Breaking News

Hasil Audit BPK, RSUD Kayuagung Tingkatkan Kualitas SDM Pengelola Keuangan BLUD



OKI- Figurnews.com-Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) menemukan adanya penerimaan jasa penyewaan ambulans di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir yang digunakan secara langsung tanpa melalui mekanisme keuangan BLUD. 

Atas temuan tersebut, manajemen RSUD Kayuagung pun secara langsung menindaklanjuti secara tuntas rekomendasi yang diberikan oleh BPK RI Perwakilan Sumsel.

"Bupati OKI Bapak H Iskandar SE selalu ingin Kabupaten OKI memiliki SDM yang baik. Untuk itu kami langsung menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sumsel, agar pengelolaan keuangan di BLUD ini semakin baik dan kita dapat membantu Bupati untuk membuat SDM BLUD di OKI tambah maju dan semakin berkualitas," ujar Direktur RSUD Kayuagung dr. Hj. Asri Wijayanti M.Kes melalui Kabid Pengembangan SDM & Sarpras RSUD Kayuagung, Iskandar Fuad S.Sos, Selasa (30/11/2021).

Mewakili Direktur, Fuad meminta jajarannya untuk kooperatif membantu BPK RI Perwakilan Sumsel dalam melakukan setiap proses pemeriksaan laporan keuangan negara yang dilakukan di RSUD Kayuagung.

"BPK adalah partner kita untuk menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik (good governance). Justru dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan, sangat bermanfaat bagi kita untuk mengetahui jika ada hal-hal terkait tata kelola keuangan yang tidak sesuai, agar dapat segera ditindaklanjuti," tuturnya.

Untuk menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI Perwakilan Sumsel, Direktur RSUD menginstruksikan sejumlah hal melalui sebuah Surat Keputusan (SK) kepada jajarannya, untuk melakukan evaluasi atas kebijakan pemotongan penerimaan retribusi penyewaan ambulans dalam rangka kebutuhan operasional penyewaan ambulans.

Selain itu, pihak RSUD Kayuagung juga meminta jajarannya bersikap kooperatif dan terbuka kepada para pemeriksa dari BPK RI Perwakilan Sumsel, segera menanggapi hasil temuan secara komprehensif dan berjenjang sesuai dengan kewenangannya, dan memahami bahwa hasil masukan dan temuan BPK RI Perwakilan Sumsel memiliki landasan hukum yang jelas, yang apabila tidak dilaksanakan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh institusi yang lain.

"Saya mewakili direktur mengucapkan terima kasih kepada jajaran BPK RI Perwakilan Sumsel yang selama ini telah mendampingi kami dalam menjaga pengelolaan keuangan RSUD Kayuagung yang baik. Sehingga kami dapat terus meningkatkan diri dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Alhamdulillah, OKI juga telah mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 10 (sepuluh) kali berturut-turut," ucapnya.

Sebelumnya, BPK RI Perwakilan Sumsel dalam laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab OKI tahun 2020 menyebut RSUD Kayuagung pada TA 2020 menganggarkan pendapatan jasa layanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp50.250.000.000 dan telah direalisasikan sebesar Rp37.981.041.373 atau 75.58 persen dari anggaran.

Pendapatan RSUD Kayuagung sendiri menurut laporan tersebut terdiri dari penerimaan dari pelayanan Pasien Umum, Pasien BPJS, dan Pasien Jaminan Persalinan (Jampersal). Penerimaan dari pelayanan pasien umum terdiri dari pelayanan pasien rawat jalan, pasien rawat inap, sewa ambulans, jasa laboratorium dan apotek. 

Dijelaskan dalam laporan, pasien umum adalah pasien yang memperoleh layanan kesehatan di RSUD Kayuagung yang tidak memiliki BPJS atau pasien yang tidak dapat menunjukkan bukti domisili di wilayah Kabupaten OKI.

Selanjutnya, mekanisme penerimaan atas pelayanan pasien umum pada RSUD Kayuagung berawal dari loket penerimaan. Petugas loket akan mendaftarkan pasien dengan mengisi pelayanan yang diberikan atau tindakan medis yang akan  dilakukan. Kuitansi ini yang selanjutnya diproses oleh petugas loket, lalu pasien membayar sesuai tarif sesuai ketentuan setelah menerima pelayanan.

"Salah satu pelayanan pasien umum pada RSUD Kayuagung adalah penyewaan ambulans. Penyewaan ambulans kepada pasien umum terdiri dari penjemputan atau mengantar pasien dari Kecamatan Kayuagung, ke Kecamatan atau ke luar Kabupaten OKI, atau pasien rujukan ke Palembang, serta mengantar pasien meninggal ke dalam wilayah atau keluar Kabupaten OKI," bunyi kutipan dari Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel melalui Subauditorat Sumsel I, Ali Thoyibi SE.,M.Ak.,Ak dalam laporann hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab OKI tahun 2020, yang dikutip Senin (29/11/2021) lalu.

Dalama laporan itu dijelaskan, hasil pemeriksaan atas dokumen penerimaan dan bukti pendukung atas penyewaan ambulans menunjukkan bahwa tarif yang tercantum dalam kuitansi pemakaian ambulans adalah tarif total keseluruhan biaya terdiri dari biaya BBM, sopir, perawat pendamping, BHP (Oksigen), uang makan, cuci mobil dan biaya sewa (retribusi ambulans). Namun penerimaan yang dicatat pada buku penerimaan dan disetorkan ke rekening RSUD Kayuagung oleh Bendahara Penerimaan hanya biaya sewa ambulans saja, tidak termasuk biaya-biaya lain yang tertera dalam kuitansi pemakaian. 

Temuan tersebut, di klaim pihak RSUD Kayuagung tidak mengakibatkan kerugian negara, namun hanya terdapat kesalahan mekanisme dan evaluasi sudah dilakukan sesuai dengan petunjuk dari BPK. 

"Setelah adanya audit di tahun 2020 sudah kita terapkan apa yang sudah disarankan oleh BPK. Pihak RSUD tidak lagi melakukan pemotongan langsung, namun sebagai gantinya dikeluarkan dulu persekot dari keuangan RSUD. Besarannya antara Rp 5 juta - Rp 20 juta per hari, namun jika tidak habis dipakai maka uang akan kembali ke kas BLUD, uang hasil penerimaan dari sewa ambulans juga langsung di setor ke kas BLUD, yang digunakan adalah uang persekot tadi. Dan terkait hal ini sudah dikeluarkan SK dari Direktur RSUD," terang Iskandar Fuad.

Dijelaskan Fuad, terkadang bila ada pasien yang berasal dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki cukup biaya. Pihak RSUD Kayuagung tetap mengupayakan untuk membantunya. 

"Tak punya uang Pak, ada duit sekian Pak, RSUD tetap terima, tetap dibantu. Karna RSUD ini adalah BLUD yang fleksibilitas  pengelolaan  pendapatan dan  kegiatannya untuk internal rumah sakit. Kami juga mengelola seluruh pendapatan yang telah diperoleh untuk memenuhi   kebutuhan RSUD Kayuagung. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan berkualitas pada publik tanpa berorientasi pada laba," jelas Fuad.(tim)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre