Breaking News

 


TITI HAMSUARDI Ketua TP PKK PASBAR: Rasulullah Tauladan Akhlak Umat Manusia

 


Pasbar, Figurnews.com- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat  Ny. Titi Hamsuardi di dampingi Ketua GOW Ny. Fitri Risnawanto menghadiri sekaligus membuka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah di Mushalla Al Muhajirin, jalan KKN, Kampung Cubadak, Kecamatan Pasaman, Rabu,(20/10).

Dalam peringatan tersebut juga diadakan beberapa lomba diantaranya yaitu lomba Shalawat Badar yang diselenggarakan oleh Kajian Berkurikulum Mushalla tersebut.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami diundang dan bisa hadir di sini, di tengah-tengah ibu-ibu sekalian dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Ketua TP PKK Ny Titi Hamsuardi.


Menurut Ny. Titi Hamsuardi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, memiliki makna yang sangat dalam. Dimana dengan Kehadiran Rasulullah di muka bumi ini dapat menyempurnakan akhlak umat manusia agar bertaqwa kepada Allah SWT dan berprilaku baik kepada sesama manusia, serta makhluk ciptaan lainnya.


"Peringatan Maulid Nabi sebagai salah satu upaya dalam memahami dan menghayati makna kelahiran baginda Rasul Muhammad SAW. Sosok panutan dan suri tauladan dalam mengarungi kehidupan di dunia untuk keselamatan di akhirat nanti," ujarnya.

Kegiatan ini, kata dia, di samping sebagai wujud kecintaan umat muslim kepada Nabi Muhammad SAW yang bermuara kepada peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, juga merupakan salah satu upaya untuk mempererat hubungan tali silaturrahim antara sesama umat muslim.

"Kami sangat mengapresiasi Ibu ibu semua yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Mengadakan kegiatan lomba shalawat Badar, yang mana kegiatan ini sangat jarang diadakan, namun ibu ibu pengajian mampu membangkitkan lagi acara ini,"imbuhnya. 

Ny Titi Hamsuardi berharap kegiatan serupa juga dapat dilakukan pada setian harinya. "Sesuai dengan  visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat masyarakat diharapkan dapat menyelenggarakan maghrib Mengaji serta Tahfidz Al-Qur'an di daerah masing-masing, agar dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

"Di era globalisasi saat ini generasi muda dihadapkan dengan teknologi yang canggih yang dapat mempengaruhi kehidupan. Untuk memupuk iman dan taqwa maka dihadirkan program maghrib mengaji dan Tahfidz Al-Qur'an. Semua ini harus di jalankan guna memerangi pengaruh negatif bagi masyarakat khususnya  anak-anak," ucap Ny. Titi Hamsuardi 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Nurhayati menyampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diadakan dua lomba yaitu lomba shalawat Badar yang terdiri dari 5 kelompok yaitu 2 kelompok dari Wirid Pengajian Nurul Huda Rimbo Janduang dan 3 kelompok dari Kajian Berkurikulum Mussalla Al-Muhajirin. Selanjutnya lomba membuat singgang ayam. 

"Rangkaian kegiatan ini semua merupakan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah,"ungkap Nurhayati tutupnya.


Saat Nabi Muhammad Melarang Sahabat Korupsi dan Ambil Suap

Nabi Muhammad melarang sahabat melakukan korupsi dan mengambil suap.


Nabi Muhammad sedari dulu telah mengantisipasi umatnya untuk mencegah konflik kepentingan ini. Pada masa Rasul, terdapat contoh konflik kepentingan antara petugas pemungut zakat yang juga sekaligus pendakwah Islam di Yaman.

Kala itu, petugas tersebut ditugaskan di Yaman karena masyarakatnya sedang dibina mengenai zakat. Nabi kemudian mengutus Mu’az bin Jabal ke Yaman sebagai juru dakwah. Dalam pengakuan Mu’az bin Jabal, sesaat setelah Nabi melepasnya dan Abu Musa al-Asy’ari ke Yaman, Nabi ternyata melupakan satu wasiat penting. Hingga akhirnya, beliau mengutus kembali seseorang agar mereka kembali baru dilepaskan lagi.

Usai mereka kembali, peristiwa ini pun terekam dalam hadis shahih riwayat Ahmad: “Dari al-Hars bin Amr dari beberapa orang teman-teman Mu’az, sesungguhnya Nabi mengutus Mu’az dan beliau bertanya: ‘bagaimana kamu akan memutuskan hukum?’, Mu’az pun menjawab akan memutuskan hukum dengan dasar Kitabullah.

Kemudian, Rasulullah bertanya kembali: ‘Kalau tidak kamu dapatkan dalam Kitabullah?’, Muaz menjawab akan merujuk dasar sunnah Rasulullah. Rasul bertanya lagi: ‘Kalau tidak kau dapatkan dalam sunnah Nabi?’ Muaz menjawab akan melakukan ijtihad dengan pemikirannya. Mendengar ini, Rasulullah pun bersabda: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menolong utusan Rasulullah SAW,”.

Rasulullah juga berpesan kepada Mu’az untuk tidak melakukan korupsi terhadap apapun selama bertugas menjadi pendakwah dan pejabat di Yaman.
Berdasarkan hadis riwayat At-Tirmizi diceritakan:

“Dari Mu’az bin Jabal, ia berkata: Rasulullah mengutus saya ke Yaman. Ketika saya baru berangkat, beliau memerintahkan seseorang untuk memanggil saya kembali. Maka saya pun kembali dan beliau berkata: apakah engkau tahu aku mengirimmu orang untuk kembali? Janganlah kamu mengambil sesuatu tanpa izin saya, karena hal itu adalah ghulul. Dan barangsiapa berlaku ghulul, maka ia akan membawa barang yang digelapkan atau dikorupsi itu pada hari kiamat. Untuk itulah aku memanggilmu. Sekarang berangkatlah untuk tugasmu,”.

Atas dasar hadis tersebutlah, cakupan ghulul pada tahun ke-10 hijriah bukan hanya sebatas pada harta rampasan perang sebagaimana yang terjadi di tahun sebelumnya. Uang tip, pelicin, dan uang keamanan masuk dalam kategori tindakan korupsi. Dalam istilah Nabi, uang-uang ini disebut al-maksu atau pungutan liar.


(Dodi ifanda)



Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre