Breaking News

AYAH MELAPORKAN ANAK SEBAGAI PEMAKAI NARKOBA, BERUJUNG 14 PELAKU PESTA LENDIR ANAK DIBAWAH UMUR TERTANGKAP


                                  
Gambar : ILUSTRASI

Ibarat Bangun Jembatan berdiri sebuah Menara, kata orang-orang tua zaman dulu itu, Konon terjadi di Polres Agam. Orang tua Pecandu Narkoba, melaporkan anak perempuannya ke Polres Agam, entah apa penyebabnya 14 pelaku Pesta Lendir yang tertangkap. Mungkinkah anak itu hamil?. Inikah yang dinamakan Pengembangan Kasus...?.

Lubuk Basung, Figurnews.Com - Bak disambar Petir disiang bolong, Afrizal Can, orang tua dari Mince (16) nama Samaran, melaporkan anaknya yang masih dibawah umur sebagai Pencandu Narkoba pada Polres Agam. Namun diluar dugaan yang didengar oleh Candra, bahwa anaknya telah berbadan dua. Mengapa Mince bisa berbadan dua, tidak lain tidak bukan Konon digarap oleh 28 orang laki-laki sesama teman sekolahnya di salah satu SMK di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dikumpulkan Figurnews.Com dilapangan, menyebutkan bahwa terungkapnya peristiwa Pesta Lendir yang menimpa Mince salah satu anak didik disalah satu sekolah SMK di Lubuk Basung tersebut berawal dari orang tua Mince Melaporkan anak Kandungnya pada Polres Agam, tentang anaknya yang kencanduan Narkoba. Namun diluar dugaan, bahwa keterangan dari Polres Agam, konon Mince telah hamil 3 (Tiga) bulan. Dan untuk saat sekarang ini, kepolisian Polres Agam sedang memburu para pelaku Pesta lendir dari Pisang Goreng Mince tersebut. 

Salah satu keluarga pelaku yang saat ini anggota keluarganya tertangkap, sebut saja RD, pada Figurnews.Com dikediamannya di Surabayo, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, (22/12/2021) menjelaskan, tutur RD, “Bahwa keluarganya berinisial M yang tertangkap tidak bersalah. Meski tindakan Asusila terhadap Mince dilakukan oleh M, namun perbuatan itu ada sebabnya. Sebagai seorang Pelajar yang masih berumur sekira 16 tahun, mungkinkah mempunyai keberanian menjajakan diri pada laki-laki. Apalagai laki-laki tersebut bukan satu dan dua orang. Melainkan laki-laki yang menikmati tubuh Mince tidak kurang dari 14 orang yang telah tertangkap dan masih banyak laki-laki yang berpesta lendir diatas tubuh Mince lepas dari perburuan Polres Agam.

Masih menurut RD, “Polres Agam semestinya bertindak dengan akal sehat. Bukan malah bertindak yang didasari emosi berlebihan. Sebagian besar Pelaku adalah anak-anak pelajar SMK, oleh karenanya para pelaku tidak perlu dipermasalahkan, karena tidak mungkin 28 orang akan menggarap 1 orang perempuan langsung hamil. Saya yakin, Mince digarap oleh teman-temannya dalam waktu yang cukup lama, mungkin 1,2,3 bulan dan bahkan untuk waktu yang cukup lama mungkin saja satu tahun atau lebih”. 

RD dalam keterangannya juga menyarankan Polres Agam untuk lebih Fokus menangani masalah Narkoba yang dilaporkan AFRIZAL Can selaku ayah dari Mince. Menurutnya, “Narkoba lebih berbahaya akibatnya dari masalaha Pesta Lendir yang dilakukan teman-teman sekolah Mince terhadap Mince. Saya katakan demikian, karena Mince melakukan tindakan menjajakan diri pada teman-temannya, tanpa ada sesuatu pengaruh dari Narkoba, saya yakin Mince tidak akan melakukan perbuatan tidak senonoh itu. Oleh karena itu, lebih baik menangani masalah Narkoba dari pada menagkapi siswa-siswa SMK yang dituduh menikmati tubuh Mince”.

Lebih jauh RD menerangkan, “M tertangkap atas pemberitahuan seseorang bernama Ben, pada Polres Agam. Sedangkan Ben adalah salah seorang pelaku yang ikut menikmati pisang goreng Mince. Dan sebelumnya Ben, telah tertangkap. Karena Ben mau memberitahukan dimana rumah M, maka Ben dilepaskan. Pertanyaan saya, ada hubungan apa Polres Agam dengn Ben. Apakah Ben merupakan Kibus dari Polres Agam, yang nota benenya Ben adalah Pemakai Narkoba teman dari Mince”. 

Dilain pihak, salah seorang teman Mince yang masih duduk dikelas IX SMK, yang tidak mau menyebutkan namanya, mengatakan bahwa dirinya takut ditangkap oleh Polisi. Pelajar tersebut juga ikut menikmati tubuh Mince dengan cara, MINCE datang ketempat Kos nya pukul 1 dini hari dengan telah membuka pakaiannya terlebih dahulu. Kejadian tersebut tidak diketahui Hari, tanggal, dan Tahun yang tidak diingat lagi.

Saat dikonfirmasikan pada Kapolres Agam, melalui Wats App (14/12/2021), terkait peristiwa Pesta Lendir tersebut, Kapolres Bungkam. Hingga sampai berita ditayangkan, Kapolres Agam belum memberikan Jawaban. Akan terungkapkah Gembong Narkoba yang menjadikan Mince sebagai Pecandu Narkoba, Mungkin tidak akan terungkap, apa bila Polres Agam hanya memburu 28 Pelaku Pesta lendir...?.  (FN. Tim).

 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre