Breaking News

Unsri Siap Berikan Sanksi Tegas Bagi Oknum Mencoreng Nama Baik Universitas

Palembang, Figurnews.com,- 

Universitas Sriwijaya siap memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang sudah mencoreng nama baik Universitas Sriwijaya (UNSRI).hal tersebut dijelaskan langsung oleh wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof Ir Zainuddin Nawawi Ph D IPU saat memberikan keterangan diruang kerjanya,Jum'at (19/11/2021).

Terkait viralnya pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Dwiky Sandy di media sosial beberapa hari lalu bahwa adanya dugaan pelecehan oknum dosen pembimbing terhadap mahasiswa. Bahkan ia mengaku bahwa pihak rektorat tidak menanggapi serius terkait laporan yang sudah dilayangkannya.

Sementara menurut Zainuddin bahwa laporan yang sudah dilayangkan oleh ketua BEM tersebut akan dilakukan penelusuran sampai tuntas. Namun ia menyayangkan tindakan Dwiky Sandy yang sampai meluas apalagi didalam tuntutannya menginginkan penyelesaian secara internal.

"Menurut surat yang sudah kita terima ini masih terduga dengan kta lain dia sendiri belum meyakininya, nah didalam suratnya berisi tiga poin yakni meminta pihak rektorat agar terduga diminta memberikan klarifikasi dan itu sudah kita lakukan, dan poin ke dua dan jika terduga terbukti melakukan perbuatan tersebut maka diharapkan untuk memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku dengan prinsip keadilan bagi korban, poin ke tiga mereka berharap agar kasus tersebut diselesaikan secara internal dikampus universitas Sriwijaya,"kata Zainuddin

Zainuddin menegaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu siapapun bersalah tentunya akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku karena sudah menyangkut nama baik Universitas Sriwijaya.

"Pimpinan UNSRI pasti akan memberikan sanksi bagi yang melanggar hukum termasuk diantaranya yang dilaporkan ini kalau terbukti bersalah, akan tetapi pembuktian ini memerlukan proses dari berbagai pihak termasuk presiden mahasiswa serta dugaan mahasiswanya ,"tegasnya

Didalam surat laporan yang diterima oleh Unsri turut terlampir adanya berupa tulisan yang berisi curhatan, hal tersebut menjadi pertanyaan besar bagi Unsri. Selain itu juga ada berupa rekaman antara oknum terlapor dan korban.

Menurut Zainuddin, berdasarkan ucapan pengamat bahwa rekaman yang diterima oleh pihak Unsri berupa percakapan antara mahasiswa dan dosen tersebut adalah hal biasa dan tidak ada kata-kata yang menjurus ke arah seksual.

"Kita sudah memanggil oknum dosennya akan tetapi katanya itu bukanlah suaranya dan juga bukan nomor handphone terlapor,bahkan terlapor siap menerima sanksi jika pernyataannya tidak benar dan memberikan keterangan secara lisan dan tertulis diatas materai,"ucapnya

Untuk itu Unsri tidak main-main dalam menangani atas kejadian yang sudah mencoreng nama baik Universitas jika terlapor terbukti bersalah akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, Namun jika terlapor terbukti tidak bersalah maka pelapor siap-siap menerima sanksi tegas dari Unsri.

"Kalau ternyata yang terduga terlapor itu benar tentu ada hukumannya akan tetapi jika terlapor terbukti tidak salah kita akan berikan pelajaran bagi Mahasiswa yang sudah mempermainkan nama baik Unsri,"jelas Zainuddin

Zainuddin mengkhawatirkan adanya unsur politik dibalik viralnya peristiwa tersebut untuk itu pihaknya akan mendalami kasus ini bahkan akan melibatkan hukum.

"Berdasarkan pandangan kita mulai dari diviralkan kasus ini semuanya sudah dipersiapkan mulai dari surat kuasa dan lain sebagainya, Sebagai penerima kuasa juga itu tidak bisa sembarang dan itu juga ada hukumnya,"terangnya

"Kita bukanlah menduga-duga akan tetapi mengandung unsur kecurigaan karena didalam surat kuasanya tertulis ada perusahaan yang turut membantu dalam peristiwa itu, dan kita sangat menyenangkan jika Mahasiswa kita diperalat oleh oknum untuk kepentingan pribadinya."beber Zainuddin

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre