Breaking News

Lisda Hendrajoni Anggota DPR RI Gelar Diskusi Dengan JMSI Sumbar Sekaitan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan di Daima Hotel


Padang(Sumbar), Figurnews.com --
Maraknya terjadi kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, JMSI (Jejaring Media Siber Indonesia) Sumbar mengadakan Kegiatan Diskusi bersama ini Anggota DPR -RI dari Fraksi Nasdem H. Lisda Hendrajoni, SE, MM,Tr, di Daima Hotel, pada Sabtu (26/3) jam 14.00 Wib.

Hal ini sangat berkaitan tentang seringnya terjadi kekeran seksual terhadap anak dan perempuan di Indonesia khususnya di Sumbar. Dalam diskusi ini juga dihadiri oleh Owner media yang tergabung di JMSI Sumbar.

Diskusi bersama ini bertujuan mengetahui seberapa jauh proses perjalanan waktu yang dirasakan cukup lama ini, dari sebelumnya bernama RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) kini berganti menjadi RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) hingga sampai saat ini RUU tersebut belum disahkan.

Disebutkan Hanny Tanjung, selaku wakil sekretaris JMSI Sumbar sekaligus pemantik diskusi bahwa kasus kekerasan seksual di Provinsi Sumatera Barat terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Korban kekerasan yang dominan adalah anak-anak hingga para mahasiswa.

“Sungguh Ironis, kekerasan seksual terjadi terhadap korban pelakunya tidaklah orang jauh, justru yang melakukan itu pamannya, kakeknya dan lain,” ujar Hanny.

Seharusnya Sumatera Barat yang dikenal dengan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) wajib mempertahankan eksistensinya. Jangan sampai nagari tidak berpagar, kemenakan tidak bermamak, atau bahkan pagar makan tanaman seperti kasus-kasus yang telah terjadi selama ini.

Di tempat yang sama, Hj. Lisda Hendrajoni menyampaikan bahwa kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi seperti saat sekarang ini harus ditindaklanjuti. JMSI adalah media yang harus memperjuangkan hal-hal seperti ini.

“Saya sendiri pernah berkunjung ke rumah korban kekerasan seksual, mirisnya mereka tidak tahu kemana harus mengadu. Selain itu untuk biasa visum juga menggunakan dana pribadi, sedangkan biaya visum bagi korban yang kebanyakan dari kalangan tidak mampu sungguh berat dan ini harus kita tindaklanjuti dan dicarikan solusinya."

Bahwa kerap kali korban kekerasan seksual mendapatkan pemutarbalikan fakta, sehingga pengadulah yang menjadi disalahkan, bukan pelakunya. “Inilah yang harus kita gerakkan, semoga ke depannya JMSI memiliki peran penting dalam perlindungan terhadap kekerasan seksual," tukuk Lisda.

Semoga dengan diskusi bersama ini, kita dapat mendapatkan input-input yang positif untuk penyempurnaan RUU TPKS ini sehingga lekas dirampungkan, pungkas Lisda. Dalam sesi terakhir juga para Owner Media juga mengajukan beberapa pertanyaan dan termasuk mencari solusi dalam mengatasi masalah ini. 

Permasalahan itu juga Lisda Hendrajoni berjanji akan berupaya memperjuangkan dan juga beliau juga sangat mengharapkan masukan dari rekan-rekan media yang nanti akan diupayakan di DPR - RI.

Dalam kesempatan ini, seluruh owner media yang tergabung dalam JMSI yang terafiliasi dengan Dewan Pers hadir dalam diskusi tersebut.(Y)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre