Breaking News

PENIPUAN BERKEDOK DEBT KOLEKTOR ACC FINANCE?


Kab. Solok, Figurnews.Com
-- Maraknya penarikan Unit mobil yang dilakukan Debt Colektor, ACC Finance Kota Padang tak obahnya Penipuan berkedok penarikan, tunggak bayar dari Debitur. Penarikan tanpa didasari dengan surat tarik yang benar. Bahkan surat tarik yang ditandatangani Debitur, tidak diketahui jenis apa kendaraan yang akan ditariknya.

Hal itu terjadi pada Khairul, debitur pada ACC Finance cabang Kota Padang, dengan Unit DAIHATSU SIGRA 1.2 R MT-2018. Dept Colektor ACC Finance, menggunakan Surat tarik berupa Berita Acara Penyerahan kendaraan dengan Nomor Kontrak 02.00.100020184.2, atas nama Debitur EFIS NIALDI, jenis kendaraan TOYOTA RUSH T.1.5 S MT2010, Nomor Polisi BA 1799 PS. Bahkan untuk menandatangani berita acara penyerahan, Khairul tidak diberitahu surat apa yang harus ditandatangani, karena kepala surat yang akan ditandatangani ditutup dengan tangan, sang Debt Colecptor. 

Menyikapi penarikan Unit Mobil Merk DAIHATSU SIGRA, menggunakan data mobil TOYOTA RUSH, Khairul yang merupakan debitur pada ACC FINAANCE, pada Figurnews.Com di kediamanya, Sago Balerong Kabupaten Solok, menerangkan bahwa Penarikan seperti itu merupakan salah satu bentuk penipuan. “Unit mobil yang atas nama saya sebagai debitur, merk DAIHATSU SIGRA, Nomor Polisi BA 1549 PK. Sedangkan surat berita acara penyerahan Unit yang saya tanda tangani, untuk Unit mobil TOYOTA RUSH, dengan Nomor Polisi BA 1799 PS, atas nama Efis Nialdi”. 

“Apa yang dilakukan Debt Colecptor, ACC Finance, merupakan bentuk Penipuan. Karena surat Berita Acara Penyerahan yang saya tanda tangani bukan dokumen Unit Mobil yang saya sebagai Debiturnya. Melainkan surat tersebut dokumen milik orang lain, dimana orang tersebut tidak saya kenal”. Ujar Khairul.

Kata Khairul lebih jauh, “saya kredit mobil itu dengan durasi 5 tahun. Sekarang ini pembayaran sudah berlangsung selama 37 bulan. Sisanya Hanya lebih kurang selama 23 kali pembayaran. Apakah hanya karena terlambat membayar angsuran untuk masuk 3 kali pembayaran, unit mobil ditarik. Itu kan tidak Feer”. 

“Apa lagi yang harus saya lakukan, mobil saya ditarik oleh ACC Finance menggunakan dokumen Palsu. Saya dipaksa untuk menandatangani Dokumen tersebut tanpa saya tahu apa isi dari dokumen itu. Setelah dokumen saya tanda tangani, unit mobil tidak bisa saya bawa pulang, dan waib ditinggal”. Katanya, menyesalkan. 

“Sampai kapanpun, akan saya perjuangkan, unit mobil saya yang ditarik dengan menggunakan data Palsu. Cara preman-preman pasar yang digunakan ACC Finance sebagai tenaga penarik Unit, akan saya bawa keranah hukum. Baik itu hukum pidana dengan penipuannya maupun hukum perdata menahan mobil saya”. Ujarnya dengan nada tinggi. 

Ditilik dari cerita Khairul dengan data yang ada, tampaknya ACC Finance melakukan segala cara untuk mendapatkan unit yang tunggak bayar. Tidak perduli cara yang digunakan melanggar Hukum atau tidak. Diduga Prinsip yang dipakai ACC Fiance, yaitu unit yang nunggak bayar wajib ditarik, meski menggunakan Dokumen Palsu. 

Menyikapi peristiwa yang demikian, penegak hukum tidak boleh tinggal diam. Polisi, wajib menindak tegas praktek-praktek yang diduga sejenis Perampokan, Penipuan berkedok Tarik Unit dari lesing-lesing, tanpa terkecuali, meski, itu ACC Finance. (Berita masih memerlukan Konfirmasi Pihak ACC dan Polri). (FN.02).      

 

  

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre