Breaking News

Bupati Cek Endra : Alhamdulillah Loka Rehabilitasi Napza Sarolangun Dapat Nilai Tertinggi SNI dari BNN dan RSKO

 

Tels Foto : Peresmian Loka Napza Sarolangun pada Bulan Februari 2020.(dok)

Sarolangun, Figurnews.com- Loka Rehabilitasi Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) Sarolangun mendapat nilai tertinggi pada penilaian pelayanan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) se-Indonesia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) pada tanggal 24 November 2021 yang lalu dan diumumkan pada Rapat Evaluasi Kerja Deputi Rehabilitasi pada hari Selasa 14  Desember 2021.

Prestasi yang luar biasa ini membuat Bupati Sarolangun Cek Endra merasa bangga, yang tentunya juga dirasakan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Kabupaten Sarolangun.  

Bupati Cek Endra mengatakan bahwa usaha dan kerja keras pemerintah dan dukungan semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Loka Rehabilitasi Narkoba di Sarolangun sudah terwujud berkat bimbingan BNN. 

"Ya, kita merasa bangga,  Alhamdulillah ikhtiar dan kerja keras selama ini untuk mewujudkan Loka Rehabilitasi Narkoba di Sarolangjn sudah terwujud berkat bimbingan BNN. Loka Napza Sarolangun mendapat nilai tertinggi SNI," kata Bupati Cek Endra, Rabu (15/12). 

Bupati Cek Endra menaruh harap semoga kedepannya Loka Rehabilitasi Napza Sarolangun menjadi referensi bagi Provinsi Jambi. 

"Semoga kedepannya Loka Rehabilitasi Loka Rehabilitasi Napza Sarolangun menjadi referensi bagi Provinsi Jambi  untuk Rehabilitasi Narkoba dan bermamfaat bagi masyarakat dalam rangka menyehatkan anak bangsa dari pengaruh narkoba," harap Bupati Cek Endra. 

Dengan nilai tertinggi SNI ini, Loka Rehabilitasi Napza Sarolangun kini bisa sejajar dengan balai Rehabilitasi Napza di Indonesia, Pasalnya dengan capaian penilaian Standar Nasional Indonesia (SNI) tertinggi di Indonesia, maka kabupaten Sarolangun wajib bangga dengan capaian yang prestisius ini.

dr. Bambang, Dirut RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun mengatakan, sejumlah penilaian dan target pelayanan, menjadi salah satu nilai lebih yang membuat Loka Rehabilitasi Napza Sarolangun bertengger di urutan nomor 1 (satu).  

"Alhamdulillah Loka Rehabilitasi Napza Sarolangun, kini sudah memiliki SNI dan sejajar dengan Loka Rehabilitasi Napza lainnya di Indonesia," ungkap dr. Bambang, Selasa (14/12).

dr. Bambang mengatakan, bahwa  layanan kesesuaian SNI 8807.2019, layanan tipe lembaga rehabilitasi mitra BNN tahun 2021, Sarolangun mendapatkan nilai SNI tertingi 154, dan melampaui balai  rehabilitasi kedaton Parahadita DKI Jakarta, dan juga Balai Rehabilitasi Napza  yayasan  Marindo Sumatera Utara.

"Buah dari kerja sama semua elemen masyarakat dan juga dukungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, kita bisa melampaui DKI Jakarta dan Sumatera Utara.  Tentu saja  ini merupakan Hadiah untuk masyarakat Sarolangun," ujarnya. 

dr. Bambang menerangkan, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Tim Komisi Teknis ( Komtek), penilaian SNI terdiri dari PLRKM (Penguatan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat) BNN pusat dan RSKO pada tanggal 24 November 2021, dan diumumkan pada Rapat Evaluasi Kerja Deputi Rehabilitasi pada tanggal 14  Desember 2021.

Instalasi ketergantungan Napza RSUD Prof. DR. H. M Chatib Quzwain Sarolangun direkomendasikan SNI, dimana untuk layanan rehabilitasi medis mendapatkan rekomendasi Tipe 2 dan rehabilitasi sosial mendapatkan rekomendasi Tipe 2.

Untuk lembaga rehabilitasi yang memiliki 2 layanan (rehabilitasi medis dan sosial), instalasi napza berada di urutan ke 3 dibawah Balai Besar Lido dan Balai Rehabilitasi Badoka dari 7 lembaga yg memiliki 2 layanan.

Dari 7 lembaga tersebut Hanya instalasi Napza yg merupakan lembaga mandiri (mitra BNN), 6 lainnya merupakan Balai rehabilitasi milik BNN, 7 Lembaga rehabilitasi yang mempunyai 2 layanan rehabilitasi medis dan layanan rehabilitasi sosial pada penilaian tahun ini adalah:

1. Loka Rehabilitasi Kalianda

2. Balai Rehabilitasi Badoka

3. Loka Deli Serdang

4. Balai Rehabilitasi Tanah       Merah

5. Balai Besar Rehabilitasi Lido

6. Loka Batam

7. Instalasi Ketergantungan Napza RSUD Prof. DR. H. M. Chatib Quzwain 

Instalasi Napza RSUD Chatib Quzwain Sarolangun berada di urutan ke 3 (tiga) di bawah Balai Besar Rehabilitasi Lido dan Balai Rehabilitasi Badoka. Dan dari 7 lembaga tersebut hanya Loka Napza Sarolangun yang merupakan lembaga mandiri (Mitra BNN), 6 lainnya merupakan lembaga rehabilitasi milik BNN.

"Pada penilaian tahun ini terdapat 33 lembaga yang dinilai, 6 lembaga rehabilitasi milik BNN dan 27 lembaga mandiri (Mitra BNN)," terang dr. Bambang. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre