Breaking News

 


Pesta Demokrasi 2024 Zero Kepala Daerah, Pengamat Politik Sumsel : Perlu Antisipasi


* KPU Sumsel : Pemilu 2024  Seperti Jalani Rutinitas Biasa

Palembang,Figurnews.com,-

Palembang,Pesta Demokrasi Pemilu tahun 2024 masih cukup lama, akan tetapi berbagai prediksi yang diperkirakan karena Pemilu 2024 sangat berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Dimana Pemilu 2024 Zero Kepala Daerah, Disini Peran Kemendagri memiliki Power full dimana seluruh kepala daerah yang kosong akan ditunjuk langsung olehnya. Minggu (21/11/2021) 

Menurut ketua KPU Sumsel Amrah Muslimin bahwa pemilu 2024 itu seperti menjalani rutinitas biasa tidak ada yang perlu diantisipasi secara khusus. "Balik ke tahun 2020 pilkada ditengah pandemi masih ada yang Plt artinya sama, tinggal menyesuaikan kecuali keadaan seperti banjir bandang, gempa bumi dan sebagainya sedangkan jika kepala daerah yang di Plt tidak menjadi persoalan karena sistem kita sudah baik,"katanya saat diwawancarai diruang kerjanya belum lama ini.
Ketua KPU Sumsel Amrah Muhaimin (Foto : dok Fera) 

Lanjutnya, Berkaca pada Pilkada Serentak Tahun 2020 yang dilaksanakan dalam situasi pandemi COVID-19, pelaksanaan pilkada terbilang sukses dengan mencatatkan partisipasi masyarakat dan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang tinggi.ketika dihadapkan pemilu 2024 masih sama saja tidak ada yang berbeda. "Bagi saya yang terbiasa menghadapi pemilu maka biasa-biasa saja walaupun di tengah masa pandemi bahkan tingkat partisipasi masyarakat dimasa pandemi meningkat," ucapnya

Berbeda pula halnya kata Pengamat Politik Asal Sumsel Prof DR Alfitri M.Si bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 akan berjalan sukses akan tetapi ada kekhawatiran dalam hal tertentu seperti penunjukan Kepala daerah berdasarkan kepentingan seseorang.

"Karena memang sistemnya sudah bekerja bagus maka tidak terlalu mengkhawatirkan tetapi ada yang di khawatirkan itu jika ada pesan-pesan dari seseorang dalam menunjuk pejabat Bupati atau pun pejabat gubernur nah itu yang perlu diantisipasi,"katanya
Prof DR Alfitri Pengamat Politik dan Sosial Asal Sumsel (Foto : dok Fera) 

Untuk itu, lanjut Alfitri penentuan Kepala Daerah harus berdasarkan undang-undang atau Perpu karena ada daerah yang kosong pejabatnya cukup lama.

"Memang harus ada payung hukumnya terutama menunjuk pejabat-pejabat Bupati atau kepala daerah untuk memimpin karena lamanya cukup signifikan dikhawatirkan Ada hal-hal yang menyangkut subtansi  pertama soal anggaran walaupun masih ada DPRD tetapi pejabat Bupati tidak jika ada payung hukumnya jelas, maka anggaran ini bisa terabstrakkan artinya bisa sah demi stuasu dan kondisi,"bebernya.

Menurutnya ketika dihadapkan dengan situasi yang tidak biasa seperti ini maka harus ada Perpu nya, dengan lamanya kosong kepala daerah ada kemungkinan rotasi jabatan di seluruh Indonesia tapi yang terpenting masyarakat mau menerima dan mengakui kewenangan, keputusan atau kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin.

"Kalau ada payung hukumnya yang membolehkan rotasi jabatan silahkan saja artinya memang menghadapi situasi yang tidak biasa mungkin ada Perpu, kalau undang-undang prosesnya lama. Untuk bisa apa yang ditunjuk Mendagri menjadi bagian dari legitimasi itu yang paling penting karena rentetannya panjang,"Jelas Alfitri yang juga Dekan Fisip UNSRI.

Ia berharap agar pemulu 2024 berjalan lancar tanpa ada hambatan atau gejolak, Siapapun pemimpin yang penting tetap untuk rakyat. "Kita tetap menginginkan stabilitas negara ini kita tidak ingin kan gejolak-gejolak siapapun yang memimpin negara ini yang penting pro-rakyat pro Pembangunan tidak mementingkan kelompok tertentu,"harapnya

Dirinya merasa optimis bahwa pemilu 2024 berjalan lancar karena selain Sistemnya sudah baik pasti ada pengawalan dari berbagai sumber. "Tapi banyak pengawalan perguruan tinggi, tokoh masyarakat yang akan memberikan kontrol , artinya pungsi sosial masyarakat ,"pungkasnya (Fera) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre