Breaking News

Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi untuk KP Berkelanjutan

Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi untuk KP Berkelanjutan 


JAKARTA - FIGURNEWS.COM- (29/12) - Keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia tidak lepas dari peran penting riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang unggul. Dalam mewujudkan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) sebagai Eselon I KKP terkait, memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan SDM dan riset yang inovatif untuk pembangunan nasional. 

Pada 28 Desember 2021, BRSDM melalui Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) menyelenggarakan Ekspos Hasil Riset BBRP2BKP tahun 2021, bertajuk “Inovasi Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi untuk Pembangunan Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan”. Sebagai informasi, BBRP2BKP memiliki fungsi untuk melaksanakan riset strategis pengolahan produk dan bioteknologi kelautan dan perikanan, yang meliputi riset pengolahan dan pengembangan produk, keamanan pangan dan lingkungan, rekayasa alat, dan bioteknologi serta kajian aplikasi hasil riset kelautan dan perikanan berdasarkan kebijakan teknis Kepala BRSDM. 

“BRSDM berkomitmen penuh mendukung program prioritas KKP melalui pengembangan dan penguatan kapasitas riset. Output riset yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan dan pengambilan kebijakan oleh direktorat teknis yang merupakan stakeholder BRSDM. Di bidang pascapanen dan bioteknologi kelautan perikanan, hasil riset berupa rekomendasi atau policy brief telah banyak disampaikan kepada pengambil kebijakan dalam bentuk rancangan SNI (RSNI) seperti ikan fermentasi, teh rumput laut, metode uji formaldehida untuk mengetahui apakah terdapat kandungan formalin pada produk perikanan, metoda uji gel bloom, dan lainnya,” terang Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro. 

Dengan terlaksananya pemanfaatan hasil riset, pihaknya pun berharap adrenalin para peneliti dapat semakin terpacu untuk menghasilkan riset kelautan dan perikanan yang bermanfaat dalam implementasi ekonomi biru yang mengedepankan prinsip ekologi dan penguatan aspek ekonomi. 

Di samping itu, Kusdiantoro juga mendorong agar riset yang dihasilkan dapat tersampaikan dan dikomunikasikan kepada lembaga terkait maupun stakeholders untuk mendorong percepatan pemanfaatan hasil riset, sehingga tidak hanya tertuang dalam publikasi ilmiah semata. 

Karenanya, dalam kesempatan tersebut turut diserahkan Output Hasil Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 2021, sebanyak 6 teknologi dan 6 rekomendasi kepada Eselon I KKP, yakni  Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). 

Dari teknologi dan rekomendasi yang diserahkan, tiga di antaranya mendorong peningkatan nilai tambah produk yaitu teknologi produksi bijih bioplastik dan oligosakarida untuk aplikasi pangan dan kesehatan dari agar; teknologi pembekuan udang yang memenuhi 

persyaratan internasional; dan teknologi produksi hidrolisat protein ikan dari jenis ikan dengan nilai ekonomi rendah. Selain itu, dua buah teknologi lainnya merupakan implementasi dari teknik produksi bersih melalui pemanfaatan hasil samping perikanan yaitu teknologi produksi minyak ikan dari hasil samping filet patin dan pupuk hayati dari hasil samping rumput laut. BBRP2BKP juga telah menghasilkan enam buah rekomendasi yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengendalian dan pembinaan mutu produk kelautan dan perikanan yang meliputi rekomendasi metode uji kandungan formalin, mikroba, mikroplastik; pemanfaatan ikan dengan nilai ekonomi rendah untuk surimi; perhitungan susut hasil produk perikanan dan perancangan SNI untuk produk agar. 

“Komunikasi riset menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan dan program pemerintah. Kegiatan Ekspos Hasil Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan tahun 2021 merupakan inisiasi yang baik dalam mengomunikasikan hasil riset kepada ditjen teknis sebagai pengambil kebijakan di KKP. Acara ini kita dedikasikan kepada KKP khususnya Eselon I, agar dapat langsung memanfaatkan teknologi hasil riset BRSDM. Sehingga apa yg dihasilkan tidak hanya sampai di bawah meja tetapi bermanfaat dalam membuat rumusan kebijakan, regulasi, atau pengembangan teknologi,” papar Kusdiantoro. 

Direktur Jenderal PDSPKP, Artati Widiarti, dalam kesempatan tersebut  menuturkan bahwa PDSPKP menghargai hasil pengembangan riset BBRP2BKP, pasalnya riset dan inovasi adalah kunci peningkatan daya saing di pasar global. 

“Peneliti adalah pilar utama untuk mendukung riset dalam menentukan arah kebijakan nasional. Kita berharap dukungan riset untuk sektor kelautan dan perikanan dapat terus berjalan dalam menciptakan kemajuan bangsa. Saya harap penelitian yang sudah ada juga dapat dilanjutkan sehingga mampu diterapkan secara komersial,” ungkapnya. 

Artati juga berharap hasil riset seluruh Eselon I KKP dapat saling berkesinambungan dan setiap Eselon I tidak hadir sebagai 'superman' tetapi sebagai 'super team', yang dapat saling bahu membahu, mendukung dalam pencapaian tujuan organisasi  bersama. 

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Mutu, Widodo Sumiyanto. Mewakili Kepala BKIPM, Widodo menyambut baik hasil penelitian BBRP2BKP dalam meningkatkan mutu produk ekspor sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi penolakan produk perikanan Indonesia di pasar global. Tentunya jaminan mutu sangat penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia. 

“BKIPM sangat berterima kasih atas hasil riset yang dihasilkan oleh BBRP2BKP. Terkait riset tentang formalin contohnya, kami selalu mendapat laporan dari masyarakat hingga mendapat atensi pihak berwajib. Dengan adanya metode uji formaldehida, menjadi solusi dalam mengatasi masalah tersebut,” ucapnya. 

Widodo pun berharap seluruh pihak dapat mendukung terciptanya jaminan mutu perikanan serta keamanan pangan agar produk perikanan Indonesia dapat diterima di pasar domestik dan internasional. Widodo juga berharap agar BBRP2BKP dapat terus menghasilkan riset dan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman dan isu yang berkembang. 

Di akhir kesempatan, Kusdiantoro, bersama Artati, Widodo dan rombongan lainnya, meninjau mini pameran produk BBRP2BKP, di antaranya BioSALT Eucheuma, Kertas Seni dari Serat Limbah Pengolahan Agar, Algi Print, AgarBakto, Ferti-SEA, Oligosakarida Agar, Alginat, hingga Sabun Rumput Laut Ramah Lingkungan. 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penguatan riset merupakan salah satu modal penting dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Terlebih pengelolaan sektor kelautan dan perikanan kini mengedepankan prinsip ekonomi biru. Penerapan prinsip ekonomi biru yang didukung oleh riset diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan, serta menjaga ekosistem tetap lestari.  

HUMAS BRSDM.


(DP)


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre