Breaking News

 


Jalan Simpang Pitco - Sepintun Semakin Hancur, Bupati Cek Endra Sarankan Kades Pasang Portal

Sarolangun, Figurnews.com-  Kondisi jalan Simpang Pitco-Sepintun saat ini semakin hancur, pemandangan miris terlihat di beberapa ruas jalan, apalagi pada saat hujan jalan tersebut susah dilewati, kondisi ini dapat dipastikan akibat dilewati angkutan kayu dan batubara bermuatan melebihi tonase (over loading), tidak sesuai dengan kelas jalan, yang belum lama ini diaspal Pemerintah Kabupaten  Sarolangun. 

Menyikapi kondisi yang mengkawatirkan ini, Bupati Sarolangun Cek Endra menyarankan kepada beberapa kepala desa untuk melakukan tindakan, diharapkan kepada Kades yang terdiri dari 5 desa, yaitu Desa Lubuk Napal, Lamban Sigatal, Sepintun, Taman Bandung, dan Desa Seko Besar, untuk memasang portal dan mengawasi kendaraan angkutan (truk) yang melebihi tonase. 

"Ini yang menjadi penyebab jalan Simpang Pitco-Sepintun itu tidak tahan, dan semakin hancur. Karena kelas jalannya berbeda. Saya berharap kepada Camat dan para Kades, jalan tersebut dipasang portal dan pembatasan tonase, dijaga oleh pihak desa, ini jalan kabupaten, bisa dipasang portal," kata Bupati Cek Endra, Senin (22/11). 

Bupati menyebut pemerintah kecolongan, setelah dilakukan upaya penutupan jalan, namun angkutan batubara dan kayu tetap lewat di malam hari dengan muatan melebihi tonase. 

"Kemarin kita kecolongan, sudah ditutup jalan truk batubara ternyata malam hari mereka lewat, dengan tonase yang berlebih,  dan juga sekarang banyak mobil kayu, saya lihat dari foto-foto kawan- kawan wartawan,  yang nyangkut malah mobil kayu, yang muatannya lebih dua kali lipat," ucap Bupati. 

Lanjut Bupati, harapannya kepada Camat dan Kepala Desa adalah cara yang paling tepat karena jarak yang begitu jauh dari pusat pemerintahan, apalagi kendaraan berat tersebut lewatnya malam hari. Begitu pun pengawasan dari Dinas PUPR, tidak cukup tenaga untuk mengawasi jalan ini. 

"Kalau kita berharap pengawasan dari kabupaten, susah, apalagi lewatnya malam hari. Kalau dari pihak PU mengawasi jalan ini pasti tidak cukup tenaga," ujar Bupati Cek Endra. 

Kekhawatiran Bupati terhadap bertambah hancurnya jalan ini terutama akibat angkutan kayu. 

"Terutama pengawasan truk angkutan kayu, karena sekarang lagi mahal harganya, sehingga orang bawa kayu dengan tonase yang berlebih," imbuh Bupati. 

Bupati juga menyebut,  yang perlu pengawasan itu bukan hanya jalan Simpang Pitco-Sepintun, tetapi juga jalan Selembau, akses jalan ke Cerminan Gedang dan Batang Asai. 

"Bukan jalan itu saja, jalan selembau juga seperti itu, mari sama-sama kita menyayangi jalan yang dibangun pemerintah ini," imbau Bupati. 

Terkait hal ini, PT. Haldeco salah satu perusahaan yang memanfaatkan jalan Simpang Pitco-Sepintun untuk pengangkutan batubara, melalui Yosep bagian humas perusahaan,  mengakui menggunakan jalan tersebut untuk pengangkutan batubara. Namun Yosep membantah kerusakan jalan hanya diakibatkan angkutan PT.  Haldeco. 

"Bukan Haldeco saja yang melewati jalan itu, ada juga perusahaan perkebunan sawit, perusahaan kayu, ilegal drilling dan angkutan masyarakat," kata Yosef saat dikomfirmasi media ini, Rabu (24/11), sambil menyebut sudah hampir sebulan ini mobil angkutan Haldeco tidak beroperasi yang disebabkan sesuatu hal. 

Camat Pauh Jupri, ketika dikonfirmasi media ini menyikapi dengan baik atas saran Bupati Cek Endra agar melakukan tindakan pemasangan portal dalam rangka mengawasi mobil angkutan yang melebihi tonase. 

"Kami akan melakukan tindakan atas saran dan harapan Pak Bupati, kami secepatnya akan berkoordinasi dengan para Kades," kata Camat Jupri, Rabu sore (24/11). 

Dari penelusuran media ini terkait kondisi jalan Simpang Pitco-Sepintun, mobil angkutan yang melebihi tonase melewati jalan tersebut pada malam hari dan tidak peduli saat hujan. 

Sedangkan perjanjian perusahaan angkutan untuk memperbaiki jalan tidak sesuai dengan kesepakatan dengan masyarakat 5 desa. 

"Perbaikan jalan yang dilakukan pihak perusahaan tidak sesuai dengan kesepakatan bersama masyarakat 5 desa," kata salah seorang warga Desa Lubuk Napal, Selasa (23/11). 

"Angkutan batu bara dan kayu ilegal beroperasi sore sampai malam hari, tak peduli ketika hujan," tambahnya. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre