Breaking News

Mampukah Kontraktor Menyelesaikan Pekerjaan Dengan Bobot 62% Dalam Perpanjangan Waktu 50 Hari?


Kota Payakumbuh, Figurnews.com -
Pembangunan Prasarana Sungai Batang Pulau Kota Payakumbuh yang diperkirakan selesai pada akhir bulan Desember 2021.

Pekerjaan tersebut terlaksana dari anggaran APBD Provinsi Sumbar dan dikerjakan oleh CV. Serasi Bersama dengan nilai kontrak Rp. 1.731.247.839.78.

Namun, salah satu proyek yang berada dibawah naungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumbar ini tidak bisa selesai dengan waktu kontrak pertama selama 162 hari kalender.

Selama 5 bulan lebih bekerja, CV. Serasi Bersama hanya mampu melaksanakan bobot pekerjaan sebesar 38% saja.

Hal tersebut diketahui setelah Media ini mengkonfirmasikan kepada PPK Wilman (30/12/21) melalui pesan WhatsApp beberapa kali.

Kini proyek tersebut diperpanjang masa kontrak hingga 50 hari kedepan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Yang menjadi pertanyaan Media ini, apa yang menjadi dasar pertimbangan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam memberikan perpanjangan waktu?

Sedangkan, dalam masa kontrak pertama selama 162 hari, bobot pekerjaan hanya 38%.

Nah, mampukah CV. Serasi Bersama melaksanakan bobot pekerjaan sebesar 62% dalam 50 hari kedepan?

Untuk mengetahui lebih lanjut, Media ini mengkonfirmasikan lagi pada PPK dikegiatan tersebut, yang mengatakan,

"Di tahun 2021 terutama bulan September - Desember, sering terjadi hujan dan naiknya muka air, dan di bulan Januari dan Februari diperkirakan curah hujan tidak setinggi tahun 2021.

"Sedangkan kesiapan pekerjaan hampir mencukupi, besi sudah dirakit, tapi tidak bisa kita jadikan bobot pekerjaan.

"Sedangkan untuk persiapan pekerjaan itu sudah menunjukkan progres, untuk material akhir tahun kemarin cukup sulit didapat karena semua paket pekerjaan saling memburu progres pekerjaan, di januari nanti pekerjaan baru belum dimulai, itu akan memudahkan penyedia mendatangkan material, didukung pernyataan kesanggupan oleh kontraktor," kata PPK itu.

Kalau dilihat dari jawaban PPK diatas, disitu menyebutkan curah hujan tinggi dan sulit mendapatkan bahan material.

Kalau kita bicara mengenai curah hujan tinggi, tentu data tersebut hanya pihak BMKG yang mengetahui.

Dan kalau mengenai bahan material, dipekerjaan itu, bahan yang lebih banyak dipakai kerikil biasa dan pasir.

Sedangkan kerikil biasa banyak terdapat di tempat tempat bongkar muat yang disediakan masyarakat.

Kenapa Media ini bisa mengatakan kerikil biasa itu banyak, dinas PUPR kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota tidak memakai kerikil biasa tersebut, yang dipakai (batu pecah / split).

Yang lebih penting lagi (dari pantauan Media ini dilapangan) pihak Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi agar lebih ketat lagi dalam bidang pengawasan dipekerjaan tersebut.

Agar, jarak pemasangan besi ke besi tidak lagi berbeda (sama jaraknya). (FN 053)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre