Breaking News

 


95 Persen Lulusan SMAN Sumsel Terserap di Perguruan Tinggi dengan Beasiswa

Palembang,Figurnews.com,-

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Sumatera Selatan yang mana sekolah tersebut hanya menerima siswa dari keluarga pra-sejahtera. Namun Lulusan SMA Negeri Sumsel setiap tahunnya setidaknya 95 persen terserap di perguruan tinggi dengan Beasiswa penuh. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN Sumsel Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si saat diwawancarai diruang tamu SMAN Sumsel yang terletak di Jakabaring, Kamis (04/11/2021)

Diketahui Sekolah SMAN Sumsel ini memiliki Siswa sebanyak 300 Orang dengan perbandingan sekitar 30 persen laki-laki dan 70 persen perempuan. Sekolah ini Khusus menampung siswa berlatarbelakang  keluarganya berpenghasilan rendah, namun Siswanya memiliki prestasi akademik yang cukup baik, bahkan siswanya memiliki prestasi berbagai dibidang akademik dan non akademik.

Oleh karena itulah, Sekolah ini selalu dibidik oleh berbagai perguruan tinggi bukan saja di Indonesia akan tetapi dari perguruan tinggi luar negeri. Lahirnya Siswa Berprestasi dibalik itu semua tidak luput dari Guru yang luar biasa.

"Hampir 95 Persen Siswa kita masuk perguruan tinggi dengan Beasiswa penuh. Seluruh komponen sekolah ini berupaya membina semua siswa kami yang berasal dari keluarga tidak mampu agar mereka dapat meningkatkan kompetensi, kapasitas dan prestasinya dan semoga kelak dapat membantu memperbaiki perekonomian keluarganya dan dapat berkontribusi pada kemajuan daerah provinsi Sumatera Selatan. Ini motivasi  untuk anak yang lainnya agar tidak putus asa, walaupun berasal dari keluarga pra-sejahtera tapi tetap bisa sekolah dan berprestasi," kata Iswan.

Disebabkan adanya wabah Pandemi yang sudah cukup lama ini membuat siswa memiliki kesulitan dalam mengikuti pembelajaran daring. Berbagai kendala yang dialami hingga nilai siswa mengalami sedikit penurunan.

"Adanya Pandemi hampir 1,5 tahun mengikuti pembelajaran daring tentunya siswa kita mengalami kesulitan karena bantuan kuota dari pemerintah kurang mencukupi. Selain itu aktivitas pembelajaran cukup terganggu seperti terkendala sinyal karena siswa kami banyak yang keluarganya berdomisili di daerah,"ucapnya.

Untuk itu sejak bulan September kemarin siswa SMAN Sumsel mulai mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas, dengan syarat sesuai dengan standar protokol kesehatan. 

"Sejak bulan September kemarin siswa mulai masuk Asrama tapi kita pastikan siswa dalam kondisi sehat. Mereka melakukan tes swab Antigen terlebih dahulu bahkan selama 14 hari siswa dikarantina dan  mengikuti pelajaran dari kamar asrama masing-masing. setelah dipastikan tidak ada gejala apapun, kemudian siswa diijinkan untuk masuk kelas,"ulasnya.

Peraturan yang diterapkan di SMAN Sumsel tersebut bukan saja berlaku untuk siswa namun juga untuk para Guru dan pegawai.  "Peraturan itu bukan  untuk siswa saja tapi berlaku untuk semua.  Bahkan saya sendiri selaku Kepala Sekolah, jika baru datang dari luar kota dan jika mau bersapa dengan siswa, tidak diijinkan oleh Tim Satgas Covid-19 SMAN Sumatera Selatan. Saya harus dikarantina terlebih dahulu,"terang Iswan.(Fera) 

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre