Breaking News

Tiga Tahun Pasca ASF, DKPP Mentawai Adakan Bibit Babi

Foto: Babi menyusui. Sumber foto Google. 

MENTAWAI. FN- Hewan ternak seperti babi tidak asing lagi terdengar di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain untuk kebutuhan berbagai pesta bagi masyarakat beragama Kristen, Babi juga dibutuhkan untuk ritual adat. 

Namun pada tahun 2019 lalu, virus african swine fever (ASF) menyerang sebagian wilayah di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Akibatnya, jumlah babi mengalami penurunan. 

Pada tahun itu, ASF menyerang ribuan babi di Mentawai. 

Kepala Bidang Peternakan DKPP Mentawai, Sakeus Samoju menyebutkan untuk tahun ini pihaknya bakal memberikan bantuan bibit atau induk babi terhadap dua Kelompok Tani di Desa Taikako Kecamatan Sikakap dengan anggaran Rp75 juta dan Desa Malakopak, Kecamatan Pagai Selatan dengan anggaran Rp30 juta. 

Masing-masing anggaran nanti dapat digunakan untuk pengadaan bibit, indukan dan kandang. Namun pihaknya masih mencari bibit babi yang bakal diberikan. "Saat ini kita masih mencari bibit atau induk yang cocok bagi kelompok ternak tersebut," ungkapnya diruangan kerjanya. Rabu, (23/03/2022). 

Ia menjelaskan bibit atau indukan babi yang cocok bagi perternak babi adalah babi nias. Pasalnya, estimasi pembesaran lebih cepat. 

"Tentu namanya peternak mencari bibit yang lebih cepat berkembang, biasanya kalau bibit babi, kita mesti menunggu 1 hingga dua tahun," terang Sakeus. 

Pada tahun 2023 depan, Kepala Bidang Peternakan akan mengupayakan pengadaan bibit atau induk babi kembali. "Anggarannya nanti bisa dari Pokir dan juga langsung dari kita," tutupnya. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre