Breaking News

 Ari Nurprianto: Menyingkirlah Kalian Para Penghujat-Pemfitnah-Pencacimaki, Kalau Berhasil Ikut Nikmati Pula

Jakarta - Figurnews.com - Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) punya jalur perjuangan sendiri. Sehingga atas adanya surat sikap resmi Garda kepada Pemerintah cq Kemenhub RI tembusan kepada Presiden RI, DPR RI, Kapolri dan BIN yang dibocorkan oleh oknum-oknum adalah untuk memecah-belah perjuangan para driver ojol.

"Mereka para penghujat, pemfitnah dan pencaci- maki perjuangan driver OJol adalah orang yang tidak bertanggung - jawab dan suka"makan tulang kawan", ujar Ketum Team Khusus Anti Begal (TEKAB) Ari Nurprianto SH MKn, Rabu (5/1/2/2022) pagi di Mako TEKAB, Jalan Kodam Raya 6A Jakarta Pusat 10510. 

Menurut Ari dalam isi surat tersebut juga Garda tidak menyerang hak azasi, martabat dan harga diri rekan-rekan atau pihak-pihak yang akan berjuang melaksanakan aksi demo. Jadi, tidak ada alasan untuk merasa dirugikan. 

Yang mau berjuang dengan aksi demo silahkan tunaikan hak berdemokrasinya. Dan yang tidak ikut aksi demo juga punya hak untuk mekanik pilihannya sendiri. Ini serius merupakan bagian dari demokrasi.

Adapun munculnya pihak-pihak penghujat, oknum fitnah dan barisan sakit hati hanya akan menimbulkan pecah belah perjuangan.

Namun ingat bahwa Garda sejak awal pelopori aksi demo massa besar OJol 27 Maret 2018  ke Istana Merdeka dan 23 April 2018 ke  DPR RI yang menghasilkan tarif diatur oleh Pemerintah, bukan aplikator lagi. 

Sementara itu Kadiv Hukum LBH TEKAB Suta Widhya SH menyatakan bahwa dua kali Garda pelopori Rapat Dengar Pendapat Umun (RDPU) bersama Komisi V DPR RI dalam Prolegnas Jangka Panjang untuk mengamandemenkan UU No.22/2019 LLAJ agar ojol memiliki payung hukum berdasarkan Undang-Undang.

"Bagi yang tidak paham langkah perjuangan Garda dan hanya cari sensasi dengan menghujat, membuat  fitnah dan hanya caci maki di medsos di whatsapp group silahkan saja, itu hak anda. Tapi, nanti lihat apa yang kami dapat, kalian semua juga akan nikmati," Ujar Suta. 

Namun Garda tidak akan pernah berhenti berjuang bagi regulasi ojol, tentu dengan caranya sendiri, baik dengan cara pendekatan birokrasi kepada elite politik maupun kepada pembuat kebijakan, para pimpinan-pimpinan Negara. Yang mau berjuang dengan aksi demo, silahkan Yang mau berjuang dengan aksi sosial, silahkan Yang mau berjuang dengan aksi akademik, silahkan Yang mau berjuang dengan aksi birokrasi, silahkan Semua masih dalam satu koridor perjuangan bagi hak dan regulasi driver ojol.

Bagi yang masih berpikir sempit dengan hanya menghujat, caci maki dan fitnah maka andalah sejatinya para musuh pejuang, karena sesama pejuang tidak pernah mencaci maki, menghujat dan memfitnah.

Pejuang sejati tidak akan terbawa alur main para penghujat, pemfitnah dan penyerang harga diri martabat pejuang lain, untuk memecah belah langkah perjuangan driver ojol.Aksi demo kali ini menemui Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan Istana Merdeka untuk menuntut lahirnya payung hukum bagi ojol.

(DP)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre