Breaking News

BUPATI AWR SIKAPI ‘SAMPAH’ PILWANA PAKAN SINAYAN ‘NAGARI SAJUTA JANJANG’


Agam(Sumbar), Figurnews.com -
Carut marut yang terjadi di Pilwana Pakan Sinayan yang lalu sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama, khususnya Anak Nagari. Setelah pemberitaan tentang kronologi asal muasal keberatan, diketahui keributan di masyarakat terjadi karena kurangnya pemahaman ‘Etika/Norma Berdemokrasi’ oleh Calon Walinagari, Panitia Penyelenggara dan Pengawas Pilwana Pakan Sinayan serta Panitia Pemilihan Kabupaten Agam. Dalam hal ini, etika yang dimaksud tentunya mengacu kepada Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Walinagari.

Riak-riak yang terjadi dimasyarakat tentu juga mengundang atensi Urang Rantau dan memunculkan pro dan kontra. Banyak asumsi negatif yang berkembang tentu ‘Pilwana Badunsanak’ yang digaung-gaungkan semua elemen masyarakat, menjadi Hilang Makna. Kecurigaan adanya Konspirasi Persengkongkolan mencuat dengan lantang. Walaupun dengan resmi MENERIMA jawaban PPK Agam perihal Banding Atas Jawaban Panwas Pakan Sinayan, melalui surat kepada PPK Agam tertanggal 1 Desembber 2021, calon walinagari Pakan Sinayan yang merasa dirugikan memberikan Catatan Penting bahwa ada PERSEKONGKOLAN, jawaban PPK Agam tidak Lebih Cerdas dari jawaban Panitia Nagari dan Cacat Administrasi, kondisi tersebut menjadikan Pesta Demokrasi salah satu Suksesi Pemerintahan Agam, Pilwana Pakan Sinayan mensisakan ‘Sampah’. Jika dibiarkan, bau busuk akan terus menyengat ‘Penciuman’ anak nagari dan tentunya akan berdampak negatif kepada psikologi sosial masyarakat nagari.

Sampah Pesta Demokrasi masyarakat Pakan Sinayan tersebut harus menjadi perhatian  serius seluruh Anak Nagari, Pemerintah Nagari, Kecamatan Banuhampu dan Kabupaten Agam serta Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah untuk mencapai tujuan politiknya sangat membutuhkan peran serta masyarakat. Bagaimana bisa berperan-serta dengan baik jika Psikologi Sosial Masyarakat dan Adat terganggu dengan adanya ‘Sampah’ tersebut. 

Sebagai catatan penting, Nagari Pakan Sinayan sudah melahirkan puluhan Anak Nagari yang bergelar Master, Doktor bahkan Profesor yang mengabdi sebagai akademisi dan non akdemisi, enterpreneur maupun sebagai birokrat, bersekala daerah, nasional maupun internasional. Namun yang tidak kalah pentingnya untuk digarisbawahi, Anak Nagari yang juga sebagai Kaum Adat memberikan Tanah Ulayat Kaum untuk dijadikan Aset Produktif Pemerintah Kabupaten Agam yang saat ini dijadikan ‘Objek Wisata Sajuta Janjang’. Sumbangsih Anak Nagari Pakan Sinayan untuk Kabupaten Agam bukti kuat bahwa masyarakat Nagari Pakan Sinayan mempunya Itikad baik dan Kontribusi yang nyata dalam peran-sertanya mencapai Tujuan Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, meskipun masih ada nada nada sumbang terkait penghibahan tanah ulayat kaum tersebut. Pembangunan Objek Wisata Sajuta Janjang baru berjalan sekitar 10 persen namun sudah bisa mendatangkan minat banyak wisatawan lokal, domestik maupun pelancong asing untuk menikmati udara segar dan indahnya panorama alam yang ditawarkan Sajuta Janjang.

Kontribusi dan Partisipasi Anak Nagari tentunya menjadi hal besar bagi pemerintah kabupaten Agam untuk mencapai tujuannya, dan sudah semestinya Bupati Agam, Dr. Andri Warman, MM., merespon dengan baik perihal yang mengganggu kenyaman dan kerukunan badunsanak di Nagari Pakan Sinayan. Apalagi ‘sampah’ Pilwana yang menjadi sorotan masyarakat beberapanya berasal dari ASN kabupaten Agam yang Bupati AWR lantik, Panitia Pemilih Kabupaten Agam, tentunya kinerja PPK Agam merupakan tanggung jawab Bupati juga.

Melalui aplikasi Whatsapp, Perwakilan Redaksi Media Cetak dan Online Figurnews.com, Fuad Riza melakukan komunikasi dengan Bupati Agam. Kemaren, Senin (27/12/2021) Via Whatsapp nomor id 0811142xxx, Bupati AWR di minta menanggapi permasalahan Pilwana Nagari Pakan Sinayan menyangkut kinerja PPK Agam seperti yang diberitakan Media Figur.

“Semua masalah Pilwana sudah saya serahkan kepada Dinas terkait pak.. dan saya menganggap masalah pilwana sudah selesai karena kita sudah lakukan pelantikan... kalau ada pihak yang tidak berkenan silahkan dilakukan gugatan”, jawab Bupati.

Mereplay tanggapan Bupati AWR, Fuad Riza mengatakan bahwa sudah mencoba berkordinasi dengan Kadis PMN Agam dan tidak direspon yang bersangkutan, Bupati AWR tidak mereplay pernyataan Kepala Biro Media Figur Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Sebelumnya tanggal 24 Desember 2921 wartawan Media figur melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Drs. Asril, dengan nomor Id Whatsapp  085272475xxx, ketika wartawan meminta tanggapan Kapala Dinas terkait residu Pilwana Pakan Sinayan, Asril tidak menggubrisnya, hingga berita ini dirilis.

Fuad Riza menyayangkan sikap diamnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari. Sebagai pelayan masyarakat Kadis PMN Agam dalam menyikapi permasalahan yang timbul di nagari, Kadis sudah seharusnya bertindak responsif dan membuka ruang kordinasi bagi siapa saja, terlebih masalah ini terkait tupoksi Dinas PMN.

Drs. H. Yondri St. Pamenan, Calon Walinagari Pakan Sinayan yang dirugikan akibat kinerja Panitia Pemilihan Kabupaten Agam yang tidak profesional, melalui telepon seluler (28/12/2021) kepada Kabiro Media Figur, menyampaikan tanggapannya atas pernyataan Bupati dan diamnya Kadis PMN menyikapi masalah Pilwana Pakan Sinayan. H. Yondri menyampaikan bahwa sudah menerima hasil Pilwana secara resmi. Beliau juga mengungkapkan kekecewaan kepada panitia yang mau membuat kebohongan dan pembodohan melalui surat resmi, dan PPK Agam juga bisa dibodohi dan melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi sebagai orang yang berpengalaman berbirokrasi sehingga terjadi seperti yang diberitakan beberapa hari yang lalu, ini menimbulkan keadaan yang tidak nyaman dimasyarakat khususnya bagi Urang Rantau.

“Bupati mohon untuk diperhatikan masyarakat Pakan Sinayan, Pakan Sinayan punya potensi besar, kaya SDM, kuatkan konsep pembangunan nagari melibatkan urang rantau, urang rantau berpotensi dan kontribusi yang besar terhadap pemembangunan di nagari. Kondisi carut marut pilwana dan etika moral panitia menghambat niat urang rantau, makanya perlu diadakan rekonsiliasi di nagari, semua elemen nagari duduk bersama mendudukan arah nagari kedepan, kalau bisa Bupati hadir disitu”, harapan H. Yondri.

Beberapa tokoh penting Urang Rantau dari kalangan Intelektual, Birokrat, Pengusaha, Praktisi Hukum dan Ulama yang dihubungi wartawan ternyata mengamati dari jauh proses penyelenggaraan Pilwana dari awal Tahapan Registrasi sampai Tahapan Pemungutan Suara, hingga saat adanya keberatan dan cara panitia menganulir seluruh keberatan, serta Pelantikan dan Serah-Jabatan Walinagari dan akhirnya pasca adanya pemberitaan oleh Media Figurnews.com mempunyai kesimpulan yang hampir sama Ketika diminta tanggapan atas sikap Bupati Agam, Tokoh penting Urang Rantau sependapat bahwa yang disampaikan Bupati sudah benar, namun jika ditanya tentang kinerja Panitia bisa menimbulkan pertanyaan apakah Pilwana sudah berjalan sesuai aturan, masyarakat saat ini sudah mengerti aturan. Dan jika panitia itu sendiri tidak memahami aturan maka muncullah kecurigaan dan kekecewaan, Pilwana Badunsanak hanya sekedar slogan. Hal tersebut tentunya bisa melukai hati setiap anak nagari, Gambaran wajah anak nagari bisa dibayangkan bagaimana rautnya diketahui ada kebohongan dan pembodohan dalam suka cita pesta demokrasi nagari dilakukan oleh dunsanaknya sendiri dan Kabupaten yang merencanakan Pilwana terselenggara menjadi faktor utama terjadi perpecahan di masyarakat.

Berapa tokoh penting dari urang rantau juga menanyakan apresiasinya atas keputusan H. Yondri menerima dan mengikhlaskan keputusan PPK Agam, demi menjaga kenyamanan badunsanak banagari. sekarang yang diributkan masyarakat bukan perihal siapa yang menang atau siapa yang kalah, tapi bagaimana proses dan kinerja panitia karena berdampak kepada kepercayaan masyarakat atas walinagari terpilih. Apakah Bamus sudah melakukan perekrutan panitia sudah sesuai prosedur, Urang Rantau berharap Pilwana ini berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi contoh bagi generasi selanjutnya, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Kondisi nagari saat ini juga akan berpengaruh kepada niat urang rantau yang ingin berpastisipasi dalam pembangunan nagari dan masyarakatnya. Bupati dan Dinas terkait harus cermat menyikapi Media, sebagai Mitra kerja yang menyampaikan kejadian dan keluh-kesah di masyarakat. Terakhir urang rantau menghimbau dunsanak yang berada di kampung halaman untuk menerima walinagari yang sudah dilantik. Untuk merekat kembali rasa badunsanak, urang rantau menganggap SILATURRAHMI NAGARI memang harus dilakukan, semua elemen masyarakat di undang, semua pihak harus berjiwa besar untuk meminta maaf dan memaafkan, membahas arah pembangunan strategis dan proporsional. Bupati bertindak tepat jika bisa memprakarsai hal itu.

Tentu saja kita sepakat sampah adalah sumber penyakit, jangan Diam, ayo Bersihkan ! (Tim FGR)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre