Breaking News

Pembangunan Pasar Rakyat Surantih yang Terbangkalai Saat Ini, Tidak Dapat Alokasi Anggaran pada 2022.


Painan, Figurnews.com -
Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi (Disd agtrans) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, Mimi Rianti Zainul memastikan pembangunan Pasar Rakyat Surantih yang terbangkalai saat ini, tidak dapat alokasi anggaran pada 2022.

Sehingganya, pembangunannya-pun tidak dapat dilanjutkan dan pedagang -pun harus menahan diri menempati bangunan yang terbangkalai dan menepi di sela-sela bangunan itu.

"2022 tidak ada alokasi anggarannya, karena keterbatasan APBD," ungkap Mimi Rianti Zainul pada Figurnews , Kamis 9 Desember 2021.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan secara bertahap menganggarkan Rp18 miliar untuk kegiatan pembangunan Pasar Rakyat Surantih. Pasar dengan tiga lantai itu ditargetkan rampung pada 2022.

Tahap awal pembangunan dimulai pada 2020, dengan alokasi dana Rp2,6 miliar. Kemudian pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, pemerintah kabupaten kembali mengalikasikan Rp7,2 miliar.

Namun, kegiatan tersebut batal, sejalan dengan kebijakan refocusing (penyesuaian) anggaran dari pemerintah pusat untuk pembiayaan percepatan penanganan pandemi Covid-19 secara nasional .

Sebagai antisipasi, pemerintah kabupaten kini menyiapkan sebanyak 34 kios bagi para pedagang setempat. Akan tetapi, kios itu tidak dipakai pedagang , karena dinilai tidak layak.

Menurut Mimi Rianti Zainul, kerena keterbatasan anggaran itu, Pemkab bakal mengusulkan untuk tahun 2023. Itupun jika kondisi anggaran daerah memungkinkan."Nanti akan diusulkan di thun 2023," terangnya.

Menganggapi hal itu, pedagang di Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat merasa kecewa.

Pasalnya, akibat terhentinya pembangunan itu pedagang tidak bisa berjualan seperti biasa.

"Jadi ya begini. Bersempit-sempit, tidak ada tempat mau bagaimana lagi. Pasar yang ditunggu juga belum kunjung selesai," terang Ijul salah seorang pedagang di pasar itu.

Saat ini, tampak para pedagang seperti menyesal akan adanya pembangunan tersebut. Bahkan ada diantara pedagang berkilah, jika kondisinya seperti saat ini, tidak usah saja ada pembangunan pasar .

"Ya, daripada begini. Lebih baik seperti dulu saja. Tidak jelas kapan selesainya, sementara kami harus setiap hari berdagang," ujar Eni pedagang lainnya.

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre