Breaking News

 


Hari Jadi Mentawai ke-22, Kerasipan Belum Maksimal

 

Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai. Senin, (04/10/2021).

MENTAWAI. FN- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan memiliki peran penting dalam menyimpan rekaman kegiatan atau peristiwa di setiap daerah. Khususnya, di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Hal itu telah diatur dalam UU No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan. Selanjutnya, Perpres Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta Kepmenpan RB Nomor 679 Tahun 2020 Tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) 

Berdasarkan UU No. 43 tahun 2009, yang dimaksud sebagai arsip ialah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media. 

Menurut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai, Zulfikar bahwa Bidang kerasipan bertugas menyimpan arsip berbentuk naskah, foto dan video, yg diperoleh dari sumber instansi pembuat arsip terkait di Mentawai. 

Terdapat dua bentuk arsip berdasarkan fungsinya yakni, arsip Dinamis dan Statistik. Fungsi arsip Dinamis ialah untuk merekam peristiwa yang terjadi dalam waktu 10 tahun yang masih digunakan oleh pencipta arsip. Sedangkan arsip Statistis arsip yang sudah tidak digunakan oleh pencipta arsip, biasanya memiliki nilai sejarah dengan umur peristiwa lebih dari 10 tahun. 

Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Mentawai lanjutnya, sebagai pengelola dan pembina kerasipan agar kedepan sistim kerasipan pemerintah kabupaten kepulauan Mentawai terkelola dengan baik. 

"Dimulai dari fungsi arsip dinamis dalam jangka waktu 10 tahun diantaranya SPJ dan SK, dimana sewaktu-waktu dibutuhkan," ungkap Zulfikar kepada figurnews.com di ruangan kerjanya. Senin, (04/10/2021). 

Selanjutnya, pengelolaan arsip statis memiliki nilai strategis memiliki fungsi vital atau nilai sejarah kedepan bagi Mentawai. Arsip itu diantaranya seperti  sertifikat tanah, dokumen perencanaan sp RPJMD Mentawai yg pertama.

"Sehingga sewaktu-waktu bila OPD dan masyarakat membutuhkan, ini sudah ada seperti dokumen sertifikat tanah, tapi selama ini belum terkelola dengan baik," tambahnya. 

Sejak tahun 2017 menjadi OPD Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai, sampai saat ini belum memiliki Gedung Depo penyimpanan kearsipan, begitu juga dengan Kantor masih meminjam gedung BBU Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Mentawai. 

Seiring dengan hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai ke-22 tahun ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai belum memperoleh dan menyimpan arsip dokumen jumlah Kecamatan dan Desa sebelum jadi Kabupaten. 

"Mengingat waktu hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini 22 tahun, mestinya kearsipan itu telah masuk dalam arsip statis," sebutnya. 

Kemudian dikatakannya, Kantor Kerasipan dibentuk setelah menjadi Kabupaten. Artinya belum bisa merangkum atau mengumpulkan semua arsip yang bersifat vital. Termasuk arsip Kepala Daerah dan Anggota DPRD Mentawai. 

"Seharusnya bila sudah habis jangka masa penyimpanan di Instansi terkait dan menjadi nilai sejarah untuk akan datang, tentu mesti disimpan di arsip statis di depo arsip," 

"Seharusnya setiap OPD memiliki tenaga untuk mengelola arsip, dan memiliki gudang arsip sesui standar pengelolaannya, tetapi selama ini belum ada dinas menujuk petugas kusus untuk megelola arsip ini," 

"Bentuk arsip itu bukan hanya berupa kertas, tetapi termasuk juga foto dan video, misalkan bentuk foto kondisi pertama kali Mentawai jadi Kabupaten hingga saat ini, " terang Zulfikar

Sesui Perbup 33 tahun 2017 tentang perubahan Perbup 47 tahun 2016 tentang struktur Organisasi Dinas Kersipan dan Perpustakaan Mentawai terdapat dua bidang yakni, bidang pengelolaan Kearsipan dan bidang pengelolaan Perpustakaan. 

Zulfikar mengakui, selain keterbatasan sarana dan prasarana, Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Mentawai juga belum memiliki tenaga fungsional. (ev)

Tidak ada komentar

PT. Figur Anugrah Media Mengucapkan: Selamat datang di www.Figurnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Yuamran Andre