Breaking News

Restoratif Justice, Kejaksaan Negeri Pasbar Hentikan Penuntutan Dua Perkara


Pasaman Barat, Figurnews.com--
Dua perkara di Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, (Kejari Pasbar) Sumatera Barat dihentikan penuntutannya. Kedua kasus telah diselesaikan melalui jalur program keadilan restoratif.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana didampingi kasi Pidum Muslianto dan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra dan Arvy telah mengatakan pihaknya menghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif Justice sebanyak 2 (dua) perkara.

"Perkara pertama yaitu Perkara Tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka Jonaidi terhadap Korban Doni Hendra Makri," sebut Indra, di Simpang Empat, Senin (6/12).

"Sedangkan Perkara yang kedua yaitu Perkara Pengrusakan yang dilakukan secara bersama-sama oleh tersangka Doni Hendra Makri dan M. Rizal. Terhadap korban Jonaidi, dengan kata lain mereka tersebut diatas saling melaporkan perbuatan Pidana dengan tindak Pidana yang berbeda-beda yaitu pasal 351 ayat 1 KUHP dan Pasal 406 KUHP.

"Bahwa sebelum dilakukan penghentian Penuntutan diantara mereka yang saling melaporkan perbuatan Pidana tersebut terlebih dahulu dilakukan Upaya Perdamaian,"

Setelah dilakukan Upaya perdamaian maka dilaksanakan Proses Perdamaian, dimana Proses Perdamaian telah dilakukan pada hari Senin tanggl 29 November 2021, dengan hasil perdamaian tanpa syarat.

Setelah menjalani proses perdamaian maka sebelum dilakukan Penghentian Penuntutan terlebih dahulu dilakukan permintaan persetujuan dari Pimpinan yaitu Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Padang yang dilanjutkan dengan dilakukan Ekspose terlebih dahulu dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum,

Berdasarkan Ekspose tersebut Jaksa Agung Tindak Pidana Umum menyetujui dilakukannya penghentian Penuntutan atas perkara yang dilakukan oleh Jonaidi, Doni Hendra Makri dan M. Rizal.

Bahwa perkara tersebut bisa dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif Justice karena telah memenuhi Kriteria untuk dilakukannya penghentian Penuntutan, yaitu telah terjadinya perdamaian diantara mereka tersangka dengan masing masing korban

"Bahwa mereka tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Bahwa ancaman Pidana terhadap perbuatan mereka tersangka tidak lebih dari 5 tahun," jelas Indra.

"Untuk mencapai keadilan, kemanfaatan dan Kepastian hukum, serta untuk menciptakan keharmonisan di dalam masyarakat maka dianggap perkara dari masing-masing mereka tersebut diatas lebih tepat untuk dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan keadilan Restorative Justice karena sudah memenuhi kreteria untuk dilakukan Restorative justice," ungkapnya lagi

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre