Breaking News

Kondisi Empat Unit Kerja di Perusda Mentawai, VCO Isi Produk Hasil Bumi

Foto: Produk VCO Perusda Kemakmuran Mentawai yang dipasarkan di Craft Center koperindag Mentawai. Kamis, (29/10/2021).

MENTAWAI.FN- Virgin Coconut Oil (VCO) produk Perusahaan Daerah (Perusda) Kemakmuran Mentawai itu telah dipasarkan. Baik pemasaran secara langsung maupun secara pesanan. Produk VCO dari Unit kerja hasil bumi itu 1 dari 4 unit kerja di Perusda Mentawai.

Menurut Kasubag Sumber Daya Manusia (SDM) Perusda Mentawai, Yohanes Purba bahwa saat ini produk VCO atau minyak rendah kolesterol itu telah dilengkapi izin Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM). 

Dikatakan pihaknya telah mengantongi izin BPOM 4 bulan lalu dari berbagai bentuk persyaratan yang telah dilengkapi. Keterlambatan pengurusan sebelumnya terjadi akibat situasi dan kondisi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). 

“Sebelumnya memang BPOM ingin datang langsung kesini, maka persyaratan dilengkapi secara virtual, jadi saat mereka sudah merasa ini layak baru dikeluarkan izin tersebut,” ungkap Yohanes Purba diruang kerjanya Perusda Kemakmuran Mentawai, desa Sidomakmur, kecamatan Sipora utara. Kamis, (28/10/2021).

Sejak keluarnya izin BPOM atau 4 bulan lalu, pihaknya telah memproduksi sebanyak 3 ton VCO dengan berbagai macam ukuran dalam kemasan. Ukuran kemasan VCO itu terdiri dari 100 mili, 150 mili, 300 mili hingga ukuran 1 liter. Tentu perbedaan ukuran itu tidak mengurangi kualitas yang ditentukan oleh BPOM. VCO ukuran 300 mili dihargai senilai Rp50 ribu.

Kelapa bulat bahan mentah dari produk VCO unit kerja hasil bumi itu diperoleh dari masyarakat sekitar. Maka melalui itu Perusda Mentawai dapat membantu dengan membeli hasil pertanian masyarakat. Banyaknya hasil kelapa Mentawai merupakan alasan produk VCO dikembangkan. 

“Rencana kami kedepan, apabila bisnis ini berkembang kita sudah menentukan titik tempat pembelian kepada masyarakat di luar pulau sipora, seperti di pulau siberut, karena kita sebelumnya sudah melakukan surfei ke wilayah tersebut,” ujarnya.

Yohanes Purba menjelaskan, setiap minggu pihaknya dapat menghabiskan sebanyak 100 butir kelapa. 10 kelapa dapat menghasilkan rata-rata1 liter VCO, maka seharusnya dari 100 butir kelapa dapat menghasilkan 10 liter VCO. Namun karena kelapa di Mentawai merupakan kelapa usia tua, hasil yang diperoleh hanya 7 liter per 100 butir kelapa.

Penjualan di Craft Center Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Mentawai dilakukan secara by order dengan ukuran 100 mili dan 200 mili dengan jumlah 10 kemasan per ukuran. “Kita bisa mendapatkan dari Craft Center itu rata-rata Rp300 ribu per bulan,” imbuhnya.

Selain pemasaran di Craft Center, produk VCO Perusda Mentawai juga dipesan oleh beberapa apotik di dalam dan diluar Kepulauan Mentawai. Pemesan diluar kepulauan Mentawai itu terdiri dari apotik di Padang dan Medan. Kemudian terdapat juga beberapa masyarakat yang membeli langsung ke tempat produksi VCO di Perusda.

“Untuk total keseluruhan penjualan datanya sama pemasaran, namun gambarannya untuk 1 tempat saja kami bisa mendapatkan Rp300 ribu, dikalikan dengan jumlah tempat dan pembelian langsung itu bisa memperoleh Rp1 juta lebih per bulan,” terang Kasubag SDM itu.

Saat ini produk VCO Perusda Mentawai tengah menunggu label halal. Kondisi Pandemi COVID-19 belum stabil membuat pengurusan menjadi tertunda. Alasanya, meski sampel produk VCO dapat dikirim. Tetap pihak BPOM mesti tetap kesini. Hal itu dilakukan untuk memeriksa langsung kondisi tempat pengolahan produk VCO tersebut. Sementara untuk masuk dan keluar Mentawai mesti banyak prosedur yang mesti dipenuhi. “Label halal lebih menjamin luas pemasaran kita,” ujarnya.

Berkembangnya Unit Kerja di Perusda Mentawai Jamin Lapangan Pekerjaan di Mentawai

Empat Unit Kerja di Perusda Mentawai saat ini diyakini dapat menjamin terciptanya kesempatan lapangan perkerjaan bagi masyarakat di kabupaten kepulauan Mentawai. Saat ini, dari kempat unit kerja telah menyerap 50 pekerja. 

Kempat unit kerja itu adalah unit kerja hasil bumi, unit kerja bengkel, unit kerja material dan unit kerja Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm).

50 orang pekerja di Pulau Sipora itu terdiri dari 20 orang di unit kerja material, bengkel dan VCO. Sementara itu 30 orang pekerja lain di tampung di unit kerja PLTBm di Pulau Siberut.

“Selain dapat menambah nilai jual hasil pertanian di Mentawai, kita berharap perusda kemakmuran Mentawai dapat juga berperan dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat di kabupaten kepulauan Mentawai,” ungkap Kasubag SDM Perusda Kemakmuran Mentawai itu. 

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terdapat 3 tujuan pendirian BUMD yakni pertama, memberi manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah. 

Selanjutnya Kedua, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesui kondisi, karesteristik, dan potensi daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik. Dan ketiga, memperoleh laba dan untung.

Ia menjelaskan apabila nanti kondisi Pandemi COVID-19 dan bisnis Perusda telah kembali stabil. Pihaknya berupaya untuk membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat di kabupaten kepulauan Mentawai.  

Khusus VCO katanya, Perusda telah bermitra dengan beberapa kelompok di wilayah Desa Beriulou, kecamatan Sipora selatan. Kelompok tersebut dapat memenuhi kebutuhan VCO di Perusda. Artinya kedepan Perusda tidak mengelola sendiri, namun dapat bekerjasama dengan desa di seluruh kecamatan di kabupaten kepulauan Mentawai.

“Nanti dimasing-masing desa bakal membutuhkan pekerja dalam pengelolaan VCO, tentu itu dapat membuka peluang bagi masyarakat di wilayah itu, hal itu juga tidak menutup peluang kerja bagi masyarakat sekitar wilayah Perusda,” tambahnya.

Dikatakannya, satu buah kelapa dapat dimanfaatkan berbagai macam pengelolaan produksi yakni, minyak kelapa, serabut kelapa dan juga tempurung kelapa. 

Hasil Empat Usaha Unit Kerja, Material Lebih Menonjol

Keempat Unit Kerja di Perusda terus berupaya memenuhi kebutuhan konsumen. Dari kempat unit kerja itu, hasil unit kerja material lebih menonjol. Pasalnya hasil dari jumlah pembelian konsumen lebih banyak. 

Hal itu dapat dirincikan melalui penyedian material Perusda antara lain, Pasir, Split dan Batu. Masing-masing material memiliki harga yang berbeda. Pasir dihargai senilai Rp480 ribu per ton, Spilit (Krikil) dihargai senilai Rp600 ribu per ton dan Batu dihargai senilai Rp600 ribu per ton. “Material kita itu kita datangkan dari Padang menggunakan kapal Tongkang,” terang Yohanes Purba.

Perusda juga melayani pengantaran langsung ke alamat pembeli, dengan penambahan jasa pengantaran (ongkos kirim). Upah tergantung terhadap jarak tempuh pengantaran. Pembelian sering dilakukan pihak proyek di pertengahan tahun.

“Kontraktor sekali order bisa berkisar 60 sampai 100 ton, pembelian dilakukan bertahap, dari tahap awal hingga finishing, untuk jumlah sendiri kita dapat mengetahui dari rabnya, ditambah dari pembelian masyarakat,” ucapnya. Masing-masing material dapat terjual per bulan berkisar pasir 100 ton, Spilit 100 ton dan Batu Kali 30 ton. 

Sementara itu untuk unit kerja PLTBm dikatakanya telah kembali normal melayani tiga desa di Pulau Siberut, meski sempat terhenti beroperasi beberapa waktu oleh keterlambatan pembayaran subsidi.

Kemudian untuk unit kerja perbengkelan saat ini tengah berbenah atas pernahnya mengalami gesekan pada tahun 2019 lalu. Dan sekarang sudah berjalan stabil. 

Sebagai Perusahan yang banyak bergerak sebagai penyalur dengan kondisi Mentawai sebagai wilayah kepulauan, Perusda berharap adanya dukungan dari semua pihak. 

"Kalau mobil diperbaiki di kota Padang, tentu butuh biaya transportasi kapal penyeberangan, maka kita tetap bertahan disini memberi pelayanan di bidang pembengkelan," sebut Yohanes Purba Kasubag SDM Perusda Mentawai itu.

Berkembangnya seluruh unit kerja Perusda di Mentawai tentu banyak menciptakan lapangan pekerjaan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Melalui itu dapat mengelola potensi SDA dan SDM yang ada. Maka perlunya manejerial yang pasti. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre