Breaking News

 


Menakjubkan, Begini Pandangan Seorang Bidan Desa Terhadap Program JKN

 


Pasaman Barat,Figurnews.com – Tota Dina Mariani P, seorang Bidan Desa di Jorong Pasir Panjang Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Menurutnya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sangat membantu ibu-ibu hamil dan calon bayinya.

"Apalagi saat menjelang persalinan. Kepesertaan BPJS kesehatan bisa menjadi tameng untuk persiapan pembiayaan persalinan," ujar Bidan yang akrab disapa Tota Dina, pada Sabtu (11/09).

Lebih lanjut, tenaga kesehatan sejak tahun 2004 ini menyampaikan, dengan kehadiran Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, banyak masyarakat merasa dipermudah dari segi biaya yang dibutuhkan dalam skala besar.

"Dengan pelayanan secara berjenjang, tahap pertama di Puskesmas hingga sampai ke rumah sakit. Luar biasanya, BPJS (Kesehatan) memberikan pelayanan buat bumil (ibu hamil) dan bayi," imbuhnya.

Dikatakan Tota Dina, manfaat Program JKN-KIS tidak hanya dirasakan oleh ibu hamil saja tetapi hampir seluruh masyakarat.

"Tidak bumil saja, akan tetapi menjadi solusi buat masyarakat seluruhnya dalam konteks pelayanan kesehatan. Dalam sebulan saja, saya melayani 40 orang pasien, termasuk pemeriksaan ibu hamil, balita, lansia, maupun pengobatan umum," terang Tota Dina.

Berdasarkan pengakuan Tota Dina, rerata, ia melayani kesehatan warga Pasir Panjang termasuk konseling, Posyandu Balita, Posyandu Lansia,  dan kunjungan sakit yang disetujui sesuai tupoksi bidan desa.

"Menurut saya Program BPJS Kesehatan ini sangat membantu sekali. Apalagi ketika ibu hamil dengan pendapatan rendah, mempunyai kehamilan beresiko tinggi apalagi bumil tersebut dianjurkan dirujuk,” kata dia.


“Makanya, ayo ikut peserta BPJS (Kesehatan) karena sangat membantu baik dari transportasi yang  ditanggung BPJS (Kesehatan) seperti dengan memakai ambulan, serta biaya persalinan dan perawatan bayi baru lahir sampai batas waktu yang ditentukan untuk bayinya secara otomatis ditanggung BPJS (Kesehatan)," lanjut Tota Dina.


Jika bayi tersebut mengalami kelainan atau mempunyai penyakit bawaan, tambah Tota Dina, Program JKN-KIS juga akan menanggung biaya untuk perawatan bayi tersebut. Bidan Desa ini berharap agar BPJS Kesehatan bersama Pemerintah dapat menambah quota peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) karena di wilayah kerjanya masih banyak masyarakat kurang mampu baik yang belum terdaftar menjadi peserta maupun menjadi peserta namun ada yang menunggak.

"Kalau bisa pihak BJPS Kesehatan (Pemerintah) memberikan peluang bagi masyarakat untuk menambah quota BPJS gratis, karena kalau BPJS mandiri, masyarakat masih mempertimbangkan tentang iuran setiap bulan yang harus dibayar dan terkadang ada yang menunggak," harapnya.

Diakhir perbincangan via WhatsApp, tak lupa Bidan Desa yang bertugas di wilayah paling utara Kabupaten Pasaman Barat tepatnya di Kecamatan Ranah Batahan yang juga berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara berharap BPJS Kesehatan menyediakan channel atau stand khusus terkait dengan pelayanan administrasi Program JKN-KIS bagi masyarakat setempat.

“Saya berharap pengurusan tentang BPJS (Program JKN-KIS) khususnya bagi peserta JKN-KIS segmen PBI mohon langsung dapat diketahui yang bersangkutan tanpa harus ke kantor BPJS Kesehatan yang di Simpang Empat (pusat ibukota administrasi Kabupaten Pasaman Barat) karena jarak yang cukup jauh dari sini. Maunya ada kantor biro per kecamatan atau Nagari (Desa). Terima kasih BPJS kesehatan, tetaplah berkiprah, salam cegak (sehat),” pungkas ibunda Faiza ini.

(Dodi Ifanda)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre