Breaking News

Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Truk Keluhkan Kendaraannya Tidak Bisa Keur

Palembang,Figurnews.com,-

Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Truk (APJAT) mengeluhkan kendaraan angkutan truk miliknya tidak bisa Ikut Keur, untuk itu ia melakukan Prescon beberapa hari lalu dan turut hadir dari perwakilan Astra, Asperindo, Isuzu, UPTD PKB Dishub, UP PKB Kota Palembang, dan PT TJS. Kamis 02/12/2021).

Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Truk (APJAT) Sumsel H. Chairuddin Yusuf mengatakan  pihaknya sudah menyepakati bahwa pada 2023 mendukung program Indonesia bebas kendaraan Over Dimensi Over Loading (ODOL)

"Kita mendukung penuh program pak Gubernur Sumsel bebas ODOL pada tahun 2023, Tapi kenapa sekarang kendaraan kami tidak bisa melakukan Keur,"ungkap Chairuddin

Dijelaskan bahwa, sampai saat ini pihaknya tidak menerima jenis sosialisasi apapun jika ada peraturan yang terbaru. Yang jelas Faktanya masih banyak kendaraan ODOL beroperasi, khususnya disumsel

"Kalau memang sudah diberlakukan dari sekarang, kenapa tidak ada pemberitahuan kepada kami. Sedangkan fakta lapangan kami lihat masih banyak kendaraan ODOL yang bebas berlalu lalang begitu saja, contohnya di beberapa daerah Muara Enim dan Lahat,"jelas Chairuddin

Disampaikannya bahwa pihaknya akan patuh terhadap peraturan pemerintah, akan tetapi pemerintah seharusnya kebijakan tersebut dilakukan secara pemerataan.

"Kami sebenarnya mendukung penuh program pemerintah bebas ODOL akan tetapi kami tidak bisa menerima jika ada tebang pilih diantara kami,"ucap Chairuddin

Sementara kepala UPTD Keur kota Palembang yang diwakili oleh Edy Sofian bahwa pihaknya menjalankan tugas dari kementerian perhubungan langsung, sejak tanggal 7 Juni kemarin kendaraan yang melebihi kapasitas tidak bisa melakukan Keur sebagai bentuk sosialisasi maka penguji memberikan keringanan satu kali toleransi yang berjangka 6 bulan

"Kita hanya menjalankan tugas dari pusat bahwa sejak tertanggal 7 Juni lalu, kendaraan yang melebihi kapasitas tidak bisa ikut Keur. Dan Uji Keur itu dilakukan secara online jadi tidak bisa direkayasa,"Kata Edy
Hal yang senada juga disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Ari Narsa bahwa sebenarnya peraturan kendaraan bebas ODOL sudah di sosialisasikan sejak Maret lalu di griya agung dan di hadiri oleh dirjen perhubungan darat dan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan sudah di sepakati oleh Asosiasi kendaraan Angkutan.

"Kita sudah sosialisasi di griya Agung bahwa pada tahun 2023 Indonesia khususnya Sumsel bebas ODOL dan itu kita sudah sepakat, nah teman-teman dari Assosiasi jangan salah kaprah bahwa pada tahun 2023 itu kendaraan yang melebihi kapasitas itu tidak ada lagi dan penerapan sudah mulai kita berlakukan saat ini,"kata Ari saat di wawancarai belum lama ini.

Namun bagi kendaraan yang Keur nya mati pihaknya memberikan Dispensasi satu kali Keur."Tapi kita tidak serta-merta langsung memberikan tindakan dan masih kita berikan keringanan satu kali Keur dan selanjutnya itu tidak bisa lagi,"ujar Ari

Menurut Ari, jika masih ada kendaraan yang ODOL yang masih bebas berlalu lalang dijalan itu karena Kompensasi. "Jika masih ada dijalanan kendaraan yang melebihi kapasitas yang lolos Keur, mungkin itu yang kita berikan keringanan tadi, yang jelas peraturan itu sudah kita terapkan di seluruh kabupaten kota di Sumsel,"ucap Ari
Sementara Kepala BPTD Wilayah VII Fahmi mengatakan bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan penertiban kendaraan bebas ODOL mulai dari Griya Agung pada bulan meret lalu di griya Agung, dan di kabupaten Muba. "Penertiban terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas ini sebenarnya sudah lama di sosialisasikan,"kata Fahmi

Untuk itu, lanjutnya Pihaknya mulai memberlakukan penertiban diterminal dan jembatan timbang dan mulai diberikan sanksi mulai dari ringan hingga berat. "Kita sudah mulai melakukan penertiban secara terstruktur mulai dari memberikan tanda di kendaraan, ditilang, over muatan bahkan sanksi terberatnya putar balik,"ucap Fahmi

Nah baru-baru ini ada kendaraan data yang masuk ada sekitar 18 kendaraan yang melebihi kapasitas dilakukan penindakan. "Baru ini kita sudah mendapatkan 18 kendaraan yang melebihi kapasitas yang terjaring razia dan kita berikan tindakan over muatan, terdiri dari Plat BG dan Non BG,"ungkap Fahmi

Jadi Dishub kata Fahmi sudah mulai dilakukan penertiban sehingga pada tahun 2023 mendatang program Zero ODOL bisa diraih. "Peraturan itu sudah mulai kita terapkan, kalau tidak sekarang ya kapan lagi,"bebernya

Untuk itu, Ia berharap agar para Asosiasi pemilik kendaraan dan pemilik barang mendukung program pemerintah karena epek dari ODOL ini sangat besar. "Kami berharap agar pemilik kendaraan dan pemilik barang ikut membantu kami menjalankan program pemerintah karena ini untuk kita semua, kalau ODOL terus berlanjut maka banyak juga yang dirugikan seperti jalan rusak, ketika kapasitas lebih muatan kendaraan rusak dijalan dan menyebabkan kemacetan juga, ayo kita sama-sama dukung Program pemerintah,"harap Fahmi (Fera)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre