Breaking News

 


Pak Ucok Akui Manfaat JKN-KIS Begitu Besar Ketimbang Iuran Yang Dibayar

 

Pasaman Barat, Figurnews.com – Khairul Amri (59) baru menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pak Ucok, begitu ia akrab disapa, mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang dikenal dengan peserta mandiri dengan hak rawatan pada kelas I pada tahun 2020 lalu. Tak berselang lama dari kepesertaannya, Pak Ucok pun memanfaatkan layanan Program JKN-KIS miliknya di Rumah Sakit Islam (Yarsi) Ibnu Sina Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat.

Dikatakan Pak Ucok, dirinya pada awalnya menderita penyakit diabetes, namun kemudian menurut dokter spesialis yang memeriksa dirinya, penyakit diabetes tersebut telah menyebabkan dirinya mengalami pengapuran persendian.

“Awal mula sakit ataupun gejalanya, terasa di badan lemas, mata penglihatan agak berkurang, apalagi pada malam hari, itu cahaya terkesan pecah jika menggunakan lampu berkendaraan. Dengan adanya penyakit pengapuran ini, tentu aktivitas sehari-hari yang biasanya kita lakukan pasti ada gangguan tapi pengobatan yang sudah diberikan atau yang sudah kita dapatkan, perubahan itu ada walau tidak seperti sedia kala begitu,” ungkap Pak Ucok membuka kisahnya memanfaatkan Program JKN-KIS pada Minggu (12/09) di kediaman rumahnya. 

Pak Ucok mengatakan sejak tahun 2020 atau hampir 2 tahun berobat memanfaatkan Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Sejak tahun 2020 hingga saat ini, saya telah (berobat) menggunakan BPJS (Kesehatan) untuk melakukan kontrol rawat jalan dengan dokter spesialis 15 hari sekali dan dalam 2 bulan terakhir ini, kontrolnya dilakukan 21 hari sekali,” ujar warga Bandarejo, Kenagarian (Desa) Lingkung Aur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ini.

Saat ditanya soal penjaminan sewaktu berobat, ia mengaku jika pengobatannya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.

“Selama pelayanan dan pengobatan full dijamin oleh BPJS Kesehatan, tidak ada yang sifatnya biaya tambahan. Insyallah dalam hal pelayanan kalau yang seperti kami dapatkan berjalan dengan baik, walaupun terkadang-kadang ada sedikit mis-komunikasi antara dokter spesialis dengan bagian farmasi. Misalnya obat yang diresepkan oleh dokter, jenisnya A diresepnya, ternyata karna keterbatasan obat atau kebetulan habis, diberikan obat yang sama jenisnya cuma merek yang berbeda. Namun begitu, insyallah obatnya tetap sesuai standar lah,” aku Pak Ucok.

Tak lupa diakhir perbincangan, ia mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya dikarenakan besarnya manfaat yang diterima oleh peserta apabila kelak menderita sakit.

“Kami berharap setelah apa yang kami rasakan sekarang ini, dengan adanya BPJS ini sangat menolong sekali, mengingat biaya yang seharusnya kami harus keluarkan dengan tanpa BPJS, ya sangat tertolong sekali dengan adanya BPJS ini. Ya seperti saya sendiri mungkin dengan obat-obatan yang harus saya konsumsi dalam setengah bulan sekali dibandingkan dengan iuran yang saya bayarkan tentu sebetulnya tak seimbang, artinya BPJS itu masih menambah begitu, apalagi dengan biaya konsultasi  dokter, " tambahnya.

“Jadi, kami mengajak para warga yang belum menjadi peserta untuk segera menjadi peserta BPJS. Kami juga berterima kasih dengan kehadiran atau keberadaan BPJS ini, sangat menolong bagi apa yang kami rasakan sekarang ini,” pungkas Pak Ucok.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre