Breaking News

 


Kades Mentawak Baru Saiful Akmal Optimis Maksimalkan Pemanfaatan Dana P2D Dengan Ternak Sapi

 


Sarolangun, Figurnews.com- Kepala Desa (Kades) Mentawak Baru Saiful Akmal optimis mampu memaksimalkan pemanfaatan dana program P2D (Percepatan Pembangunan Desa) melalui metode pengelolaan ternak sapi sebagai aset desa yang digulirkan secara kontinu kepada warga masyarakat desa. 

Dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan dana program P2D, 

Kades Saiful menyebut akan menerapkan metode pengelolaan aset desa dengan membentuk kelompok pengelolaan aset. Kelompok tersebut di bawah komando desa yang terdiri dari warga yang dinilai  berpotensi mengelola aset untuk hasil yang maksimal dan diawasi oleh Kepala dusun (Kadus). 

"Kami akan buat kelompok yang terdiri dari warga yang berpotensi mengelola aset khususnya sapi P2D di bawah komando desa dan diawasi oleh kadus masing-masing," kata Kades Saiful, Jumat (5/11) di lokasi gaduhan sapi P2D salah satu warga desa Mentawak Baru. 

Dari penelusuran media ini, pada tahun pertama pemerintahan Kades Saiful Akmal di Desa Mentawak Baru Kecamatan Air Hitam ini, pemanfaatan dana P2D  digunakan untuk pengadaan 8 (delapan) ekor sapi betina yang dikelola oleh desa untuk membantu warga yang membutuhkan sebagai sumber ekonomi. 

Pihak desa menyerahkan pemeliharaannya kepada warga desa dengan cara diundi, masing-masing warga memelihara 1 (satu) ekor sapi, dari 8 ekor sapi betina ini dapat membantu 8 orang warga desa yang kurang mampu. 

Kades Saiful mengatakan 8 ekor sapi betina yang nantinya menjadi induk sapi ini dicatat sebagai aset desa, warga hanya memelihara (Penggaduh) hingga beranak 2 (dua) ekor, dan kedua sapi hasil gaduhan tersebut menjadi milik penggaduh sebagai hasil dari memelihara induk sapi P2D, seterusnya induk sapi dikembalikan ke desa untuk digulirkan kepada warga berikutnya. 

"Delapan ekor sapi betina yang akan menjadi induk sapi ini kami jadikan aset desa, milik desa. Warga hanya memelihara sampai beranak 2 ekor, seterusnya induk sapi dikembalikan ke desa untuk digulirkan lagi kepada warga lainnya yang membutuhkan," kata Kades Saiful. 

Lanjut Kades, setelah anak sapi berumur 9 bulan, penggaduh diminta membayar uang administrasi Rp. 1 Juta ke desa yang digunakan untuk biaya pengembangan, begitu pun pada anak sapi  yang ke dua, setelah itu induk sapi dikembalikan ke desa. 

"Dengan metode yang memperlakukan sapi P2D menjadi milik desa, bantuan dari dana P2D tersebut tidak hilang dan setiap tahunnya kita harap pemerintah terus membantu, jadi aset desa dari dana P2D terus bertambah, dan tentu lebih luas manfaatnya untuk membantu masyarakat, dengan metode ini kami optimis mampu memaksimalkan pemanfaatan dana program P2D dengan ternak sapi," ucap Kades Saiful. 

Dari keterangan Kades Saiful, beternak sudah merupakan kultur masyarakat desa Mentawak Baru, dengan potensi desa yang mendukung, yang mana pada beberapa tahun terakhir dana P2D digunakan untuk pengadaan induk sapi, seperti tahun 2020 dengan dana Rp. 200 Juta dimanfaatkan untuk membeli sapi betina sebanyak 14 ekor. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre