Breaking News

Kasus Dugaan Asusila Dibawah Umur Kabupaten Agam Terindikasi Ditunggangi Markus. Apa Benar?


                     ILUSTRASI (Gbr. Tempo.co)

Agam(Sumbar), Figurnews.com -- Markus (Maklear Kasus) sekaitan persoalan kasus pencabulan anak bawah umur mulai terkuak, Senin (17/02/2022).

Hal itu terkuak dari rekaman pembicaraan salah seorang oknum perangkat Nagari (Desa) yang ingin menyelesaikan tentang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan beberapa oknum siswa sekolah terhadap seorang siswi sebut saja Bunga (samaran) beberapa waktu yang lalu. Dalam rekaman tersebut, di sebut-sebut, bahwa para orangtua siswa menyediakan dana untuk diberikan pada oknum Polres yang menangani kasus perbuatan asusila.

Dari informasi dilapangan, bahwa para orangtua mengakui ditemui Anas perangkat Nagari akan membantu meringan hukuman dengan ketentuan harus membayar sejumlah uang. Dan dana tersebut diduga akan diberikan pada pihak anggota Polres yang membantu termasuk oknum Kejaksaan yang akan melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Negeri Lubuk Basung.  

Dalam hal ini, rumor yang beredarnya rekaman yang bedurasi 10 menit 15 detik tentang pembicaraan Anas Oknum Perangkat Nagari Muaro Putuih dengan beberapa orang tua siswa yang jadi tersangka diatas mobil.

Pembicaraan tersebut bertujuan atau mencari jalan keluar atau negosiasi sekaitan tentang kasus dugaan pencabulan anak dibawa umur. Anas dengan secara rinci jelas tentang dana dan kepada siapa saja diberikan untuk meringankan hukum terhada ke 7 siswa tersebut.  

Oknum perangkat Nagari Anas juga meyakinkan, bahwa dengan menyediakan dana sebanyak itu, maka para siswa yang tersandung masalah asusila akan mendapat ganjaran lebih ringan lagi. Dalam pembicaraan tersebut juga Anas minta kesepakatan pada orang tua siswa untuk menyediakan dana sebanyak 2 juta yang nantinya akan diberikan kepada oknum tersebut. Untuk lebih jelasnya, rekaman Anas Oknum perangkat Nagari  dengan para orang tua siswa yang anaknya tersandung kasus Asusila dan oleh Figurnews.com  diperoleh dari narasumber yang dipercaya.

Namun ketika, Figurnews.com mendatangi Anas oknum Perangkat Nagari Rabu 16/02/2022 sekira jam 14.00 Wib di Muaro Putuih Tiku 5 Jorong Kabupaten Agam. Dalam keterangannya, Anas perangkat Nagari mengatakan, mengakui dan memang kami bertemu mereka dan memfasilitasinya, itu hanya kesepakatan mereka dan dalam hal ini saya tidak ada menyebutkannya berapa yang harus mereka sediakan.

"Memang saya  memfasilitasinya, itu hanya kesepakatan mereka dan saya tidak ada menyebutkannya berapa yang mereka sediakan,"ujar Anas pada Figurnews.com di kantor Walinagari Muaro Putuih Kab. Agam.

Lanjut Anas, " ini kan cara mendapatkan bantuan, jadi waktu itu orang tua ini bebrbicara sama saya bagaimana jalannya? Dan waktu rekaman itu untuk mencari kesepakatan. Jadi kesepakatan itu sesuai informasi itu, kan ngak ada orang ini tidak kata sepakat."

Dan kami dalam waktu itu tidak tahu bahwa anak-anak dilindungi, makanya kami tidak tahu...ibarat ditengah laut, ngak kemana bergantung, hilang pedoman. Jadi waktu itu dicari kesepakatan, namun kesepakatan ini tidak dapat, dan waktu berjalan dibantu oleh lembaga perlindungan anak oleh Bapas dan turun mengikuti proses peradilan anak ini. Dan itulah kondisinya. Dan sampai hari ini, masalah dana dan segala macam, nan saya pribadi tidak mengetahui hal itu,"terang Anas pada Figurnews.com.

Namun ketika disinggung tentang ada dugaan orang tua dari 7 anak yang jadi tersangka dan hanya 5 orang yang membayar dana sebanyak 14 juta.

"Kalau terealisasi tentu iya pak, cuman tidak terealisasi makanya tidak ada,"tutupnya. 

Sekaitan hal di atas, kelanjutannya kita juga akan konfirmasi dan klarifikasi pada pihak terkait tentang ada dugaan Markus(Maklar Kasus) dalam kasus asusila beberapa waktu lalu.(Tim Fgr)

 

 

 

 


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre