Breaking News

Tempuh Jalur Lumpur Bantuan PT Penerbit Erlangga Sampai ke Simpang Timbo Abu

Pasbar, Figurnews.com

PT Penerbit Erlangga peduli gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat dengan menyerahkan sejumlah bantuan logistik kepada pemerintah daerah setempat, Selasa (1/3) yang disalurkan melalui Posko kompleks Perumahan Nuansa Ventura Simpang Empat.

Kepala Cabang Erlangga Sumbar Veby Eka Putra didampingi oleh Hendra Oktaria dan Asisten Manager Riski dan kepala akunting mengatakan jika logistik berupa sembako seperti beras, mie instan, air mineral, susu kental dan susu formula perlengkapan bayi. 

Ini sebagai bentuk kepedulian kepada korban gempa untuk memenuhi kebutuhan dasar Apalagi pada umumnya korban gempa kehilangan harta benda, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan.

"Bantuan dari PT Penerbit Erlangga ini diterima oleh Bupati Pasaman Barat Bapak Hamsuardi  di Posko Utama Tanggap Darurat bencana gempa Pasbar,"kata Veby Eka Putra saat penyerahan bantuan untuk di distribusikan, Selasa (2/3) di Perumahan Ventura Simpang Empat.

"Hari ini kita antarkan langsung sembako sebanyak tiga mobil untuk dibagikan segera ke korban bencana Gempa Bumi baik di posko utama maupun pengungsian di lokasi dan dirumah keluarga korban yang tersebar di Mudiak Simpang Talamau,"katanya.

Rommy Candra dan warga perumahan Ventura amanah menyalurkan Bantuan logistik tersebut dibawa dengan menggunakan  tiga unit mobil Off road yang dikomandoi Oji Wazir pada Rabu (2/3) hingga malam.

Pasca jalan lintas propinsi tidak bisa digunakan di kawasan Rimbo Kajahatan Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat akibat longsor Senin (28/2). Jalan peninggalan Belanda menjadi alternatif akses penyaluran bantuan.

Butuh perjuangan menuju Simpang timbo Abu, tidak ada jalan selain jalan lewat MAN Kajai

“Jalan lintas propinsi runtuh sepanjang 50 meter. Tentu akses Kajai ke Talu putus, tak ada jalan lain selain menggunakan jalan tanah ini. Kasihan kita pengungsi jika penyaluran bantuan putus,” kata Rommy.

Hingga saat ini bantuan terus disalurkan dengan melibatkan komunitasnya off-road.

Jalan peninggalan Belanda yang menghubungkan Kajai ke Nagari Persiapan Timbo Abu dengan panjang sekitar 4 kilometer.

“Hanya ini jalan satu-satunya, tak ada jalan lain. Yang bisa melewati cuma mobil off-road, sedangkan mobil lain tak bisa karena jalan berlumpur dengan medan yang berat,” ungkapnya.

Ada sekitar 1200 orang pengungsi di Nagari Persiapan Timbo Abu menggantungkan hidup dari bantuan pemerintah dan relawan.

Para pengungsi belum tau sampai kapan di tenda pengungsian karena rumah mereka hancur karena di terjang gempa bermagnitudo 6,2 Jumat (25/2).

Pasca gempa banyak jalan amblas dan retak-retak. Sedangkan jalan tersebut jika diperbaiki membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukan pengkajian matang serta perencanaan yang baik.


(Dodi ifanda Maimbau)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre