Breaking News

13 Usulan Desa Baru di Mentawai Menunggu Kemendes PDTT

Foto: Dinas PMDP2KB Mentawai

MENTAWAI. FN- Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai wilayah 3T satu-satunya di Provinsi Sumatera Barat, saat ini terus berkembang dalam mewujudkan penataan wilayah.  

Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdiri dari 10 Kecamatan dan 43 Desa, saat ini mengusulkan 13 bakal calon nama Desa baru.  

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB), Nikholaus Sorot Ogok bahwa pemekaran desa sebelumnya telah diusulkan pada tahun 2015 lalu. Namun sesuai aturan belum memenuhi syarat disisi kependudukan.  

"Untuk syarat lain seperti potensi, luas wilayah sudah memenuhi, namun untuk jumlah penduduk per desa belum, dan waktu itu masih ditolak," ungkap Nikolaus. Jumat, (01/04/2022).  

Hal itu merujuk pada UU Nomor 6 tahun 2014. Selanjutnya, dilaksanakan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa.  

Kemudian Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2017 tentang penataan desa.  

Sesui Permendagri tersebut dijelaskan bahwa penataan desa dapat dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Terdapat dua syarat dalam penataan tersebut yakni, daerah khusus dan daerah strategis nasional.  

"Maka peluang itu kita ambil dengan melihat aturan yang ada, kita memenuhi syarat dalam kesatuan syarat itu sebagai daerah tertinggal," terangnya.  

Pemkab Mentawai dan Pemrov Sumatera Barat mengusulkan kembali melalui rapat Kementerian dan Lembaga (KL) untuk menyepakati Kementrian Desa untuk memprakasai pemekaran pada tahun 2018 lalu.   

Akademisi Universitas Andalas (UNAND) ikut serta dalam memberi kajian terkait pemekaran desa di Mentawai. Kajian itu meliputi kajian potensi SDA dan SDM, letak geografis dan jumlah penduduk serta sejarah.  

"Berdasarkan kajian UNAND, lalu dipelajari oleh Kementrian dan Lembaga, hanya 13 Desa yang memenuhi syarat yang seterusnya diusulkan ke Kemendes PDTT," imbuhnya.  

Kadis itu menjelaskan tahapan yang mesti dilalui dalam pengusulan 13 Desa mesti melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Selanjutnya diteruskan ke Kemendagri.  

Apabila dokumen 13 desa itu nantinya telah diteruskan ke Kemendagri, maka Kemendagri akan membentuk tim untuk melihat calon pemerintahan desa baru tersebut.  

"Saat ini dokumen 13 desa sudah di Kemendes PDT, kita menunggu tim Kemendes PDT menyampaikan berkas itu ke Kemendagri," paparnya.  

Ia berharap agar Kemendes PDTT mempercepat pengusulan 13 Calon Desa itu ke Kemendagri. Sehingga proses penetapan desa beru cepat terselesaikan.  

13 Desa baru itu terbagi di 8 Kecamatan yakni, Desa Betaet dan Desa Sipokkak di Kecamatan Siberut Barat, Desa Rogdok di Kecamatan Siberut Selatan, Desa Polaga di Kecamatan Sikakap, Desa Simoilaklak di Kecamatan Siberut Tengah.  

Selanjutnya, Desa Labuan Bajou dan Desa Sirilanggai di Kecamatan Siberut Utara, Desa Purimanuaijat, Desa Belek Raksok, Desa Lakkau Limo Sua dan Desa Matobat di Kecamatan Pagai Selatan.  

Kemudian Desa Pasapuat di Kecamatan Pagai Utara, Desa Katiet di Sipora Selatan. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre