Breaking News

 


Nama Kajari Pasbar Dicatut, Jika ada oknum yang minta uang jangan percaya Segera Laporkan!


Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman m hp 8 Jika ada okum yang memanfaatkan minta uang jangan percaya dan segera laporkan," , Sumatera Barat Ginanjar Cahya Permana mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya jika ada oknum yang mencatut namanya atau jajarannya minta uang dalam penanganan perkara korupsi yang sedang ditangani saat ini.

"Saat ini kita menangani sejumlah perkara kasus dugaan korupsi. Jika ada okum yang memanfaatkan minta uang jangan percaya dan segera laporkan," tegasnya di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu ada yang mencoba mencatut nama Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Kasi Intel  dan Kasi Pidsus dengan meminta uang kepada keluarga yang sedang beperkara agar menstranfer sejumlah uang.

"Pernah kejadian ada yang datang ke kantor kejaksaan membawa uang katanya ada yang menghubungi. Setelah dicek ternyata tidak benar," katanya.

Ia menekankan kepada masyarakat jika ada yang menghubungi mengatasnamakan Kajari, Kasi Pidsus atau Kasi Intel atau lainnya jangan percaya dan segera laporkan ke kantor kejaksaan.

"Jikapun ada pegawai kejaksaan yang meminta uang laporkan kepada saya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat untuk ditindak," tegasnya.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya menanagani perkara korupsi di Pasaman Barat.

"Jangan ada oknum yang memanfaatkan. Kita komit memberantas dan menuntaskan perkaran yang sedang ditangani," tegasnya.

Kejaksaan Negeri Pasaman Barat pada Jumat (29/10) baru saja menetapkan lima tersangka kasus dugaan perjalanan fiktif mantan anggota DPRD periode 2014-2019 dan tiga diantaranya langsung ditahan.



Selain itu pihak kejaksaan saat ini sedang menangani perkara kasus korupsi lainnya yang saat ini sudah tahap penyidikan.

Diantaranya perkara dugaan korupsi pembangunan aula Dinas Pendidikan dan pembangunan lapangan tenis indor yang sudah tahap penyidikan tetap berlanjut menunggu hasil audit tim ahli.

"Tetap lanjut dan masih menunggu perhitungan ahli untuk menentukan kerugian negara," tegasnya.

Ginanjar mengatakan pihaknya tidak main-main dalam pengungkapan kasus korupsi. Namun tentu penanganannya sesuai aturan yang berlaku.

Adapun perkara yang naik ke penyidikan adalah perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan gedung Aula Dinas Pendidikan Pasaman Barat Tahun Anggaran 2016 dengan pagu dana terkontrak Rp1.232.044.000.

Kemudian perkara dugaan tindak pidana pembangunan lapangan tenis indor pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Tahun Anggaran 2018 dengan pagu dana terkontrak Rp1.391.930.000.

"Tim penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dua kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada dinas Pendidikan dan PUPR Pasaman Barat," tegasnya.

(Tim FN)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre