Breaking News

 


Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1443H (Bag.2)

 

Oleh; HENDRI

Tanah Datar, Figurnews.com - Tradisi yang berjalan dikalangan bangsa Arab yang relatif sudah maju, mereka mencari wanita-wanita yang bisa menyusui anak-anaknya. Sebagai langkah untuk menjauhkan anak-anak itu dari penyakit yang bisa menjalar didaerah yang sudah maju, agar tubuh bayi menjadi kuat, otot-ototnya kekar dan agar keluarga yang menyusui bisa melatih bahasa Arab dengan fasih. Maka Abdul Muthalib mencari wanita dari Bani Sa'ad bin Bakr agar menyusui beliau, yaitu Halimah bin Abu Dzu'aib, dengan didampingi suaminya, Al-Harits bin Abdul Izza, yang berjuluk Abu Kabsyah, dari kabilah yang sama.

Halimah bisa merasakan barakah yang dibawa beliau, sehingga bisa mengundang decak kekaguman. Ia dan suaminya suatu hari pergi kesuatu negeri bersama beberapa wanita dari Bani Sa'ad. Tujuan mereka adalah mencari anak yang bisa disusui. Itu terjadi pada masa paceklik, tak banyak kekayaan kami yang tersisa, kata Halimah. Aku pergi sambil naik keledai betina berwarna putih milik kami dan seekor onta yang sudah tua dan tidak bisa diambil susunya lagi walau setetes. Sepanjang malam kami tidak pernah tidur karena harus meninabobokan bagi kami yang terus menerus menangis karena kelaparan. Air susuku juga tidak bisa diharapkan. Sembari menunggangi keledai betina  akhirnya kami sampai di Makkah dan kami langsung mencari bagi yang bisa kami susui. 

Setiap wanita dari rombongan kami menolak menyusukan Rasulullah SAW, karena beliau anak yatim. Tidak mengherankan, sebab memang kami mengharapkan imbalan yang cukup memadai dari bapak bayi yang hendak kami susui. Tetapi, di saat semua wanita menolak Muhammad, Allah SWT rupanya telah mengatur rencana dengan bijak untuk mempertemukan Halimah dengan Muhammad sebagai pengasuh yang menyusuinya.

Sebelumnya, Halimah mengatakan kepada suaminya, al-Harits bin Abdul Izzi bin Rifa'ah As-Sa'di, untuk tidak pulang sebelum mendapatkan seorang bayi. Suaminya berkata kepada Halimah, "Tidak apa-apa ambil saja bayi itu. Semoga Allah memberikan berkah kepada kita karenanya." Halimah lalu menemui Aminah dan membawa bayi tersebut. Sebenarnya, Halimah tidak memiliki banyak ASI. Namun, ketika tubuhnya menyentuh Muhammad, Allah SWT menjadikan ASI Halimah lebih banyak. Itulah salah satu keberkahan yang didapat Halimah.

Muhammad berada di pangkuan Halimah sejak berusia 2 tahun dan berlanjut sampai usia 4 tahun. Selama itu pula, Halimah sangat menyayangi Muhammad, ada banyak keberkahan hadir dalam hidup Halimah. Kehidupannya berubah total yang sebelumnya hidup serba kekurangan, kini menjadi lebih damai dan berkecukupan. Suami Halimah pernah berkata, "Tahu tidak wahai Halimah, kau mendapatkan bayi penuh berkah. Kukatakan kepadanya: Demi Allah itulah yang kuharapkan."

Dari kisah ini, kehadiran Nabi Muhammad SAW di kehidupan Halimah membawa banyak keberkahan. Hingga hewan peliharaan, seperti kambing dan unta, mampu tumbuh sehat dan bisa menghasilkan susu. Kepatuhan dan adab kepada suami dibarengi dengan niat yang baik itulah yang membuat hidup Halimah penuh berkah. (**)

Referensi;

- kumparan.com

- Sirah Nabawiyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre