Breaking News

Anggaran Terbatas, Bupati Cek Endra Tetap Anggarkan Dana P2DK Untuk Kesejahteraan Masyarakat

 


Sarolangun, Figurnews.com- Bupati Sarolangun Cek Endra telah mengajukan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sarolangun, Senin (22/11).

Pada RKPD 2022 terdapat di dalamnya KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara) dengan jumlah anggaran kurang dari Rp. 1,2 Trilyun. 

Dengan demikian dapat dipastikan APBD Kabupaten Sarolangun tahun 2022 jauh menurun, turun sekitar Rp. 400 Milyar dibandingkan dengan APBD sebelum pandemi Covid-19 yang berjumlah sekitar Rp. 1,6 Trilyun.

Dengan anggaran yang jauh menurun, selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Bupati Cek Endra mengatakan tetap  memprioritaskan program P2DK (Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan), sebuah program ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Sarolangun. 

"Kita tetap fokus pada pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur yang belum tuntas dan program peningkatan ekonomi kerakyatan," kata Bupati Cek Endra. 

Tetkait program ekonomi kerakyatan, di Kabupaten Sarolangun dikenal dengan program P2DK, Bupati menyebut tetap menganggarkan, tetapi tidak bisa dimaksimalkan dengan jumlah normal Rp. 200 Juta sebagaimana tahun-tahun sebelum pandemi. 

"Walaupun dalam kondisi anggaran yang jauh menurun, Program P2DK tetap kita anggarkan Rp. 100 Juta per desa/kelurahan, kita belum bisa memaksimalkan seperti jumlah normal," terang Bupati. 

Lanjut Bupati, tahun 2022 anggaran setiap OPD turun 30 persen, namun Ia yakin walaupun dengan ketersediaan anggaran yang terbatas tetap dapat melayani masyarakat dengan niat membangun dan mensejahterakan masyarakat. 

"Dengan anggaran yang terbatas ini, kita tetap yakin dapat melayani masyarakat dengan niat untuk melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,"  ucap Bupati Cek Endra.  

Pilihan Bupati Cek Endra untuk P2DK tetap menjadi prioritas,  merupakan langkah yang sangat tepat, mengingat program unggulan Bupati Cek Endra ini sangat bermanfaat dan terbukti sangat membantu masyarakat Kabupaten Sarolangun yang mengalami kemerosotan ekonomi, ditambah lagi akibat pandemi covid-19.

Program P2DK ditunggu setiap tahunnya oleh masyarakat Kabupaten Sarolangun, ini sudah berlangsung 8 tahun. 

Menurut penelusuran media ini, dengan bantuan dana P2DK, akses jalan ke sumber ekonomi masyarakat menjadi lancar, seperti jalan ke kebun dan perladangan masyarakat. 

Dengan pemanfaatan dana P2DK yang bervariasi, sudah tercipta kampung ternak P2DK di Kecamatan Air Hitam. Seperti kampung ternak kerbau di Desa Lubuk Kepayang, Kampung ternak sapi P2DK di Desa Semurung, Mentawak Hulu dan Desa Mentawak Baru dan Desa lainnya. 

Hal yang sama juga terbukti di kecamatan Singkut dan Pelawan, Mandiangin dan Pauh. Dengan ternak sapi dan kebun sawit di lahan TKD (Tanah Kas Desa), Kecamatan Limun dengan ternak kerbau di wilayah Bukit Bulan dan  Kecamatan Bathin VIII yang unggul dengan sawit di lahan TKD. 

Begitupun di Kecamatan Batang Asai, telah tercipta kampung kopi hasil pemanfaatan P2DK yang terkenal dengan kopi Bukit Tempurung. 

Dan yang lebih menarik lagi, pemanfaatan P2DK tahun ini memasuki varian baru, masyarakat mulai melirik pemanfaatan dana ini untuk pengadaan bibit pinang batara, sebagaimana di Desa Lubuk Napal dan Desa Seko Besar Kecamatan Pauh. 

Sesuai tujuannya, program P2DK telah terlaksana dengan baik dengan manfaat yang dapat meningkatkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Sarolangun. (AF)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre