Breaking News

Agus Candra Bersama Dinas PUPR Maninjau Kondisi Beberapa Titik Sungai dan Drainase di Sekitar Kota Bangkinang



Bangkinang Kota, Figurnews.com-Tidak mau bekerja seperti BWS Sumatera III yang dinilai lalai terhadap banjir di Kota Bangkinang, setelah melihat kondisi warganya yang terdampak banjir langganan di Kota Bangkinang, Agus Candra langsung mendatangi dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Kampar. Seusai berdiskusi dengan Dinas Perkim dan PUPR tentang solusi dan langkah konkrit atasi banjir langganan di Kota Bangkinang, Agus Candra bersama Dinas PUPR langsung Maninjau kondisi beberapa titik sungai dan drainase di sekitar Kota Bangkinang.

Seusai meninjau kondisi beberapa titik lokasi anak sungai dan drainase di Kota Bangkinang, Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Candra, S. IP (16/12/21) kepada wartawan mengatakan, bahwa banjir langganan di kota Bangkinang  setiap diguyur hujan deras harus segera diatasi dan dicarikan solusinya. Persoalan banjir ini harus menjadi perhatian serius Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III dan  Pemerintah Kabupaten Kampar. 

"Persoalan banjir ini tidak bisa dianggap remeh. Karena ini berhubungan dengan nasib masyarakat. Sekali banjir, berapa kerugian yang dialami masyarakat. Siapa yang bertanggung jawab mengganti kerugian masyarakat tersebut?", tegas Agus yang mengaku dipanggil warga pada pukul 03.00 Wib Dini hari untuk melihat kondisi banjir di Kota Bangkinang.

Kepada wartawan Agus Candra mengatakan, BWS Sumatera III terkesan lalai dengan persoalan banjir di Kota Bangkinang. BWS Sumatera III bahkan terkesan tidak mau tahu dengan kondisi banjir di Kota Bangkinang. Bahkan anggaran yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk pembangunan Shout cut yang direncanakan pada tahun 2019 dengan pelaksanaan pada tahun 2020 dengan anggaran sekitar 3,5 terpaksa ditunda karena persyaratan Rekomendasi Tehnik (Rekomenthek) dari BWS Sumatera III.

"Seharusnya BWS Sumatera III jemput bola untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Bangkinang. Jangan hanya bekerja menunggu di kantor saja", ungkap Agus Candra.

Sementara itu, Kabid  Kecipta Karya (CK) Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar,  Erizal didampingi Kasi PUP, Indriyani kepada wartawan mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar sangat memberikan perhatian kepada persoalan banjir di Kota Bangkinang. Pemerintah Kabupaten Kampar telah pernah menyediakan anggaran untuk pembangunan  Shout cut. Perencanaan pembangunan Shout cut telah kita laksanakan pada tahun 2019. Dan kita sudah menganggarkan untuk pelaksanaan pembangunannya pada tahun 2020 dengan anggaran sekitar 3,5 miliyar. Namun pada saat kegiatan ingin kita lelang, kita berkordinasi dengan BWS Sumatera III. Pada waktu itu, pihak BWS Sumatera III meminta kepada kita, agar pekerjaan tersebut harus memiliki Rekomenthek. Sehingga lelang kegiatan gagal kita lakukan karena terkendala dengan Rekomenthek tersebut. Karena untuk mendapatkan Rekomenthek, kita harus melengkapi beberapa persyaratan, diantaranya: ketersediaan lahan, study kelayakan, Detail Engenering Desain (DED), dan UKL - UPL, ungkap Erizal.

Kepada wartawan Erizal juga mengatakan, bahwa untuk menyelesaikan persoalan banjir di Kota Bangkinang, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui dinas PUPR memiliki beberapa solusi, untuk solusi jangka pendek, Dinas PUPR mengevaluasi saluran dan memperbaiki saluran yang ada. Dinas PUPR sudah menganggarkan anggaran pada APBD tahun 2022 sebesar 600 juta dengan cara swakelola untuk memperbaiki saluran yang ada, ungkap Erizal.

Erizal menambahkan, untuk solusi jangka panjang, Dinas PUPR akan membangun shout cut pada 5 (lima) titik. Diantara, shout cut di sekitar RSUD lama, pembangunan shout cut di Kantor Koramil dan lapangan Merdeka, pembangunan Shout cut di area Polres, pembangunan shout cut di Jl. Teuku Umar, pembangunan Shout cut di Jl. Teuku Umar, dan pembangunan Shout cut di Jl. Datuk Tabano, ungkap Erizal.


Kepada wartawan Erizal juga mengatakan, bahwa Dinas PUPR juga akan melengkapi seluruh persyaratan yang diminta oleh BWS Sumatera III, diantaranya ketersediaan lahan, study kelayakan, Detail Engenering Desain (DED), dan UKL - UPL, ungkap Erizal.

Menurut pantauan wartawan, setelah berdiskusi dengan dinas PUPR, Agus Candra bersama Dinas PUPR memantau lokasi tempat akan dibangunnya shout cut tersebut. Diantaranya jalan Teuku Umar, Kantor Koramil dan Lapnangan Merdeka dan beberapa titik saluran air di Kota Bangkinang. (Adi Jondri).

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre