Breaking News

Puluhan Tahun Merintih, Warga Transmigrasi UPT 2 KTM Belum Terima Lahan Usaha


OGAN ILIR, Figurnews.com  – Sudah 13 tahun lamanya penderitaan warga masyarakat Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) tepatnya di UPT 2 ,Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, provinsi sumatera selatan , belum mendapatkan lahan usaha satu, lahan usaha dua.

Kurang lebih ada 300 Kepala Keluarga  masyarakat Transmigrasi  ditempatkan  di UPT 2 sejak tahun 2008 yang lalu, dan sampai saat ini tahun 2022, Lahan Usaha satu dan Lahan Usaha dua belum juga di dapatkan oleh Warga.


Dari pantauan awak media di lapangan Jumat (7/1/2022) akibat hal tersebut warga setempat sangat mengeluh dan berharap kepada  presiden  Jokowi   untuk membatu menyelesaikan lahan yang belum didapat oleh warga Ternsmigasi UPT 2 KTM, Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir .

Gino , salah satu warga dusun 4, UPT 2  Desa Sungai Rambutan mengatakan, sejak tahun 2008 lalu ditempatkannya di Trensmigasi kota Terpadu Mandiri (KTM)  UPT 2 namun sampai saat ini  belum mendapatkan lahan usaha satu dan lahan usaha dua.

" Penderitaan selama puluhan tahun kami menunggu lahan usaha namun, hingga 2022 belum juga kami dapatkan . Hanya  lahan  perumahan berukuran 25X100 meter  yang kami dapatkan itupun, di dataran rendah dan sering di landa banjir tahunan," ungkap Gino.

Selain itu, Ia juga  berharap  kepada bapak presiden Jokowi  untuk segera membantu menyelesaikan persoalan lahan usaha satu dan dua, sehingga masyarakat Transmigrasi dapat berkebun dan ekonomi masyarakat setempat cepat berkembang dan stabil seperti daerah- daerah lainnya yang ada di wilayah Sumatera," harapnya.


Kemudian senada, warga setempat Suroto  juga mengatakan kepada awak media,  bahwa Transmigrasi sudah 13 tahun lamanya , namun belum mempunyai lahan usaha. " Kehidupan masyarakat sini belum sejahtera bahkan sangat menderita ," ungkapnya Suroto.

Suroto juga menambahkan bahwa , Di tempat ini sering dilanda banjir tahunan pada saat musim penghujan tiba apalagi, kondisi lahan pekarangan rumah yang cukup rendah sehingga tanaman tahunan pun tak bisa hidup dengan normal," imbuhnya.

Sementara di tempat terpisah Antoni ketika di bincangi awak media juga mengatakan bahwa, di sini hanyalah pekarangan rumah saja yang kami tunggu karena lahan usaha lainnya belum dapat. 

" Kami di UPT 2 ini bisa bertahan hidup dengan keluarga selama 13 tahun sudah syukur Alhamdulillah, karena tidak ada lahan usaha,"pungkasnya.

Ia juga berharap kepada pemerintah atau Instansi terkait untuk segera mengupayakan  lahan usaha satu dan usaha dua secepat mungkin sehingga dapat berusaha cocok tanam serta bisa berkembang dan maju seperti di daerah lainnya.

" Semoga saja Bupati Ogan Ilir dan  Gubernur Sumatera Selatan juga mendengar rintihan warga masyarakat UPT 2  KTM, Desa Sungai Rambutan," tutupnya Antoni.

Sayangnya hingga berita ini di terbitkan oleh redaksi dari pihak pemerintah terkait hingga kini belum ada yang bisa di hubungi. (Dr)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre