Breaking News

PILWANA PAKAN SINAYAN SISAKAN MASALAH, LEGITIMASI WALI NAGARI LANTIKAN BUPATI AWR DIPERTANYAKAN

Kantor Walinagari Balairon Pakan Senayan

AGAM, Figurnews.com -
Beberapa hari yang lalu (15/12/2021) Wali Nagari yang merupakan Representatif Suksesi Pemerintahan Kab. Agam, setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan Wali Nagari yang digelar untuk periode tahun 2021-2027. Pada kesempatan itu Bupati baru Kab. Agam mengambil sumpah jabatan 25 Wali Nagari, termasuk salah satunya adalah Wali Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu, Hendri  Supatman Dt. Kayo Nan Kuniang. Beliau dilantik sebagai Wali Nagari Pakan Sinayan untuk ke 3 kalinya.

Namun Pilwana kali  ini menyisakan banyak persoalan, baik dalam Tahapan Penyelenggaraan Pilwana, maupun Calon Wali Nagari, Panitia penyelenggara Pilwana dan panitia pengawas Pilwana  serta Panitia Pemilihan Kabupaten Agam.

Permasalahan Pilwana Nagari Pakan Sinayan mulai terlihat jelas pada tahapan registrasi bakal calon Wali Nagari, dimana Balon Wali Nagari Hendri Supatman,S.Ag, pada hari terakhir pendaftaran tidak hadir dan diwakilkan orang lain dan tidak memberikan kelengkapan dokumen syarat-syarat untuk menjadi Wali Nagari.  Secara jelas melanggar Perda Kabuapaten Agam nomor 12 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 tahun 2016 Tentang Pemilihan, Pengangkatan Dan Pemberhentian Wali Nagari Pasal 14 Ayat 2 yang berbunyi “Persyaratan sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 disampaikan oleh calon kepada panitia pemilihan pada saat pendaftaran “.

Serah terima Jabatan Walinagari Balairong

Berbeda perlakuan Panitia Penyelenggara Pilwana terhadap Bakal Calon Drs. H. Yondri St. Pamenan yang dokumen kelengkapan persyaratan administrasi diverifikasi oleh panitia sesuai dengan daftar ceklis persyaratan.

Hal tersebut mengundang pertanyaan, karena panitia menerima registrasi Balon Hendri Supatman,S.Ag dan Panitia Pengawas Pilwana diam, tidak menjalankan fungsinya yang diatur didalam Perda yang sama.

Kinerja Panitia Penyelenggara dan Panitia Pengawas Pilwana Pakan Sinayan yang tidak sesuai dengan fungsinya memunculkan ‘Paradigma Liar’ dikalangan masyarakat, Urang Rantau serta khususnya Balon Wali Nagari dan tim pendukungnya.

Praduga persekongkolanpun bermunculan, dan semakin menuai protes disaat calon Wali Nagari 6 tahun kedepan memenuhi undangan untuk memilih di TPS 4 dan kedapatan ‘bermain’ di TPS 3 disaat pemberian hak suara masih berlangsung. Padahal diketahui bahwasanya calon incumben tersebut sudah tidak menjadi warga Nagari Pakan Sinayan berdasarkan kartu keluarga yang dikeluarkan pada tanggal 02-07-2021 yang ditandatangani Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, Rahman,S.ip.

Dt. Kayo Nan Kuniang sebagai incumben Wali Nagari 2 periode tentunya mengetahui etika sebagai warga negara yang baik dan benar, tokoh penting dan tokoh agama di nagari menolak undangan C6. Sesuai aturan yang berlaku, bahwa yang bisa memberikan hak pilih hanya yang mempunyai KTP dan KK sebagai warga nagari ditempat pemilihan berlangsung. Tapi kenyataannya Dt. Kayo Nan Kuniang tetap melakukan pemberian hak  suara, artinya beliau tidak peduli aturan yang tertuang di dalam Perda Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 32, padahal beliau sudah mengikuti Pilwana untuk kesekian kalinya.

Kondisi tersebut semakin menguatkan kecurigaan pihak-pihak yang mengikuti jalannya tahapan penyelenggaraan Pilwana, ditambah lagi Panitia Penyelenggara Pilwana diduga tidak melakukan tugasnya memutakhirkan dan memvalidasi DPT sesuai tahapan penyelenggaraan Pilwana dengan cermat, jelas ini sikap tidak memperdulikan Perda Nomor 12 Tahun 2016 pasal 23 dan pasal 30, mungkin hal tersebut terjadi karena Panitia Penyelenggara dan Pengawas Pilwana memang tidak menerima dokumen kelengkapan persyaratan administrasi pada saat pendaftaran. Sehingga, tidak mengetahui kependudukan Wali Nagari incumben terkini.

Polemik tersebut semakin membuat masyarakat banyak yang berkesimpulan bahwa telah terjadi persekongkolan dalam penyelenggaraan Pilwana Pakan Sinayan.

Melihat banyaknya pelanggaran yang terjadi H. Yondri, yang ditetapkan sebagai calon Wali Nagari nomor urut 2 dan tim pendukung, melayangkan surat keberatan kepada Panwas Pilwana pada tanggal 10 november 2021.

Berselang satu (1) hari menerima surat keberatan dari H. Yondri, melalui surat yang bernomorkan 000/01/panwas-ps-2021, Panwas Pilwana Nagari Pakan Sinayan menjawab keberatan kepada calon Wali Nagari nomor urut 02, jawaban Panwas Pilwana menolak keberatan, pada hal ditemui adanya beberapa pasal Perda yang dilanggar Panitia Penyelenggara, Panitia Pengawas dan Calon Wali Nagari Pakan Sinayan, Hendri Supatman,S.Ag.

Carut marut Pilwana Pakan Sinayan terus berlanjut, berdasarkan laporan masyarakat kepada wartawan  Media Cetak dan Media Online figurnews.com , tim segera melakukan investigasi yang dimulai dari surat jawaban sengketa Pilwana Nagari Pakan Sinayan kepada Drs. H. Yondri pertanggal 23 november 2021 yang dikeluarkan oleh Panitia Pemilihan Kabupaten Agam. Perlu untuk diketahui, sebelumnya H.Yondri Calon Wali Nagari nomor urut 2 pertanggal 13 november 2021 melayangkan surat banding atas jawaban Panwas Pilwana Nagari Pakan Sinayan terkait sengketa pilwana, yang menyimpulkan bahwa, Panwas Pilwana Pakan Sinayan dan Panitia Penyelenggara Pilwana tidak mematuhi Perda nomor 12 tahun 2016 terkait tugas wewenang dan kewajiban mereka dan terbukti dengan meyakinkan tidak mempunyai kompetensi yang memadai.

Bukannya mendapat keadilan tapi kembali carut marut terjadi, kali ini yang membuat blunder masalah adalah Panitia Pemilihan Kabupaten Agam. Surat jawaban sengketa Pilwana Nagari Pakan Sinayan yang diterima H. Yondri cacat administrasi, yaitu tidak mempunyai nomor surat. Namun yang membuat masyarakat bertambah resah adalah jawaban Panitia Kabupaten Agam sama sekali tidak memenuhi rasa keadilan yang diharapkan. PPK Agam sependapat dengan Panwas Pilwana Nagari Pakan Sinayan dan menolak semua tuntutan.

“Jawaban Kabupaten Agam membuktikan bahwa PPK Agam juga tidak memahami Perda nomor 12 tahun 2016. PPK Agam dan Panwas Pilwana Pakan Sinayan tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni”, lugas salah seorang anak nagari yang tidak ingin disebut identitasnya.

Hasil konfirmasi dan klarifikasi tim investigasi media figur terkait surat jawaban sengketa yang dikeluarkan PPK Agam kepada Drs. H. Yondri St. Pamenan pertanggal 23 november 2021 yang tanpa nomor surat tersebut diatas, PPK Agam menyatakan bahwa tidak adanya nomor surat adalah bentuk kekhilafan dari staff mereka.

Fuad Riza selaku Kepala Perwakilan Redaksi Media figur Kota Bukitinggi dan Kabupaten Agam yang baru-baru ini diangkat, melakukan konfirmasi atas mekanisme PPK Agam dalam menjawab banding tidak relevan dengan jawaban mereka kepada wartawan “jelas sangat tidak sesuai antara isi suarat dengan statemen pernyataan PPK Agam, isi surat menyiratkan kalau PPK Agam melakukan klarifikasi terhadap poin tuntutan banding dan menyatakan sependapat dengan Panwas Pilwana Pakan Sinayan, pada hal awalnya kami berniat menanyakan mekanisme PPK dalam membuat keputusan apakah memang sudah sesuai prosedur, dikarenakan H. Yondri tidak pernah diundang ke kabupaten untuk dipertemukan dengan pihak-pihak yang bersengketa lainnya. Dan kami mendapat informasi bahwa Hendri Supatman,S.Ag mendatangi PPK Agam sebelum surat jawaban PPK Agam untuk H. Yondri dilayangkan. Artinya tidak sesuai substansi antara poin-poin dalam surat jawaban PPK Agam dengan klarifikasi wartawan kami. Dengan keputussan PPK Agam Hal ini tentunya memunculkan kecurigaan H. Yondri dan masyarakat”, papar Fuad Riza.

Dalam mengungkap fakta menjadi berita, sebagai bentuk menjaga netralitas berita, wartawan Media Figur melakukan konfirmasi kepada wali nagari Pakan Sinayan yang sudah dilantik  Bupati Agam yang baru, DR. H. Andri Warman, MM., terkait gejolak yang berkembang diantara anak nagari. Kepada wartawan Figurnews.com wali nagari terpilih menyatakan alasan beliau tidak hadir di hari terakhir registrasi bakl calon wali nagari karena kuatir akan terjadi polarisasi di masyarakat dan sangat tidak ingin terjadi Class (benturan) mengingat pada saat registrasi itu, bakal calon lainnya datang bersama tim pendukung, sehingga mengutus orang lain untuk melakukan registrasi.

“Mengenai dokumen kelengkapan persyaratan administrasi calon wali nagari, memang ada kekurangan, Surat keterangan terbebas dari narkoba dan legalisir ijasah sekolah dasar, selebihnya sudah lengkap, panitia waktu itu mengatakan boleh menyusul’, imbuh Dt. Kayo nan kuniang.

Selanjutnya wali nagari menerangkan kepada wartawan bahwa beliau membenarkan perihal memberikan hak suara di TPS 4 meskipun KTP yang dimiliki adalah KTP berdomisili Jalan Inyiak Ali No. 19 Jorong Guguak Randah Kenagarian Guguak Tabek Sarojo Kecamatan IV Koto. Secara yuridis tidak mempunyai hak untuk memilih di Pilwana Pakan Sinayan. “Terkait saya memberikan hak suara di TPS 4, sehari sebelum hari pemilihan, saya menerima surat C6, di hari pemilihan saya datang ke TPS, oleh petugas KPPS saya dibenarkan memberikan hak suara, KTP yang saya bawa waktu KTP Nagari Guguak. Sebelumnya saya konsultasi dengan panitia, pantia menyatakan kalau terdaftar di DPT meskipun KTP bukan KTP daerah itu dibolehkan memilih, dasar awal bisa memilih bukan KTP tapi terdaftar di DPT”, papar beliau.

Wartawan juga mendapatkan informasi dari wali nagari 3 periode tersebut, mengenai 2 (dua) Kartu keluarga bersangkutan yang salinannya diberikan Panwas Pilwana kepada H. Yondri sebagai lampiran bersama Surat Balasan atas keberatannya. Dari informasi itulah diketahui bahwa sejak tahun 2013 Kartu Keluarga Hendri Supatman masih berdomisili di Pakan Sinayan dan hingga pada saat Tahapan Validasi masih di Pakan Sinayan dan istri dan anak anak beliau terdaftar di Kartu Keluarga di Kenagarian Guguak Tabek Sarojo, terpisah.  Kemudian di Bulan Oktober Tahun 2021, karena suatu kebutuhan wali nagari tersebut menyatukan kembali KK beliau dengan istri dan anak anak  menjadi warga masyarakat Nagari Guguak Tabek Sarojo.

Menjaga perimbangan informasi, Tim investigsi Media Figur juga melakukan klarifikasi ke Panitia Penyelenggaraan Pilwana Pakan Sinayan. Di sela-sela Serah Terima Jabatan Wali Nagari Pakan Sinayan yang bertempat di Balairong Nagari Pakan Sinayan (20/12/2021), Ketua Panitia Penyelenggara Pilwana, Arman Anwar Dt Maninjun ketika ditanya tentang hal sama, menjelaskan bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan yang bersangkutan (Balon Wali Nagari) untuk mendaftarkan diri secara langsung, termasuk kewajiban memberikan dokumen kelengkapan syarat menjadi calon wali nagari. Ketua Panitia Penyelenggara juga membenarkan bahwa pada saat registrasi sebagai balon wali nagari, melalui orang yang mewakilkan registrasinya, panita tidak mnerima persyaratan administrasi secara lengkap, ada perbedaan persyaratan yang kurang versi Panitia penyelenggara Pilwana, yaitu SKCK dan Legalisir Ijajah SD. Mengenai perihal ikut memlihnya Calon Wali Nagari di TPS 4, Ketua Panitia Penyelenggara menegaskan wali nagari incumbent berhak memilih karena terdaftar di DPT walaupun KTP bukan KTP Pakan Sinayan.

Berdasarkan klarifikasi Tim Media Figur melakukan investigasi dari seluruh data dan informasi yang diterima, fakta yang sangat jelas terungkap yaitu salah jawaban dari poin keberatan proses pilwana oleh Panwas Pilwana Pakan Sinayan kepada Drs. H,. Yondri St. Pamenan yang menyatakan pada saat wakil atau calon dari 01 (Hendri Supatman Dt,. Kayo Nan Kuniang) mendaftarkan diri sebagai wali nagari sudah disertai kelengkapan persyaratan dan berkas berkas lainnya,  tidak sesuai faktanya dan menunjukkan Panwas Pilwana Pakan Sinayan melakukan kebohongan dan  tidak memahami Tugas, Wewenang dan Kewajiban Panwas seperti yang diamanatkan di dalam Perda Kabupaten Agam Nomor 12 Tahun 2016.

Fakta terkait Kartu Tanda Pendduduk atau surat keterangan penduduk terbukti bahwa Hendri Supatman sudah bukan lagi penduduk Nagari Pakan Sinayan tentunya menjadi masalah besar bagi Panitia Pemilihan Kabupaten Agam, PPK Agam  juga tidak cermat memahami Perda Kabupaten Agam Nomor 12 Tahun 2016, amburadul dalam meletakkan dasar pijakan aturan dalam menjawab perihal Banding atas Jawaban Panwas Pilwana Pakan Sinayan terkait sengketa Pilwana, menyatakan sependapat dengan Panwas Pilwana Pakan Sinayan dan menolak semua tuntutan Drs. H. Yondri St. Pamenan, sesuai yang termaktub di dalam surat PPK Agam yang diperuntukkan kepada yang bersangkutan, merupakan hal negatif bagi Kredibilitas Bupati AWR yang belum genap 1 tahun masa pemerintahannya di Kabupaten Agam.

“Media Figur akan terus melakukan investigasi terkait pilwana Pakan Sinayan, kita akan minta salinan laporan pertanggung-jawaban penyelenggaraan piwana Pakan Sinayan kepada Bupati AWR               Sebagai sosial kontrol, sudah seharusnya kami membantu mengingatkan dan mengkritik kepala daerah akan hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat, keadaan carut marut ini jika dibiarkan tentu juga bisa mengurangi kepercayaan masyarakat untuk mendapatkan keadilan dan kebijaksanaan dari Bupati Kabupaten Agam. Kita semua berharap apa yang terjadi di Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu ini, bisa menjadi perhatian serius dan menjadi catatan khusus Bupati Agam. Legitimasi Wali Nagari yang menang dari Pilwana yang menyisakan masalah tentu berdampak negatif terhadap psikologi sosial masyarakat dan bisa saja tercipta situasi dan kondisi yang tidak baik bagi Wali Nagari yang dilantik, dan akan mengganggu roda pemerintahan Nagari Pakan Sinayan kedepan maupun fokus Pemerintahan Kabupaten Agam untuk mencipatakan nagari yang kuat. Mudah-mudahan Bupati Agam dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari tanggap dengan kondisi ini”. Pungkas Fuad Riza. (FG-Tim  

 


Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre