Breaking News

Rektor : Mahasiswa Unsri Tidak Boleh Tamat di Atas 5 Tahun

Palembang, Figurnews.com,-

Wisuda Universitas Sriwijaya (Unsri) ke-157 yang diikuti oleh 1.075 alumni diikuti secara Daring,Terdiri dari Program Pasca Sarjana 129 orang, program Sarjana Strata satu 880 orang, program Diploma 66 orang. di Fakultas hukum Rabu (15/12/2021). 

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE, IPU., menyebutkan bahwa Mahasiswa Unsri tidak boleh lagi ada yang lulus diatas lima tahun, untuk itu Unsri menerapkan sistem pembelajaran pelayanan, dosen wajib mengedepankan kepentingan mahasiswa untuk belajar. 

"Pola belajar seperti penjajahan tidak ada lagi sejak Mendikbud-Ristek pak Nadiem Makarim. Beliau membersihkan pola seperti penjajahan dengan sistem Merdeka Belajar. Sebagai contoh dosen disumpah untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, tapi dulu ada saja dosen yang ketika mahasiswa mau menghadap bimbingan beralasan tidak bisa karena sibuk. Sekarang, dosen juga mengedepankan pola kekeluargaan, bagi mahasiswa yang salah ditegur dan yang berprestasi diapresiasi. Selain itu, kita mengambil contoh pola di Malaysia, Brunai dan Singapura dimana dalam risetnya dosen dan mahasiswa tidak berbeda,"sebut Anis

Lebih lanjut kata Anis, kalau dihitung antara jumlah mahasiswa baru dengan mahasiswa tamat itu seimbang, dalam arti mahasiswa di Unsri tamat tepat waktu

jika dihitung dari jumlah mahasiswa yang masuk dengan jumlah mahasiswa yang keluar di Unsri itu sudah seimbang. Kita dalam setahun melaksanakan 6 kali wisuda. Untuk saat ini rata rata mahasiswa sudah tepat waktu semua yang menamatkan pendidikan di Unsri, kalaupun ada terlambat itu karena sakit atau ada kegiatan lain. Tapi tidak ada lagi yang tamat lebih dari 5 tahun,"ungkapnya

Selain itu, Unsri juga memperjuangkan mahasiswanya yang memiliki ekonomi rendah, jangan sampai ada mahasiswa yang putus menempuh ilmu karena tidak ada biaya.

"Tidak boleh ada mahasiswa yang ekonomi lemah menangis karena tidak bisa membayar uang kuliah. KIP kuliah di Unsri kuota awalnya 950 orang, ternyata yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan KIP kuliah mencapai 1.200 orang," katanya

Atas perjuangan Unsri, kata Anis di setujui oleh Mendikbud-Ristek, jika masih ada juga mahasiswa yang Misbar misalnya maka akan tetap diperjuangkan melalui UKT nya. Jadi Visi misi Yang sudah dilontarkan memang berjalan.

"Kita perjuangkan agar Unsri diberi 1.200 orang, dan kuota itu disetujui Mendikbud-Ristek. Kemudian kita tambah lagi 300 orang lagi. Kalau misal masih ada mahasiswa yang orang tuanya bangkrut, maka akan kita bantu UKT-nya. Sesuai visi saya tidak boleh ada mahasiswa menangis karena tidak bisa membayar bayaran UKT. Kalau ada mahasiswa yang kuliah dan ternyata orang tuanya mengalami masalah ekonomi, lapor ke saya atau Wakil Rektor 3 maka akan kita bantu UKT-nya,"jelasnya

Sebenarnya beber Anis, Kewajiban Perguruan tinggi memberikan KIP hanya 20 persen tapi Unsri memberikan KIP diatasnya.

"Kewajiban Perguruan Tinggi dalam memberikan KIP kuliah itu 20 persen. Dan Unsri telah memberikan bantuan KIP kuliah sampai 25 persen," pungkasnya.

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre