Breaking News

Serikat Petani Aia Gadang, Duduki Lahan Perjuangan


Pasbar,Figurnews.com--Ratusan petani tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) basis Aia Gadang, sejak Senin (21/02/2022) mendatangi lokasi perjuangan mereka di sekitar Blok K, PT Anam Koto. Masa meminta, perusahaan merealisasikan tuntuttan mereka sesuai dengan hasil pemetaan Tim GTRA seluas 711 ha dari total HGU PT Anam Koto. Sementara itu, perusahaan menilai tuntutan dan luas lahan tidak berdasar, sementara perusahaan sudah memiliki HGU.

Koordinasi Lapangan SPI Basis Aia Gadang Ahmad mengatakan, aksi ini merupakan tindak lanjut dari surat masyarakat yang tergabung dalam SPI basis Aia Gadang. Sebelum aksi pendudukan lahan, petani sudah berkirim surat sebanyak dua kali, namun tidak ada tanggapan dari perusahaan. 

"Kami mendatangi lahan perjuangan, dan meminta perusahaan menghentikan aktivitas," ujarnya.

Ahmad mengatakan, sekitar 350 anggota SPI basis Aia Gadang mmengikuti aksi hari ini.  Aksi dimulai dari perkampungan, dan bergerak bersama menuju lokasi. Masa juga menggelar orasi dan menyampaikan tuntutan mereka. Aksi masyarakat tersebut berlangsung damai, bahkan sesaat mereka berada di lokasi, pihak perusahaan langsung menanggapi dan mengajak perwakilan masyarakat untuk mediasi.


"Kami tadi diajak media di kantor perusahaan, namun tidak menemukan kesepakatan, sehingga kami lanjut pengkleman," tambahnya.


 Tuntutan dan luas lahan yang sudah dipetakan tim GTRA sudah memiliki dasar yang kuat. Masyarakat dan petani yang tergabung dalam SPI Basis Aia Gadang, sudah seharusnya mendapatkan hak mereka, sebagai Masyarakat lokal, sesuai dengan aturan dan undang-undang berlaku.


Sementara itu, Legal Manager PT Anam Koto, J Tamba mengatakan, pengkleman lahan tersebut tidak sesuai aturan. Sebab, lahan tersebut merupakan lahan HGU mereka yang sudah diusahakan, dibuktikan dengan adanya barak kariawan dan pokok kelapa sawit yang produktif. Perusahaan menilai, penetapan lahan 711 yang dimaksudkan masyarakat atau SPI basis Aia Gadang sepihak.

"Kami memiliki izin lengkap dan lahan itu termasuk dalam HGU kami yang sah," ujarnya saat di Konfirmasi wartawan.

Tamba mengatakan, penunjukan lahan mereka sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) tidak  berdasar. Bahkan perusahaan pada 23 Desember mengatakan sudah berkunjung ke Kementerian Agraria, yakni Dirjen Konflik

"Permohonan PT Anam Koto sebagai TORA, dimohonkan dicabut," tegasnya.

(Dodi Ifanda)

Tamba juga menambahkan, jika masyarakat tetap melakukan pengkleman, tentu perusahaan akan menampuh jalur hukum yang ada, karena mereka menilai memiliki administrasi yang lengkap.

Karena tidak menemukan kata sepakat, sejak sore masyarakat memasangkan sejumlah spanduk dan bendera di sekitar lokasi pengkleman mereka.  Bahkan mereka juga membangun satu unit pondok dan mereka jaga secara bergantian..(AAS/).

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre