Breaking News

Bupati Cek Endra Bersama Polda Jambi dan Kodim 0420/Sarko Selesaikan Komplik SAD dengan Sangat Humanis


Sarolangun (JAMBI) Figurnews.com- Penyelesaian Komplik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi dengan karyawan (Security)  PT. Primatama Kreasi Mas (PKM) dilakukan dengan sangat humanis. Penyelesaian ditempuh  melalui Hukum Adat (Local wisdom) daerah setempat dan secara Hukum Positif (Pidana) yang sekarang dalam proses penyelesaian. 

Penyelesaian yang sangat humanis ini salah satunya dilakukan secara hukum adat dengan Deklarasi Damai Warga Kecamatan Air Hitam dan Penandatanganan Perdamaian antara Pelaku (SAD) dengan Security PT. PKM, Senin 10 Januari 2022 yang terselenggara dengan sukses di kantor Kecamatan Air Hitam, berkat tangan dingin Bupati Sarolangun Cek Endra dan jajaran Pemkab Sarolangun bersinergi dengan Polda Jambi dan jajaran Kodim 0420/Sarko.

Deklarasi Damai ditantatangani Waka Polda Jambi Brigjen Pol Yudawan Roswinarso SH MH, Kapolres Sarolangun AKBP. Anggun Cahyono, S. I. K, Dandim 0420/Sarko Kol Inf Tomi Radyansah Lubis, Bupati Cek Endra, Lembaga Adat, Danramil, Camat Air Hitam dan Perwakilan tiga kelompok masyarakat setempat.

Sedangkan Penandatanganan Perdamaian antara Pelaku (SAD) dengan Security PT. PKM (Korban) ditandatangani oleh Pelaku dan korban beserta Lembaga Adat, disaksikan Bupati Cek Endra dan para pihak terkait. 

"Berkat kerjasama kita semua, Alhamdulillah hari ini kita sudah menandatangani deklarasi damai warga Kecamatan Air Hitam dan  menyaksikan Penandatanganan Perdamaian antara Pelaku (SAD) dengan Security PT. PKM (Korban), damai secara adat dan damai secara hidup berdampingan dengan masyarakat desa terdekat dimana warga SAD berdomisili," kata Bupati Cek Endra. 

Dalam perjanjian damai ini ada pernyataan sikap pelaku tidak akan mengulangi perbuatan yang dilarang, baik itu mengganggu kebun perusahaan maupun perbuatan lainnya yang merugikan pihak lain. 

Bupati mengharapkan dengan adanya perdamaian, ke depannya permasalahan SAD khususnya di Kecamatan Air Hitam bisa diminimalisir dan bagaimana upaya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan maupun pemberdayaan SAD. 

"Ini bisa kembali berjalan dengan komunikasi yang jauh lebih baik dari hari-hari kemarin," ujar Bupati. 

Sebagaimana diketahui bahwa Pemkab Sarolangun sudah banyak memberikan bantuan pemerintah kepada SAD, namun masih ada juga kejadian yang tidak diduga hingga menyebabkan komplik sosial. Bupati Cek Endra begitu memanusiakan SAD sebagai masyarakat umumnya begitu pun dalam pendekatan humanis dalam hal  kesepakatan damai ini, menganggap SAD setara dengan masyarakat desa lainnya, Ia juga menyebut SAD sebagai keluarga masyarakat Kabupaten Sarolangun. 

"Mudah-mudahan ini menjadi cambuk bagi kita semua, bahwa keluarga kita SAD ini perlu lebih mendapat perhatian khusus pada masa-masa yang akan datang," ucap Bupati Cek Endra. 

Ke depannya, Bupati Cek Endra meminta kepada perusahaan untuk memberdayakan SAD, mempekerjakan mereka dengan gaji yang setara karyawan.  Menurutnya kemungkinan penyebab kejadian seperti penyebab komplik ini adalah masalah ekonomi. 

"Mari sama-sama kita bina SAD ini, dari pemerintah sudah banyak perhatian, warga SAD sama seperti masyarakat Sarolangun lainnya, tidak ada bedanya. Mudah-mudahan dengan membina situasi kamtibmas ini, kades pun harus komunikatif dengan SAD, sama seperti dengan warga lainnya, Saya yakin tidak ada lagi perbedaan," ungkap Bupati. 

Bupati mengatakan yang dilakukan hari ini adalah damai secara adat, sedangkan proses hukum tetap berjalan. 

"Tindakan secara hukum, prosesnya terus berjalan, dan belum sidang, ini 'kan secara adat yang kita damaikan, kita tunggu saja bagaimana hasilnya," imbuh Bupati. 

Pada ksempatan ini, Waka Polda Jambi Brigjen Pol Yudawan Roswinarso SH MH atas nama Kapolda Jambi menyampaikan rasa hormat kepada Bupati Cek Endra, Dandim Sarko beserta jajarannya dan kepada Gubernur Jambi terhadap penyelesaian secara adat sebagai 'local wisdom' (kearifan lokal.red) atas komplik yang ada di Sarolangun. 

"Syukur alhamdulillah, penyelesaian secara hukum adat ini dapat terbentuk dengan baik dan dapat dilaksanakannya perjanjian untuk kesepakatan damai, ini tidak mudah dan perlu waktu tiga sampai empat bulan untuk duduk bersama," katanya.

Ia mengatakan dalam komplik ini, terkait hukum positif, prosesnya sedang berjalan dan pelaku masih ditahan di Polres Sarolangun dan sedang proses pelimpahan ke kejaksaan.

"Nanti begitu P21 (lengkap), kita limpahkan tersangka dan barang buktinya, saya kira tidak lama lagi karena penahanan sudah berjalan beberapa bulan, semoga segera selesai," ucap Waka Polda. 

Wakapolda menyebut ini adalah contoh yang baik di Provinsi Jambi, bagaimana menyelesaikan permasalahan, bagaimana mengatasi permasalahan tetapi juga mencoba untuk mengkomunikasikan dan mengkondisikan masyarakat dengan sebaik-baiknya sehingga tetap timbul komunikasi yang baik, yang menghasilkan tidak adanya benturan.

"Momentum ini mohon dipakai juga untuk wilayah-wilayah lain, karena momentum ini sangat berharga, tidak harus mereka mengalaminya, tetapi belajar lah dari pengalaman," imbau Waka Polda. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre