Breaking News

Anggaran Turun, Bupati Cek Endra Tidak Kurangi Pelayanan kepada Masyarakat

Sarolangun, Figurnews.com- Bupati Sarolangun Cek Endra telah menandatangani Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2022, Jum'at (12/11/2021) pada Rapat Paripurna Tingkat 1 Tahap 3 DPRD Kabupaten Sarolangun. 

Pada tahun sebelum pandemi Covid-19 APBD Kabupaten Sarolangun mencapai Rp, 1,6 trilyun, tahun ini berdasarkan kesepakatan dengan DPRD, prioritas anggaran tahun 2022 turun menjadi kurang dari Rp. 1,2 trilyun,  berkurang hampir Rp. 400 milyar dibanding tahun sebelum pandemi. Namun dengan kondisi ini,  Bupati Cek Endra mengatakan tidak akan mengurangi pelayanan Pemerintah Kabupaten Sarolangun kepada masyarakat. 

"Sekarang ini plafon anggaran kita turun menjadi kurang dari Rp. 1,2 trilyun, dulu sebelum pandemi covid 19 anggaran kita hampir Rp. 1,6 trilyun. Tentu dengan anggaran seperti ini kita tetap tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat, yaitu dengan cara tetap harus efisien," kata Bupati Cek Endra. 

Pengesahan plafon anggaran tersebut setelah melalui 4 (Empat) kali rapat paripurna bersama DPRD Sarolangun, seterusnya akan dilanjutkan pembahasan berikutnya oleh masing-masing OPD. 

"Kita telah mengesahkan PPAS tahun 2022 setelah melalui rapat paripurna empat kali, Alhamdulillah sore ini sudah kita tandatangani bersama DPRD, sehingga nanti akan dilanjutkan pembahasan berikutnya oleh masing-masing OPD," terang Bupati Cek Endra. 

Dalam keterangannya kepada awak media, di tengah pandemi covid-19 ini tentunya anggaran dan program disesuaikan dengan visi-misi RPJMD dan RPJMN dalam rangka menuntaskan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022. 

Ditanya terkait rencana peminjaman uang di Bank Jambi yang batal karena ditolak oleh Dewan, Bupati Cek Endra menyebut itu bagi eksekutif tidak masalah, walaupun rencana peminjaman tersebut karena kekurangan dana untuk menuntaskan pembangunan di akhir masa jabatan Bupati Cek Endra bersama Wakil Bupati Hillalatil Badri. 

"Ya, bagi Eksekutif itu tidak masalah. Dalam arti, kemarin itu kita memperkirakan kalau memang memungkinkan, kita tidak meminjam dalam jangka panjang, hanya untuk jangka pendek. Rencana yang dipinjam juga tidak di luar kemampuan daerah, kecil jumlahnya," jelas Bupati. 

Menurut Bupati, penolakan Dewan berkemungkinan karena Dewan kuatir tidak mendapatkan persetujuan dari menteri keuangan atau butuh waktu yang lama dan Dewan tidak mau bersifat terlalu maju. 

Lanjut Bupati, rencana peminjaman dana tersebut adalah untuk penyelesaian pembangunan beberapa ruas jalan yang diperuntukkan di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Mandiangin Timur yang baru dimekarkan, Kecamatan Air Hitam, Kecamatan Limun dan Kecamatan Batang Asai, yang sekarang masih belum tuntas. 

"Dengan ditolaknya rencana peminjaman uang di Bank Jambi, pembangunan tetap kita lakukan.  Kita tidak mengirangi pelayanan kepada masyarakat,  kita berupaya membangun secara fungsional, dalam arti dengan kondisi hujan pun, kendaraan bisa lewat," pungkas Bupati Cek Endra. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre