Breaking News

Misi Kemanusiaan GENERASI BAIK Bantu Sembako Pengungsi Gempa Pasbar


Pasaman Barat, -  Relawan Generasi Baik Jambi ke Pasaman Sumatera Barat, Dalam Misi Kemanusiaan dilepas Wakil Walikota Jambi, Sabtu (05/03/2022).

Hadir dalam pelepas empat orang relawan itu Wakil Walikota Jambi Maulana, Ketua Yayasan Generasi Baik Wijaya, Relawan Generasi Baik, dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan dirinya sangat mengapresiasi acara pelepasan keberangkatan misi kemanusiaan ini sehingga dapat membantu saudara-saudara yang terdampak musibah bencana gempa bumi di Pasaman Barat, Sumatera Barat.


” Karena tugas ini adalah tugas kemanusiaan, Kami atas nama Pemerintah Kota Jambi sangat bangga atas misi kemanusiaan ini.

“Kita harus memberikan apresiasi yang maksimal kepada siapapun dalam melakukan hal kebaikan, Oleh karena itu pelepasan hari ini kami sangat apresiasi, ” katanya.

“Pada Jumat (25/2) lalu terjadi musibah bencana gempa bumi di Pasaman Barat dan Pasaman. mudah-mudahan anak – anak muda kita para relawan ini dalam menjalankan tugasnya misi kemanusiaannya dilindungi Allah dan pulang dengan selamat. Oleh karena itu pada hari ini kami atas nama Pemerintah Kota Jambi secara resmi saya lepas keberangkatan misi kemanusiaan Relawan Generasi Baik ini,” paparnya.

Sementara itu, Dalam sambutan Ketua Yayasan Generasi Baik Wijaya menyampaikan dirinya juga sangat mengapresiasi pelepasan relawan generasi baik ke Pasaman dan Pasbar dalam hal ini membantu korban bencana gempa bumi di Pasaman.

” Kali ini kita bergerak ke Pasaman Barat, Sumatera Barat untuk menebar kebaikan dan kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak dalam menolong saudara kita yang terkena musibah bencana. Semoga relawan Generasi Baik diridhoi Allah dan dalam keadaan baik-baik dalam jalankan misi kemanusiaan ini,” katanya.

“Kita berangkatkan 4 relawan terlatih Generasi Baik ke Pasaman Barat, Sumatera Barat. Rencana para relawan kita disana 7-10 hari dan akan kita lihat bagaimana keadaan kondisi disana. Dan kita berharap semua relawan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, pulang dengan keadaan sehat dalam membantu orang banyak terutama masyarakat yang terdampak musibah bencana di Pasbar,” pungkasnya.

Sementara Ketua team Generasi Baik, Ambo Hariansyah kepada media pada Rabu (9/3) di lokasi bencana Gempa Simpang Timbo Abu Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan ” Kurang lebih sudah satu Minggu tim generasi baik berada di Pasaman Barat untuk membantu saudara kita yang terkena musibah” ungkapnya didampingi relawan tenaga kesehatan Dika, relawan trauma Healing, Natali, dan relawan rescue Eko Prasetyo.

Tim yang di turunkan oleh yayasan generasi baik terdiri dari 2 orang tim rescue, 1 orang medis dan 1 orang trauma healing. Generasi Baik juga di bersama dengan relawan lokal, masyarakat serta tokoh-tokoh setempat dan pengurus KSU Bina Tani Sejahtera Tanjung Pangkal yang juga menyalurkan bantuan beras kepada korban gempa.

Adapun kegiatan generasi baik, medis, dapur umum, paket sembako, rescue, kebutuhan tenda dan trauma healing.

Sampai Kamis (10/3) relawan Generasi Baik masih melayani periksa kesehatan , menyuplai bahan dapur umum dan melaksanakan trauma healing kepada anak- anak pengungsi dampak gempa 6.2 Magnitude tersebut.

Pulang Ngungsi, Korban Gempa Butuh Tenda dan Huntara

Salah seorang Warga Simpang Timbo Abu, Joel Pasbar mengungkapkan warga yang mengungsi ke luar kampuang, sekarang sudah mulai pulang kesini.

“Mereka yang rumahnya ambruk dan tidak bisa ditempati sangat butuh tenda dan hunian sementara. Mohon dibantu prioritaskan jugalah korban gempa disini. Kami di wilayah pusat gempa Pasbar,” pungkasnya.

Memasuki hari ke 13 setelah ditetapkanya masa tanggap darurat bencana Pasaman Barat 25 Februari – 10 Maret 2022.

Hingga Rabu 09 Maret 2022 dilaporkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 11 orang. Sementara data pengungsi sejak tanggal 1 – 9 Maret 2022 berjumlah 11.936 jiwa.

Untuk total korban dampak gempa bumi per 09 Maret 2022 total korban 392 jiwa, dirawat di RSUD Pasbar sebanyak 5 orang dan dirawat di Yarsi Ibnu Sina berjumlah 13 orang, dan meninggal dunia berjumlah 11 orang.

Sedangkan data kerusakan sarana dan prasarana pemukiman berjumlah 2.025 unit, fasilitas pendidikan 75 unit, fasilitas kesehatan 18 unit, fasilitas ibadah 40 unit, infrastruktur 26 unit, fsilitas pemerintahan 42 unit.

Terkait masa tanggap darurat yang akan berakhir 10 Maret 2022 berdasarkan evaluasi tidak akan dilakukan perpanjangan masa tanggap darurat oleh Pemda Pasaman Barat.

Sementara pengungsi mandiri di rumah sanak keluarga dan pengungsi posko utama di depan kantor Bupati mulai balik pulang ke kampungnya masing-masing.

Para korban gempa  masih butuh bantuan dari para pihak yang peduli Misi kemanusiaan seperti relawan Independen  GENERASI BAIK.

DODI IFANDA MAIMBAU


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre