Breaking News

Trauma Peristiwa Menimpanya, Saksi Korban Pingsan Saat Sidang

Photo Ilustrasi


Pasaman Barat,

Sidang tertutup kasus dugaan perbuatan asusila kepada korban anak di bawah umur digelar Pengadilan Negeri Pasaman Barat ditunda, kerena korban Bunga (nama samaran) alami pingsan saat ikuti sidang, Kamis (13/1/2022) di Pengadilan setempat.   

Ibu korban menuturkan kepada awak media bahwa tindakan dugaan perbuatan asusila ini berawal pada 17 Mei 2021 lalu, sekitar pukul 23:30 Wib, oleh tersangka / terdakwa RH warga Pasbar. Saat kejadian korban pada saat itu masih dibawah umur.

Ibu korban menambahkan dugaan asusila tersebut dilakukan di dalam rumah terdakwa. ternyata hubungan mereka sudah di intai oleh pemuda dan menggerebek mereka. 

"Kemudian korban dan tersangka RH di musyawarahkan warga dan jorong, alhasil musyawarah tersebut tidak membuahkan hasil, yang diinginkan keluarga korban adalah menikahkan antara RH dan Korban tetapi keluarga tersangka tidak mau ketika itu," kata ibu korban.

Kemudian di hari berikutnya keluarga tersangka mendatangi keluarga korban untuk mencari solusi namun tidak terjadi kesepakatan kedua belah pihak.

"Karena tidak ada nya kesepakatan, kami keluarga korban melaporkan hal ini ke Polres Pasaman Barat untuk mencari keadilan. Beberapa bulan kemudian RH berhasil di tangkap di kota Medan. 

"Dengan laporan polisi nomor LP/114/V/2021/SPKT/RES PASBAR Tanggal 20 Mei 2021. RH ditetapkan Tersangka dan sidang hari ini. Saat sidang korban pingsan,  hingga Sidang ditunda," sebutnya.

Saat dikonfirmasi ke kasi intel Pasaman Barat Elianto ,SH membenarkan bahwa kasus ini sudah disidangkan tertutup. Pada hari agenda sidang pembuktian keterangan saksi dan saksi korban. Pasal yang di kenakan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 81 ayat 2 dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Persidangan pada hari terpaksa ditunda karena merasa shock karena tekanan psikologi sempat pingsan ketika persidangan dan hakim memutuskan sidang di tunda Kamis depan," katanya.

Ibu korban juga mengadukan nasib yang menimpa anaknya tersebut ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasbar. 

Ia meminta adanya pendampingan Psikiater untuk korban karena hal ini sangat di butuh kan saat ini. 

Sementara Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak akan menyediakan Psikiater yang rencananya akan di datangkan dari kota Padang.


(FN)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre