Breaking News

Rektor Unsri Jatuhkan Tiga Sanksi Bagi Oknum Mencoreng Almamater

Palembang, Figurnews.com,-

Sebelumnya Universitas Sriwijaya dihebohkan oleh dugaan kasus pelecehan oleh oknum dosen terhadap mahasiswi. Sampai saat ini kasus masih dalam tahap klarifikasi oleh pihak rektorat terhadap korban.

Namun, Saat bersamaan juga oknum dosen melaporkan dan mengakui ada ke khilapan yang telah dilakukannya terhadap mahasiswa. Pihak Unsri langsung ambil sikap tegas dan memberikan sanksi berat terhadap dosen tersebut sejak tanggal 18 November lalu dan dijatuhi tiga Sanksi Sekaligus

"Bersangkutan sudah diberikan sanksi dan sanksinya sangat berat menurut saya ,pertama kehilangan hak untuk mendapatkan pangkat dalam kurun waktu empat tahun, kedua dicopot dari jabatannya dan ketiga kehilangan hak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi,"kata Wakil Rektor 1 Prof. Ir. Zainuddin Nawawi, Ph.D didampingi oleh Dekan FISIP Prof. Dr. Alfitri, M.Si. dan Andreas ketua jurusan ilmu komunikasi Universitas Sriwijaya saat ditemui diruang kerjanya,Rabu (01/12/2021).

Menurut Zainuddin, Pihak mendapatkan informasi dan membacanya langsung bahwa mahasiswi Unsri melaporkan kasus dugaan pencabulan terhadap dirinya ke Polda Sumsel.

"Kemarin kami mendapatkan informasi dan membaca langsung bahwa mahasiswi di salah satu fakultas yang katanya kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum dosen dan melaporkan ke Polda Sumsel, sebenarnya itu adalah hak yang bersangkutan dan tentunya kewajiban polisi juga menerima laporan,"ucapnya

Namun, terkait dengan laporan tersebut sebenarnya dengan Pihak Unsri sendiri sudah terselesaikan sejak dua Minggu lalu.

"Tetapi sebenarnya kasus ini sudah selesai, dalam arti sebelumnya Unsri sudah menerima laporan dari fakultas dan jajaran fakultas dilakukan verifikasi terhadap kebenarannya dan rektor membentuk tim etik dan saya mengetuainya di komisi etik ini. Nah terkait apa yang sudah disampaikan oleh Dekan Fakultas dan kita menyikapinya untuk memanggil oknum dosen tersebut,"jelasnya

Dari sanalah pihaknya mendapatkan pengakuan langsung dari Oknum Dosen, atas pengakuannya bahwa ia merasa khilaf dan pihaknya memberikan Sanksi se adil-adilnya karena terjadinya sesuatu karena adanya ruang.

"Nah oknum Dosen mengakui semua yang telah ia lakukan, dan oknum dosen tersebut mengaku khilaf. Dan kami menghargai atas kejujurannya, namun tetap harus mendapat resiko dari suatu kesalahan yang diperbuatnya

Untuk itu kedepannya lanjut Zainuddin, untuk mengantisipasi kejadian berulang pihak membentuk Satgas sesuai dengan ketentuan permen Kemendikbud ristek no 30 tahun 2021 dan sudah terbentuk.

"Rektor membuat surat edaran kepada dekan agar mensosialisasikan terkait permen Kemendikbud ristek no 30 tahun 2021 pencegahan seperti apa, dan membentuk satgas dan personalnya sebagian besar akan di isi oleh Mahasiswi Unsri sendiri,"ujarnya

Selain itu Rektor menghimbau baik pada Dosen pembimbing maupun Mahasiswi agar tidak melakukan kegiatan akademik di luar jam yang sudah ditentukan.

"Kemudian Kampus untuk melakukan kegiatan akademik di jam kerja, namun masalahnya kadang-kadang waktu untuk bimbingan sendiri tidak seperti kuliah inikan perorangan kalau 20 sampai 30 orang semuanya dalam jam kerja maka Dosen tidak ada waktu mengajar. Untuk itu tetap boleh dilakukan tapi bukan jam malam dan bimbingan pun harus dilakukan dikantor dan bukan hari libur," harapnya

Atas kejadian ini juga, Rektor sudah melakukan laporan langsung ke Dirjen diktiristek bahwa sejak dua Minggu lalu oknum Dosen yang diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswi sudah dijatuhi hukuman

"Dari awal sudah di pantau oleh Dirjen, karena berita seperti itu rektor melaporkan bahwa sejak tanggal 18 lalu sudah di berikan sanksi terhadap oknum Dosen tersebut,"pungkasnya.(Fera)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre