Breaking News

Operator Komatsu dan Petugas Berjibaku Hindari Longsor Susulan Rimbo Kejahatan

 


Pasaman Barat,Figurnews.com

Beberapa jam setelah dilalui kendaraan roda dua dan roda empat yang melewati jalan lintas Talu tepatnya Rimbo Kejahatan Limpato Nagari Kajai Kabupaten Pasaman Barat kembali Longsor.


Lonsoran tanah kembali terjadi di pusat gempa 6.2 Magnitude yang guncang Pasaman dan Pasaman Barat, Jumat (25/2) silam. Longsor susulan ini terjadi pada Senin (7/3) malam sekitar pukul 19:30 WIB.

Peristiwa ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun 3 hari belakangan.

Sebelumnya, longsoran material tanah menimbun akses jalan di lokasi tersebut pada Sabtu (5/3) pagi WIB penghubung Simpang Empat pusat ibukota Pasbar dengan Talu dan Panti Pasaman.

Kapolsek Talamau, AKP Junaidi mengatakan, longsor ini terjadi saat polisi dan petugas alat berat sedang membersihkan material longsor Sabtu lalu.

Saat sedang bekerja, dirinya dan petugas kemudian mendengar suara gemuruh dari bebukitan.

Gemuruh tersebut terdengar cukup keras hingga membuat petugas dan operator alat berat Komatsu yang sedang bekerja menjadi panik.

“Terdengar gemuruh dari atas, operator alat berat menggesernya untuk selamatkan diri, Dia berjibaku menyelamatkan diri dan tidak berani lagi melanjutkan evakuasi material timbunan tanah yang menerbankan jalan propinsi tersebut"  kata Junaidi. 

Tidak lama kemudian, longsoran tanah jatuh ke jalan dan menutup kembali akses jalan yang sebelumnya sedang dibersihkan.

“Sebelumnya jalan yang sempat putus sudah bisa dilalui, namun malam ini kembali longsor terjadi,” ucap Junaidi.

“Akses jalan semula bisa dilewati mobil sekarang terputus lagi, diperkirakan badan jalan yang haru di buka sekarang terjun ke jurang sisi jalan” imbuhnya.


Setelah longsoran kedua ini, petugas dan pekerja  operator yang membersihkan jalan memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan.

“Barusan alat sudah bekerja, tapi karena longsornya bertambah besar lagi sehingga operator tidak berani melanjutkan pekerjaannnya,” pungkasnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya ancaman bencana lain usai guncangan gempa, Jumat (25/2) lalu.

Adapun potensi bencana hasil dari kajian BMKG tersebut berupa bencana hidrologi.

Bencana hidrologi yang dimaksud adalah potensi longsor, banjir, dan banjir bandang di area hulu sungai lereng Gunung Talamau.

Hal demikian diungkapkan oleh Kepala BMKG, Dwikorta Karnawati, Minggu (27/2).

Ia mengatakan saat ini gempa-gempa susulan yang mengguncang dua daerah itu mulai melemah. Bahkan cenderung stabil.

“Untuk gempa InsyaAllah perkembangannya jauh melandai.

Artinya, gempa-gempa susulan yang terjadi semakin melemah menuju kestabilan,” katanya.

Namun, potensi bencana hidrologis tersebut patut diwaspadai pasca rentetan gempa yang merusak ratusan rumah tersebut.

Apalagi, ia menyebutkan saat ini Pasaman dan Pasaman Barat masih berada di musim penghujan.

Masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai sekitaran lereng Gunung Talamau pun diminta waspada.

“Jadi kewaspadaan masyarakat harus bergeser, tidak lagi soal gempa tapi bencana akibat musim penghujan,” 

Hingga Senin Siang 7 Maret 2022 akibat gempa ini tercatat  korban jiwa sebanyak 10 Orang dilaporkan meninggal dunia, kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa 25 Februari 2022 lalu kerusakan pemukiman sebanyak 4.243 unit rumah, fasilitas pendidikan 62 unit, fasilitas kesehatan 17 unit, fasilitas ibadah 39 unit, infrastruktur 26, fasilitas sosial kosong, dan fasilitas pemerintahan sebanyak 38 unit. Semua data tersebut dapat diperbaharui hingga masa tanggap darurat guna pemutakhiran data yang dilakukan oleh tim yang saat ini masih bekerja di lapangan.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre