Breaking News

Bupati Cek Endra Ikuti Pembukaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Nasional Bersama Presiden Jokowi


Sarolangun (JAMBI), Figurnews.com - Bupati Sarolangun Cek Endra mengikuti pembukaan rapat koordinasi (Rakor) nasional penaggulangan bencana bersama Presiden Republik Indonesia Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tahun 2022 secara virtual di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Rabu, 23 Februari 2022. 

Turut hadir Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, 

Pabung 0420 Sarko,  

Sekda Sarolangun Endang Abdul Naser, Kasat Pol PP, Kalak BPBD Solahudin Nopri,  Kadis Damkar M

Arsyad  dan para Kabag.

"Hari ini kita mengikuti pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2022 bersama presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor secara virtual," kata Bupati Cek Endra. 

Pada zoom meeting Rakor secara virtual ini Bupati Cek Endra dan pejabat yang hadir mendengarkan arahan presiden bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu dan sistematik serta lebih siaga dan antisipatif terhadap bencana.

"Sesuai arahan presiden, penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu dan sistematik serta lebih siaga dan antisipatif terhadap bencana, dan harus ada perencanaan yang matang dan terukur karena bencana terjadi setiap waktu di Indonesia," terang Bupati. 

Menurut penelusuran media ini yang dikutip dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah arahan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2022 di Istana Kepresidenan Bogor. 

Dalam arahannya, Presiden meminta BNPB untuk terus berbenah diri, antara lain dengan menerapkan budaya kerja yang lebih siaga, antisipatif, responsif, dan adaptif. Menurut Presiden, budaya ini penting mengingat bencana datang secara tidak terduga. Salah satu contohnya adalah pandemi Covid-19. Semua ketidakterdugaan itu harus ditangani untuk memperkecil risiko bagi masyarakat, bangsa  dan negara. 

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta BNPB untuk mengutamakan orientasi pencegahan. Presiden mengatakan bahwa beberapa jenis bencana dapat dikurangi atau dicegah sebelumnya, misalnya penghijauan dan penanaman vegetasi untuk mencegah terjadinya banjir maupun longsor. 

Selanjutnya, Presiden meminta agar pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama meningkatkan infrastruktur untuk mengurangi risiko bencana. Namun, Presiden mengingatkan agar infrastruktur tersebut tidak hanya ditingkatkan saja, tetapi harus dicek secara berkala. 

Di samping itu, Presiden juga meminta agar BNPB terus aktif mengajak aparat pemerintahan, baik pusat maupun daerah, untuk bersinergi agar program pembangunan yang dilakukan berorientasi pada tangguh bencana. Program pembangunan yang dilakukan diharapkan tidak menambah risiko bencana. 

Terakhir, Presiden mendorong BNPB untuk membangun sistem edukasi kebencanaan yang berkelanjutan, terutama di daerah rawan bencana. Hal ini penting dimulai sejak dini, agar masyarakat terlatih untuk tanggap menghadapi bencana. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre