Breaking News

 


Kuasa Hukum Empat Mantan DPRD Mohon Penangguhan Tahanan Kejaksaan Negeri Pasbar

Abdul Hamid,SH
Advokat

Simpang Empat, Figurnews.com

Abdul Hamid, SH Kuasa hukum dari empat orang klien mantan anggota DPRD Pasbar yang sedang tersandung perkara dugaan Tipikor,  menyampaikan permohonan penangguhan penahan dari tahanan penjara ke tahananan Kota atau tahanan rumah.

Dengan surat kuasa khusus tertanggal 3 November 2021, Pengacara mengupayakan mengajukan penangguhan penahan kliennya dengan inisial JD, ES, FDM, AT yang ditahan penyidik kejaksaan Pasaman Barat di ruang tahanan Polres Pasbar.

"Saya selaku penasehat hukum ke empat klien mengajukan penangguhan tahanan kepada Kejaksaan Negeri Pasaman Barat. Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 KUHAP, " ungkap Abdul Hamid saat jumpa Pers di Simpang Empat, Selasa.


Untuk jaminan terhadap kliennya, pengacara Abd.Hamid Nasution dan rekan berkantor di perumahan Madanai Pasaman Baru tersebut ajukan jaminan orang dan jaminan uang.


Kita sudah mengajukan permohonan permintaan penangguhan penahanan dari tersangka yang dijamin oleh istri, anak, atau saudara kandung dari masing-masing klien, pengajuan surat penangguhan awal pada tanggal 8 November 2021 untuk tiga klien, dan tanggal 11 November 2021 pengajuan penangguhan untuk empat klien.







intinya ke empat klien dan keluarga para klien bermohon permintaan disetujui dari penyidik yang menahan. 


Selain itu, ke empat penjamin tersangka menyetujui persyaratan dan jaminan yang ditetapkan. "Syarat penangguhan sendiri diatur dalam UU KUHAP Pasal 31 ayat 1," tuturnya.


"Harapan kita permohonan penangguhan klien dapat dipertimbangkan dan disetujui untuk dilakukan tahanan kota atau tahanan rumah," harapnya.


"Insyaallah dikabulkan, tentunya klien bisa melaksanakan kewajiban selama masa penangguhan,  harus melakukan wajib lapor. Hal itu bisa dilakukan sesuai perjanjian tergantung persetujuan Kejaksaan," katanya.


Dalam penangguhan pemohon  memberikan jaminan kepada pihak yang berwenang. berupa uang atau pun orang yang bersedia. "Penangguhan juga bisa menggunakan orang sebagai penjamin tersangka," kata dia


"Syaratnya, penjamin memberi pernyataan dan kepastian kepada instansi yang menahan bahwa penjamin bersedia dan bertanggung jawab memikul segala risiko dan akibat yang timbul apabila tahanan melarikan diri," kata Hamid.


Sebelumnya Lima mantan anggota DPRD Pasaman Barat, Sumatera Barat ditetapkan sebagai tersangka dan empat diantaranya langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri setempat terkait perkara dugaan penyimpangan perjalanan dinas fiktif tahun anggaran 2019, Jumat (29/10/2021)



Kejaksaan Negeri Pasaman Barat pada Jumat (29/10) baru saja menetapkan lima tersangka kasus dugaan perjalanan fiktif mantan anggota DPRD periode 2014-2019 dan tiga diantaranya langsung ditahan, 


Sementara tersangka AT ditahan sejak tanggal Selasa (09/11) sementara tersangka IS tidak dilakukan penahanan karena dalam keadaaan sakit.


Menurut Kajari Pasbar para tersangka diduga melakukan tindakan korupsi pada anggaran perjalanan dinas pada sekwan DPRD Pasaman Barat pada tahun 2019 dengan anggaran yang terserap sekitar Rp27.165.361.405 dari total anggaran sebesar Rp32.015.823.405.


Lebih lanjut, Dugaan Tipikor tersebut dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19.

Kerugian negara akibat perbuatan tersangka sekitar Rp650 juta, dari perjalanan dinas fiktif dalam propinsi maupun luar provinsi" katanya.


Ia menyebutkan penahanan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan barang bukti dugaaan tindak pidana korupsi dan dari keterangan saksi-saksi.


"Sekitar 30 lebih saksi telah kita periksa dan dan dengan barang bukti dokumen.  Ini baru tahap awal dan akan terus dikembangkan tidak tertutup akan ada tersangka baru nantinya," tegasnya.

Para tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun1999 diubah menjadi UU RI nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.




Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre