Breaking News

 


Polinela Dorong Percepatan Pendirian Politeknik Negeri Mentawai

 

Foto: Pertemuan Tim Monev Polinela bersama Pengelola di kampus PDD Mentawai. Senin, (11/10/2021).

MENTAWAI. FN- Dalam rangka percepatan pendirian Politeknik Negeri Mentawai (PNM), Tim Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memotivasi dan mendorong kampus di Mentawai.

Sejak berdiri Kampus Program Studi Diluar Domisili (PDD) Mentawai berdasarkan SK Menristekdikti, 125/KPT/1/2015, pada 24 November 2015 binaan Polinela itu, saat ini tengah melengkapi persyaratan untuk berubah status menjadi PNM. 

Menurut Ketua PDD Polinela, Joko SS Hartono bahwa untuk mencapai hal itu ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi antara lain, Naskah Akademik, Administrasi, Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana. 

Tim Polinela pada kunjungan sekaligus monitoring evaluasi percepatan pendirian PNM selama tiga hari itu melihat secara faktua kelengkapan persyaratan tersebut. 

"Kita akan melihat secara faktual lagi tentang apa yang sudah kita lakukan dan apa yang harus kita lakukan terkait dengan percepatan persiapan Politeknik Negeri Mentawai," ungkap Mantan Direktur Polinela itu, Joko Hartono di Kampus PDD Mentawai. Senin, (12/10/2021). 

Melalui itu ia menceritakan awal mula perjalanan Polinela sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada Pengelola di kampus PDD Mentawai. 

Ia mengatakan saat ini Polinela berusia 38 tahun. Banyak rintangan dan liku perjalan yang telah dilalui. Mulai dari menumpang gedung hingga menjadi Polinela saat ini. Berkisar antara tahun 1984 sampai 2004 menjadi Polinela. 

Pada tahun 1984, awal berdiri bernama Politeknik Pertanian Universitas Lampung (Politani Unila) dengan SK Dirjen Dikti Depdikbud No 14/Dikti/Kep/1984. Selanjutnya pada 7 April 1984 kegiatan administrasi dipusatkan di salah satu gedung Fakultas Pertanian Unila. 

"Persiapan itu berlangsung selama 5 tahun, pada tahun 1988 kita sudah diberi gedung dengan kondisi halaman masih bertanah, kemudian pada bulan juni tahun 1988 kita baru menerima Mahasiswa, sehingga pembukaan tahun ajaran baru pada februari 1989," sebutnya yang juga Mantan Mahasiswa pada saat itu. 

Tahun ajaran baru dibuka dengan 3 jurusan yakni, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Budidaya Tanaman Pangan dan Teknologi Pertanian. Sedangkan Program Studi yang diasuh terdiri dari 5 yakni Budidaya Tanaman Perkebunan, Budidaya Tanaman Pangan, Teknologi Makanan, Tata Air Pertanian, Mekanisasi dan Bangunan Pertanian. 

Kemudian pada 7 April 2001, Politeknik Pertanian Unila resmi mandiri menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Provinsi Lampung dengan nama Politeknik Pertanian Negeri Bandar Lampung berdasarkan SK Mendiknas RI No. 036/O/2001. 

Adapun 3 Jurusan saat adalah Budidaya Tanaman Perkebunan, Budidaya Tanaman Pangan dan Teknologi Pertanian, dengan mengasuh 9 Program Studi yaitu, Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan, Program Studi Produksi Tanaman Pangan, Program Studi Teknologi Makanan, Program Studi Tata Air Pertanian, Program Studi Mekanisasi dan Bangunan Pertanian, Program Studi Budidaya Peternakan, Program Studi Agribisnis, Program Studi Hortikultura, Program Studi Budidaya Perikanan. 

Berdasarkan rapat Senat Politeknik tanggal 19 Oktober 2004, ditetapkan usulan perubahan nama politeknik menjadi Politeknik Negeri Lampung atau Polinela. 

"Seiring dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat selama 3 tahun pada waktu itu, Politeknik Negeri Pertanian Bandar Lampung berubah nama menjadi Politeknik Negeri Lampung," terang Joko. 

Selain itu turut hadir Wayan Suwindra, Erlan dan Ansori yang tergabung dalam Tim Polinela sebgai pelaksana monitoring evaluasi percepatan pendirian PNM tersebut. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre