek Rumah Kaca. Salah satu
pemicu meningkatnya jumlah emisi karbon dioksida di bumi adalah penggunaan bahan bakar
fosil sebagai sumber energi utama dalam berbagai sektor.
Sejumlah manfaat bisa didapatkan melalui penggunaan solar panel pada operasional bisnis di
sejumlah perusahaan. Sebagai berdampak pada pelestarian lingkungan, penggunaan solar
panel ini juga menjadi aset jangka panjang baru bagi perusahaan yang dapat mengurangi cost
pengeluaran pembayaran listrik perusahaan.
Energi Baru Terbarukan
Di dalam perjanjian Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on
Climate Change menjelaskan salah satu poin di dalamnya adalah upaya meningkatkan Energi
Baru Terbarukan (EBT) melalui peningkatan partisipasi masyarakat lokal. Di antara cara
untuk memanfaatkan EBT tersebut adalah dengan menggunakan tenaga surya sebagai sumber
energi pembangkit listrik.
Hal tersebut menjadi dasar pemerintah Republik Indonesia (RI) yang turut berpartisipasi
dalam penandatanganan Paris Agreement tersebut dalam mendorong masyarakatnya untuk
mulai menggunakan EBT sebagai salah satu energi alternatif pembangkit listrik di setiap
rumah ataupun industri yang ada.

Berdasarkan data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), energi yang bisa
diserap dari tenaga surya menduduki peringkat kesatu dengan nilai potensi sebesar 207,8
gigawatt-peak (GWp) dibanding EBT lainnya, seperti tenaga air sebesar 75 GW, tenaga angin
sebesar 60 GW, tenaga bioenergi sebesar 32,6 GW, tenaga panas bumi sebesar 25,8 GW, dan
tenaga minihidro sebesar 19,3 GW.
Saat ini, penggunaan tenaga surya sebagai sumber EBT baru berkontribusi sebanyak 153,5
MWP. Persentase tersebut sebesar 0,07% dari total potensi yang ada, yaitu sebesar 417,8
GWp. Pada tahun ini, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan
hingga akhir tahun terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 450 MWp.*



Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre